KSPI Sebut PT Xacti Indonesia di Depok Tutup: 350 Karyawan Kena PHK
Presiden KSPI Said Iqbal saat ditemui di sela unjuk rasa di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni’am)
15:12
25 Mei 2026

KSPI Sebut PT Xacti Indonesia di Depok Tutup: 350 Karyawan Kena PHK

- Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyebut, sebanyak 350 karyawan PT Xacti Indonesia di Depok, Jawa Barat terdampak pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

PT Xacti merupakan produsen peralatan listrik dan elektronik, termasuk kamera digital, kamera pengintai, dan lainnya.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, pihak perusahaan menyatakan tutup karena tidak lagi bisa menahan tekanan ekonomi dan pasar global.

“Benar, telah terjadi PHK sekitar 350 orang karyawan PT Xacti di Depok dan perusahaan tersebut tutup,” kata Said dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).

Baca juga: PHK 8.000 Pegawai, Mark Zuckerberg: Kesuksesan Meta Tak Dijamin tanpa AI

Said mengatakan, PT Xacti kelimpungan menghadapi perang di Asia Barat (Timur Tengah) membuat bahan baku industri dan biaya produksi naik tajam.

Pada saat yang bersamaan, permintaan dari pasar global lesu sehingga tidak bisa bersaing.

“Perang membuat harga bahan baku impor yang dibeli dengan dollar naik drastis. Ongkos produksi meningkat, sementara pasar ekspor lesu,” ujar Said.

Saat ini, 350 karyawan PT Xacti sudah mendapatkan pesangon sebesar dua kali sesuai aturan Undang-Undang Ketenagakerjaan.

Perusahaan juga memberikan penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak sesuai kesepakatan.

Menurut Said, kasus PHK dan penutupan PT Xacti ini sesuai dengan informasi awal yang diterima KSPI.

Beberapa waktu sebelumnya, pihaknya menyebut terdapat 9.000 pekerja di 10 perusahaan yang berpotensi terdampak PHK imbas perang.

Informasi itu disampaikan bukan bermaksud untuk menakut-nakuti melainkan kabar yang KSPI dapatkan dari bawah.

“KSPI sudah mengingatkan sejak awal bahwa akan ada ancaman PHK besar-besaran. Ini bukan asumsi. Kami diingatkan langsung oleh manajemen di tingkat perusahaan. Dan sekarang kenyataannya mulai terjadi,” tutur Said.

Lebih lanjut, Said menyebut PHK tidak hanya terjadi di Depok.

Sejumlah industri di Tangerang dan Banten, seperti PT Shewa, Lung Cheong, dan PT PWI juga telah melakukan PHK ratusan karyawannya.

Menurut Said, banyak pekerja yang terdampak bekerja di sektor produksi sepatu dan tekstil.

“Bahkan perusahaan besar seperti Nikomas juga mengurangi sekitar 279 pekerja. Ini menunjukkan situasi industri formal sedang tidak baik-baik saja,” kata Said.

Sementara, di Karawang terdapat 295 pekerja yang terdampak PHK akibat perusahaan yang tutup.

Kebijakan perusahaan yang melakukan efisiensi juga berdampak terhadap 294 pekerja dan 200-an karyawan terkena PHK karena disharmoni industrial.

PHK juga terjadi di CV Asri Motor, Sidoarjo, Jawa Timur yang berdampak pada 200 pekerja.

“Perusahaan otomotif dan turunannya juga mulai terpukul. Harga jual mobil naik, permintaan turun, daya beli masyarakat melemah, akhirnya perusahaan melakukan efisiensi dan PHK,” ucap Said.

Sebagai informasi, Said sebelumnya telah memperingatkan potensi PHK 9.000 karyawan dalam waktu sekitar tiga bulan setelah perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran meletus.

Peperangan itu mengerek biaya energi dan produk turunan minyak seperti nafta yang menjadi bahan baku utama plastik.

Informasi itu KSPI terima dari anggota serikat yang berdialog dengan pihak manajemen perusahaan.

“Saat ini tercatat 9.000 berpotensi, berpotensi 9.000 karyawan akan terjadi PHK,” kata Said dalam konferensi pers virtual, Jumat (17/4/2026).

Baca juga: Dampak Pelemahan Rupiah ke Masyarakat: Harga Pangan hingga Risiko PHK

Tag:  #kspi #sebut #xacti #indonesia #depok #tutup #karyawan #kena

KOMENTAR