Pakar di DPR: 83,6 Persen Masyarakat Sudah Menggunakan AI
Sekretaris Jenderal Korika, Oskar Riandi (kanan) dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) panitia kerja (Panja) Ruang Digital Komisi I DPR, Senin (25/5/2026).()
15:02
25 Mei 2026

Pakar di DPR: 83,6 Persen Masyarakat Sudah Menggunakan AI

- Kolaborasi Riset dan Inovasi Kecerdasan Artifisial Indonesia (Korika) mengungkap, 83,6 persen masyarakat Indonesia sudah menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Sekretaris Jenderal Korika, Oskar Riandi mengatakan bahwa data tersebut menunjukkan masifnya penggunaan AI di Indonesia.

"Ini realitas yang kami lihat di lapangan, berbagai angka statistik sudah menunjukkan bahwa kita sudah menggunakan AI sangat masif. 83,6 persen masyarakat sudah menggunakan AI, contohnya ChatGPT," ujar Oskar dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) panitia kerja (Panja) Ruang Digital Komisi I DPR, dikutip dari siaran Youtube TVR Parlemen, Senin (25/5/2026).

Baca juga: Bisakah Kita Hidup Tanpa AI?

Ia bahkan mencontohkan cucunya yang berusia tiga tahun yang sudah terbiasa menggunakan kecerdasan buatan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa generasi muda akan semakin bergaul dengan AI di masa depan.

Namun, Oskar menyoroti bahwa yang memiliki pemahaman dasar terkait AI hanya sebanyak 61 persen.

"Sebagian besar, 90 persen atau 83,6 persen hanya taker, hanya menggunakan, hanya menggunakan saja AI. Untuk keperluan sehari-hari," ujar Oskar.

Baca juga: Anggota DPR Minta Pemerintah Awasi Judol Pakai AI: Patroli Siber!

Kendati demikian, ia melihat bahwa sebagian besar pengguna mulai berubah dari taker menjadi saver, yakni orang yang menggunakan AI untuk memodifikasi kode-kode sesuai dengan kebutuhan industrinya.

Ke depan, ia berharap adanya transformasi penggunaan AI dari hanya pengguna menjadi orang-orang yang memanfaatkannya untuk bidang pekerjaannya.

"Jadi kita berharap ada transformasi yang diharapkan dari Komdigi gitu ya, bagaimana nilai taker ini bisa kita kecilkan menjadi saver dan maker," ujar Oskar.

Baca juga: Gibran: AI Tidak Akan Menggantikan Manusia

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta menjelaskan bahwa pesatnya perkembangan AI berdampak terhadap banyak hal di Indonesia.

Khususnya yang berkaitan dengan kecepatan informasi hingga potensi ancaman terhadap keamanan data nasional.

"Strategi pengembangan kedaulatan teknologi dan AI lokal serta aspek etika AI dan perlindungan masyarakat dari potensi risiko," ujar Sukamta.

Tag:  #pakar #persen #masyarakat #sudah #menggunakan

KOMENTAR