Saat Ratusan Pegawai BUMN Ber-IQ Tinggi Digembleng Militer, Apa Tujuannya?
Sebanyak 400 pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengikuti pelatihan kedisiplinan dan pembinaan karakter di Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan (Kodiklat) TNI, Buaran, Serpong, Tangerang Selatan.(KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)
06:30
21 Mei 2026

Saat Ratusan Pegawai BUMN Ber-IQ Tinggi Digembleng Militer, Apa Tujuannya?

- Ratusan pegawai BUMN digembleng secara militer di barak TNI. Apa tujuannya?

Sebanyak 400 pegawai BUMN mengenakan helm tempur dan sepatu lars. Mereka berpose tegap dan berbaris rapi di atas rumput lapangan.

Mereka mengikuti pelatihan kedisiplinan dan pembinaan karakter di Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan (Kodiklat) TNI, Buaran, Serpong, Tangerang Selatan.

Mereka merupakan peserta Presidential Future Leaders Program (PFLP) Pegawai BUMN Batch 1 Tahun Anggaran 2026.

Program ini dibuka oleh Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto melalui upacara yang berlangsung di Kodiklat TNI, Rabu (20/5/2026).

Baca juga: Ikuti Arahan Prabowo, TNI Gembleng 400 Karyawan BUMN ala Militer Selama 3 Bulan

Pembukaan PFLP Batch 1 sengaja dilakukan pada 20 Mei bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional.

Para peserta dinilai sebagai “tunas bangsa” yang perlu dibina dan dipersiapkan sebagai investasi sumber daya manusia untuk masa depan Indonesia karena memiliki Intelligence Quotient (IQ) di atas 120.

Donny mengatakan, Presiden Prabowo Subianto menginginkan pemerintahannya memiliki tata kelola serta kinerja yang baik, yang didukung sumber daya manusia berkualitas.

“Artinya punya hati yang mulia dan cerdas, best heart and best mind. Jadi, itu yang diharapkan oleh Bapak Presiden,” ujar Donny.

Baca juga: Wamenhan Sebut Baris Berbaris Latih Pegawai BUMN Loyal ke Pimpinan

Karena itu, Kementerian Pertahanan menyiapkan sumber daya manusia yang dinilai mampu memenuhi kriteria tersebut melalui program PFLP.

Pada periode pertama, peserta program berasal dari pegawai baru BUMN yang direkrut dalam dua tahun terakhir.

“Nah, kita berdayakan karyawan-karyawan yang baru direkrut itu untuk kita seleksi, untuk kita didik di program ini,” ujar Donny.

Dari 1.068 pegawai yang diundang mengikuti seleksi, sekitar 700 orang hadir dan 400 orang dinyatakan lolos pada batch pertama. Jumlah peserta terdiri dari 272 pria dan 128 perempuan.

Sembilan bulan, dari Kodiklat hingga magang

Donny mengatakan program PFLP Batch 1 akan berlangsung selama sembilan bulan.

Tiga bulan pertama dilaksanakan di Kodiklat TNI, empat bulan berikutnya di Danantara Corporate University, dan dua bulan terakhir berupa program magang di sejumlah kementerian, lembaga, badan, maupun BUMN.

Menurut Donny, pada tahap pelatihan di Kodiklat TNI, peserta akan dibina dari sisi karakter, nasionalisme, jiwa kebangsaan, kebersamaan, disiplin, serta daya juang.

Pembinaan tersebut dipercayakan kepada para pelatih dan pengasuh Kodiklat TNI untuk membentuk karakter peserta sesuai harapan pemerintah.

Selanjutnya, selama empat bulan di Danantara Corporate University, peserta akan mendapatkan pembelajaran terkait kemampuan manajerial, pengambilan keputusan, proses analisis, hingga pemahaman mengenai siber dan keamanan.

“Jadi saya rasa sangat lengkap yang akan mereka terima nantinya. Banyak nanti pengajar-pengajar, baik dalam negeri dan luar negeri, akan kita datangkan untuk memberikan pengetahuan kepada mereka,” ungkap Donny.

Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Ermawan Taufanto saat ditemui di Kodiklat TNI, Buaran, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (20/5/2026).KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Ermawan Taufanto saat ditemui di Kodiklat TNI, Buaran, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (20/5/2026).

Adapun pada tahap magang selama dua bulan, peserta akan ditempatkan di berbagai kementerian, lembaga, badan, dan BUMN untuk mendapatkan pengalaman kerja langsung.

Donny berharap pendidikan dan pelatihan selama sembilan bulan tersebut menjadi bekal awal bagi peserta dalam menjalankan tugas di BUMN, sekaligus mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan bermanfaat bagi Indonesia.

Tujuan: pembinaan karakter

Donny mengatakan tujuan penggemlengan militer ini untuk membina karakter para pegawai perusahaan pelat merah negara ini.

“Jadi jangan dilihat negatifnya kemiliteran mereka nanti akan dididik militer, tidak. Tapi itu merupakan bentuk pembinaan karakter,” ucap dia.

Baca juga: Wamenhan: Pendidikan Dasar Militer Sangat Bagus untuk Bina Karakter

Terkait kehidupan sehari-hari selama pendidikan di Kodiklat TNI, Donny mengatakan peserta akan menjalani disiplin ala militer, seperti bangun pagi, senam bersama, dan mengikuti aturan yang berlaku di lingkungan pendidikan.

Menurut dia, pola hidup tersebut bertujuan membentuk karakter disiplin, kebersamaan, dan tanggung jawab para peserta selama tiga bulan pelatihan.

Agar loyal ke pimpinan

Latihan baris berbaris yang diberikan kepada para peserta akan bermanfaat bagi kepemimpinan dan loyalitas para pegawai BUMN.

“Nantinya akan sangat bermanfaat suatu saat dia menjadi pimpinan, bisa memimpin rekan-rekannya, ataupun kalau dia punya pimpinan, dia akan loyal kepada pimpinannya,” kata Donny.

Donny menjelaskan, latihan baris berbaris melatih seorang pegawai untuk menjadi pemimpin dan anggota tim sekaligus.

Sebab, dengan latihan baris berbaris, mereka akan diajarkan untuk memimpin teman-temannya pada satu sisi dan mengikuti arahan teman yang menjadi pemimpin pada sisi yang lain.

“Contoh mungkin seperti baris-berbaris, kita melihat seperti itu ya, tetapi pada dasarnya itu merupakan filosofi bagaimana seorang dipilih untuk memimpin teman-temannya,” kata Donny.

“Demikian juga teman-temannya yang ada di barisan juga mempunyai jiwa followership untuk mengikuti apa yang diperintahkan dari rekannya yang menjadi komandan pasukan,” imbuh dia.

Tag:  #saat #ratusan #pegawai #bumn #tinggi #digembleng #militer #tujuannya

KOMENTAR