Wangi Parfum Beradu Aroma Kandang: Kisah Nayla, Eks SPG Mobil Mewah yang Kini Jadi 'Pramugari' Sapi
Sales Promotion Girl atau SPG ala pramugari di mall hewan kurban Haji Doni, Depok, Jawa Barat. [Suara.com/Tsabita]
10:52
22 Mei 2026

Wangi Parfum Beradu Aroma Kandang: Kisah Nayla, Eks SPG Mobil Mewah yang Kini Jadi 'Pramugari' Sapi

Aroma parfum yang melekat di tubuh Nayla seolah beradu dengan bau khas kandang yang memenuhi udara.

Di tengah lenguhan ratusan sapi dan lantai yang sesekali becek oleh sisa pakan maupun kotoran ternak, perempuan muda itu tetap berdiri rapi dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya.

Pemandangan tersebut mungkin sulit dibayangkan beberapa pekan lalu. Sebab, sebelum berada di Mall Hewan Kurban Haji Doni di kawasan Jalan Akses UI, Depok, Nayla terbiasa bekerja di lingkungan yang jauh berbeda: showroom mobil.

Kini, bekas bangunan showroom yang dulu dipenuhi kendaraan mewah itu berubah menjadi pusat penjualan hewan kurban. Aroma jok kulit dan pendingin ruangan berganti dengan bau sapi yang menyengat. Namun di tengah suasana kandang itulah konsep pelayanan ala "pramugari" dihadirkan.

Nayla menjadi salah satu wajah yang menyambut para calon pembeli. Dengan penampilan yang tetap terjaga, ia menawarkan pengalaman berbelanja hewan kurban yang berbeda dari pasar ternak pada umumnya.

Peralihan dari dunia otomotif ke penjualan hewan kurban diakuinya sebagai pengalaman yang sama sekali baru.

"Sebelumnya aku di showroom mobil, itu biasanya customer yang mau cari mobil, kalo sekarang nyari yang mau cari hewan kurban, jadi berbeda pengalaman baru aja," ujar Nayla saat ditemui di sela aktivitasnya, Kamis (21/5/2026).

Deretan sapi di mall hewan kurban Haji Doni, Depok, Jawa Barat. [Suara.com/Tsabita]Deretan sapi di mall hewan kurban Haji Doni, Depok, Jawa Barat. [Suara.com/Tsabita]

Kaget dengan Bau dan Panas Kandang

Meski datang dengan semangat mencari pengalaman baru, Nayla mengaku sempat mengalami kejutan saat pertama kali bekerja di lokasi tersebut.

Bau sapi yang begitu kuat serta suhu panas di dalam area penjualan menjadi tantangan yang harus segera ia hadapi. Berbeda dengan showroom berpendingin udara, aktivitasnya kini berlangsung di tengah kandang terbuka yang hanya dibantu hembusan kipas angin besar.

"Kaget sih kaget banget, karena kan ini bau ya. Baunya, bau sapi banget, khas banget, terus panas juga, tapi lama-lama kebiasa sih," kenang Nayla.

Rasa tidak nyaman sempat muncul pada awal-awal bekerja. Namun seiring waktu, ia mulai terbiasa dengan kondisi tersebut.

"Pastinya risih banget sih karena bau banget, cuma karena udah kebiasa jadi nggak papa sih, kita biasanya juga makan minum udah di sini, jadi udah kebiasa aja," tambahnya.

Belajar Mengenali Sapi Lewat Aplikasi

Tak hanya dituntut ramah melayani pelanggan, para staf perempuan di Mall Hewan Kurban Haji Doni juga dibekali pengetahuan dasar mengenai hewan yang mereka jual.

Sebelum bertugas, mereka mengikuti pelatihan khusus untuk mengenali jenis sapi, bobot, hingga harga jual. Menariknya, proses pembelajaran dilakukan dengan bantuan aplikasi digital.

Kita belajar pakai aplikasi, di situnya ada jenis-jenis sapi, harga sapi, dan bobotnya juga, nanti kita diajarin cara hitungnya.

Pengetahuan tersebut menjadi bekal penting saat berhadapan dengan pembeli yang ingin mengetahui detail hewan kurban yang akan dipilih.

Jika sebelumnya ia menjelaskan fitur kendaraan kepada konsumen, kini Nayla harus memahami karakteristik sapi serta menghitung estimasi bobot dan harga jualnya.

Sales Promotion Girl atau SPG ala pramugari berpose di mall hewan kurban Haji Doni, Depok, Jawa Barat. [Suara.com/Tsabita]Sales Promotion Girl atau SPG ala pramugari berpose di mall hewan kurban Haji Doni, Depok, Jawa Barat. [Suara.com/Tsabita]

Melayani Pembeli hingga Memandikan Sapi

Rutinitas kerjanya pun berubah total. Selain melayani pelanggan yang datang silih berganti, Nayla juga sesekali turun langsung merawat sapi ketika suasana sedang lengang.

Mulai dari memberi makan, menyediakan minum, hingga memandikan sapi pernah ia lakukan.

"Aktivitas aku sih biasanya melayani customer aja, cuma kalo misalkan lagi iseng lagi sepi gitu, biasa kita ngasih makan sapi, ngasih minum, bahkan pernah mandiin sapi juga," tuturnya.

Dalam sehari, puluhan pelanggan bisa datang untuk melihat dan memilih hewan kurban. Sebagian hanya bertanya harga, sebagian lainnya datang kembali setelah mempertimbangkan pilihan mereka.

"Sekitar 20-an sih ada, puluhan lah (pelanggan). Ada yang cuman nanya-nanya harga dulu, nanti besoknya balik lagi itu juga ada," kata Nayla.

Tantangan 

Di antara berbagai tugas yang dijalani, Nayla mengaku proses negosiasi menjadi tantangan tersendiri. Tidak sedikit pelanggan yang berusaha menawar harga serendah mungkin.

Sebagai petugas yang berada di garis depan pelayanan, ia harus menjembatani keinginan pembeli tanpa keluar dari ketentuan harga yang sudah ditetapkan.

"Paling tarik ulur pelanggan sih, biasanya kan pelanggan suka nego, nah itu kita agak susah tuh di situ nya, negosiasi," ungkapnya.

Namun di balik berbagai tantangan itu, ada pengalaman-pengalaman kecil yang justru membuat pekerjaannya terasa menyenangkan.

Salah satunya terjadi ketika ia sedang memberi makan sapi. Saat sedang fokus bekerja, seekor sapi tiba-tiba menjilatnya.

Momen tak terduga itu membuat Nayla kaget sekaligus tertawa.

"Pengalaman unik sih aku pernah dijilat sapi ya pas lagi ngasih makan tiba-tiba dijilat gitu, kaget sih itu pertama kali," katanya.

Wajah Baru di Pasar Kurban

Bagi Nayla, pekerjaan ini bukan sekadar soal mencari penghasilan menjelang Iduladha. Ada pengalaman baru yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya: beradaptasi dari dunia kendaraan mewah ke lingkungan peternakan yang penuh tantangan.

Di tengah aroma kandang yang menyengat dan suara lenguhan sapi yang tak pernah berhenti, ia tetap menjalankan tugasnya melayani pelanggan dengan standar pelayanan yang sama seperti saat bekerja di showroom.

Hingga musim kurban berakhir, Nayla akan terus menyambut para pembeli yang datang mencari hewan terbaik.

Dan dari tempat yang tak biasa itu, ia membawa pulang cerita-cerita baru—tentang panasnya kandang, kerasnya negosiasi, hingga pengalaman pertama dijilat sapi yang tak akan mudah dilupakan.

Reporter: Tsabita Aulia

Editor: Muhammad Yasir

Tag:  #wangi #parfum #beradu #aroma #kandang #kisah #nayla #mobil #mewah #yang #kini #jadi #pramugari #sapi

KOMENTAR