Jalan-Jalan ke Lembur Pakuan, Daerah Rumah Dedi Mulyadi yang Asri
Suasana pada Taman Bunisora di Lembur Pakuan, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Lembur Pakuan di Subang tak hanya dikenal sebagai daerah rumah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tapi juga suasana permukiman yang asri.(DOKUMENTASI KOMINFO KP)
21:56
25 Mei 2026

Jalan-Jalan ke Lembur Pakuan, Daerah Rumah Dedi Mulyadi yang Asri

- Siapa yang tak kenal Lembur Pakuan? Daerah di Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, ini dikenal sebagai salah satu daerah kediaman Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Namun, Lembur Pakuan sesungguhnya punya daya tarik lain, termasuk hamparan sawah yang membentang sejauh mata memandang dan permukiman warga yang asri.

Jalur pedestrian membelah area persawahan dengan dangau-dangau beratap ijuk berdiri di tepian, menghubungkan rumah-rumah warga yang tertata rapi di tengah suasana pedesaan yang tenang.

Di beberapa titik, ada embung dan gemericik aliran sungai yang mengairi sawah memperkuat kesan asri kawasan ini.

Lembur Pakuan di Subang tak hanya dikenal sebagai daerah rumah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tapi juga suasana permukiman yang asri.DOKUMENTASI KOMINFO KP Lembur Pakuan di Subang tak hanya dikenal sebagai daerah rumah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tapi juga suasana permukiman yang asri.

Dari kejauhan, suasana kampung sudah terasa Sunda banget. Tidak hanya dari bentang alamnya, tapi juga dari detail ruang yang dibangun. Misalnya dari bangunan, ruang terbuka, hingga elemen visual seperti gapura yang menyambut setiap pengunjung.

Gapura-gapura itu memadukan arsitektur modern dengan ornamen budaya, diperkaya elemen bambu dan kain hitam-putih yang sarat makna filosofi.

Setelah melewati banyak gapura inilah, pengunjung bisa memilih menuju lanskap sawah, ruang budaya, keramahan warga, atau titik-titik sejarah yang menyatu dalam satu kawasan.

Wisata ke Lembur Pakuan, rumah Gubernur Dedi Mulyadi

Tawarkan aktivitas wisata yang beragam

Lembur Pakuan di Subang tak hanya dikenal sebagai daerah rumah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tapi juga suasana permukiman yang asri.DOKUMENTASI KOMINFO KP Lembur Pakuan di Subang tak hanya dikenal sebagai daerah rumah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tapi juga suasana permukiman yang asri.

Di balik suasana kampung yang tenang itu, tumbuh sebagai ruang yang ramai diperbincangkan publik.

Aktivitas wisatawan pun beragam. Ada yang menyusuri jalur pedestrian dan jalan kampung, berhenti di beberapa titik untuk mengamati aktivitas warga, rehat di dangaunya, atau menyicipi jajanan yang dijual di depan rumah penduduk.

Di salah satu sudut perjalanan itu, Sri Budi Utami, seorang warga Kulon Progo, ikut merasakan langsung suasana kawasan dan menikmati bagaimana sebuah kampung dikelola tanpa kehilangan karakter aslinya.

“Di mana sebuah tempat sederhana, tapi dikelola baik sehingga jadi obyek wisata yang bisa menjaga kearifan lokal," kata Sri Budi, Minggu (24/5/2026).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kulon Progo ini terkesan akan kekuatan utama Lembur Pakuan, yang tidak hanya pada estetika, tapi juga pada cara ruang desa dipertahankan sebagai ruang hidup masyarakat. 

Wisata hadir bukan sebagai tujuan utama, melainkan dampak dari penataan berbasis budaya.

Plt Camat Dawuan, Hasan Sahroni menuturkan, kawasan ini merupakan perwujudan filosofi tata ruang “lembur (desa) diurus, kota ditata”.

“Konsepnya kembali ke budaya kita. Jawa Barat itu istimewa karena kampungnya diurus dan kotanya ditata,” kata Hasan.

Jejak budaya ditemui tidak cuma pada bangunan fisik dan ornamen, tapi aktivitas kesenian tradisional seperti Tutunggulan dan Silat Panglipur yang rutin ditampilkan dalam kegiatan warga.

Warga jadi pemandu wisata di Lembur Pakuan, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Jawa Barat.KOMPAS.COM/DANI JULIUS Warga jadi pemandu wisata di Lembur Pakuan, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Di kawasan ini juga terdapat kelompok Badega, warga yang melayani yang menjadi simbol kebersamaan warga dalam menjaga lingkungan dan harmoni kampung. Termasuk di dalam badega itu adalah pesona pramuwisata perempuan berkebaya dan laki-laki dengan busana pangsi setelan hitam polos baju dan celana longgar.  

Dari titik budaya, perjalanan berlanjut ke jejak sejarah. Eksplor Lembur Pakuan bisa menemukan Taman Bunisora, yang merujuk pada Raja Bunisora, tokoh penting dalam masa transisi Kerajaan Sunda Pajajaran setelah tragedi Perang Bubat pada abad ke-14.

Setelah wafat Prabu Linggabuana, pewaris takhta Wastu Kancana masih kecil. Dalam situasi itu, Bunisora mengambil peran pemangku kekuasaan sementara untuk menjaga stabilitas kerajaan hingga tongkat kepemimpinan kembali siap dilanjutkan.

Kisah tersebut saat ini dihadirkan kembali sebagai bagian dari ruang edukasi sejarah dan penguatan identitas budaya Sunda di Lembur Pakuan. Yang paling penting adalah budaya, sejarah, dan kearifan lokal tetap hidup di tengah masyarakat.

"Kita mengembangkan budaya kita, dibumikan oleh teman-teman dari media, saya yakin pasti efeknya juga berdampak tadi pada kunjungan, wisata, dan sebagainya,” kata Hasan.

Baca juga: Bandung Jadi Kota Termacet, Dedi Mulyadi Beberkan Upaya Mengatasinya

Lembur Pakuan di Subang tak hanya dikenal sebagai daerah rumah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tapi juga suasana permukiman yang asri.DOKUMENTASI KOMINFO KP Lembur Pakuan di Subang tak hanya dikenal sebagai daerah rumah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tapi juga suasana permukiman yang asri.

Melengkapi fungsi budaya dan wisata, di lokasi ini ada Balai Kapeurih, ruang terbuka dengan panorama tengah sawah.

Ruang itu layanan bagi masyarakat menyampaikan berbagai persoalan hidup yang dikurasi dalam bidang pendidikan, kesehatan, hingga bantuan hukum.

Masyarakat dapat memperoleh pendampingan, termasuk layanan advokasi hukum gratis melalui program Jabar Istimewa.

Di antara sawah, jalur pedestrian, dan ruang budaya yang hidup, Lembur Pakuan tumbuh sebagai kawasan yang tidak hanya menghadirkan pemandangan, tapi juga pengalaman tentang bagaimana sebuah kampung merawat identitasnya di tengah perubahan zaman.

Pengunjung lain juga merasakan kuatnya nuansa budaya lokal yang tetap terjaga di kawasan tersebut. Kearifan lokal dinilai menjadi kekuatan utama dalam mendorong kemajuan destinasi wisata berbasis budaya di Indonesia.

“Yang terasa di sini bukan sekadar tempat wisata, tapi kehidupan budayanya masih kuat,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kulon Progo, Agung Kurniawan.

Baca juga: Siapa Jaya Dewata yang Namanya Dipilih Dedi Mulyadi dan Tuai Polemik Gedung di Cirebon?

Tag:  #jalan #jalan #lembur #pakuan #daerah #rumah #dedi #mulyadi #yang #asri

KOMENTAR