Kata Purbaya soal Nasib Dirjen Bea Cukai yang Namanya Disebut di Sidang Korupsi
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara perihal nasib Direktur Jenderal (Dirjen) Bea Cukai Djaka Budhi Utama yang kedapatan bertemu tersangka suap Pemilik Blueray Cargo, John Field, di Hotel Borobudur.
Pada minggu sebelumnya, Purbaya telah menyebut nasib Djaka akan ditentukan pekan ini.
"Ya nanti kita lihat ya," ujar Purbaya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Namun, saat ditanya perihal nama Djaka yang dibawa-bawa ke persidangan kasus korupsi, Purbaya irit bicara.
"Yang bilang siapa? KPK ya? Ya kita lihat saja," ucapnya.
Baca juga: Purbaya Sebut Nasib Dirjen Bea Cukai Ditentukan Pekan Depan: Saya Ikuti Perintah Presiden
Sebelumnya diberitakan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengungkapkan adanya pertemuan antara Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama dengan tersangka suap Pemilik Blueray Cargo, John Field, di Hotel Borobudur.
Mulanya, Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea-Cukai, Orlando Hamonangan atau Ocoy mengaku diperintah Kepala Subdirektorat Intelijen P2 DJBC Sisprian Subiaksono untuk mengatur pertemuan dengan John.
JPU kemudian menyecar pertanyaan kembali apakah pertemuan itu juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama.
“Jadi disampaikan bahwa tadi 'kamu hubungi Pak John supaya nanti datang ke Hotel Borobudur. Nanti ketemu sama Pak Dirjen, Pak Djaka, kemudian Pak Rizal sama Pak Sisprian, begitukah?," tanya Jaksa, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Timur, Rabu (20/5/2026).
“Iya, Pak,” jawab Ocoy.
Baca juga: Nama Dirjen Bea Cukai Muncul dalam Sidang Importasi Barang, Ini Langkah Ketua KPK
Prabowo perintahkan copot
Presiden RI Prabowo Subianto meminta Purbaya untuk memecat Dirjen Bea Cukai Letjen (Purn) Djaka Budhi Utama jika tidak mampu membereskan persoalan Bea Cukai.
Prabowo menyebut dirinya sudah berkali-kali memperingatkan agar Bea Cukai diperbaiki.
Adapun Djaka merupakan mantan anggota Tim Mawar yang dilantik sebagai Dirjen Bea Cukai pada Mei 2025 silam.
"Saya ingatkan kembali, untuk kesekian kali bea cukai kita harus diperbaiki. Menteri keuangan, kalau pimpinan bea cukai tidak mampu, segera diganti. Bangsa dan rakyat menuntut pekerjaan yang cepat, jangan kita jadi pemerintah yang santai, pemerintah yang leha-leha kumaha engke wahe," ujar Prabowo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Anggota DPR yang hadir dalam rapat paripurna itu pun bertepuk tangan ketika Prabowo mengancam pergantian Dirjen Bea Cukai.
Baca juga: Purbaya Tunggu Hasil Sidang soal Nama Dirjen Bea Cukai Djaka di Kasus Suap Impor
Prabowo menekankan, semua menteri dan kepala badan harus membersihkan birokrasinya masing-masing.
Sebab, kata dia, pengusaha mengeluh selalu mengalami pungutan liar (pungli) yang terlalu banyak.
"Jangan ragu-ragu, yang melanggar, tindak. Sekali lagi, semua institusi pemerintah harus bekerja dengan baik. Kita harus menghilangkan korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan praktik yang menghambat perjalanan ekonomi kita," imbuh Prabowo.
Tag: #kata #purbaya #soal #nasib #dirjen #cukai #yang #namanya #disebut #sidang #korupsi