Menhaj: Jika Layanan Armuzna Lancar, Sukses Penyelenggaraan Haji 80 Persen
- Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf meminta petugas haji Indonesia mempertahankan pelayanan prima kepada jemaah Indonesia pada saat fase Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna).
Sebab menurut Ifan, Armuzna adalah fase puncak haji yang menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan operasional pelayanan haji.
"Puncak dari haji adalah Armuzna, jika Armuzna berjalan sesuai harapan artinya kesuksesan sudah 80 persen," ungkap Gus Irfan setelah tiba di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi, Selasa (19/5/2026) petang.
Baca juga: Menhaj Irfan Yusuf Tiba di Bandara Jeddah, Langsung Sapa Jemaah
Menurutnya, hingga hari ke-29 masa operasional penyelenggaraan ibadah haji 2026, petugas haji menunjukkan kinerja yang baik. Petugas haji yang terbagi dalam sejumlah daerah kerja, lanjut dia, berjibaku melayani jemaah dengan maksimal.
"Saya apresiasi petugas haji, tone-nya sangat positif," katanya.
Adapun pematangan kesiapan Armuzna dilakukan terus menerus hingga hari H pelaksanaan puncak haji.
Baca juga: 320 Orang Jadi Korban Penipuan Haji Ilegal, Kerugian Capai Rp 10 Miliar
Rapat-rapat koordinasi dilakukan setiap malam untuk memastikan seluruh jemaah haji Indonesia mendapatkan haknya beribadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Pematangan fase Armuzna
Sementara Kepala Satuan Operasi (Kasatops) Armuzna Letkol Inf Surnadi mengungkap pematangan rencana fase Armuzna.
Menurutnya tim telah beberapa kali melakukan peninjauan medan yang menjadi titik lokasi Armuzna yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
"Di Arafah misalnya, kita sudah memastikan tenda-tenda dan fasilitas di dalamnya untuk memastikan jemaah haji bisa beribadah dengan nyaman," ujarnya usai memberikan sosialisasi Armuzna pada petugas haji Daker Bandara, Selasa (19/5/2026).
Surnadi menekankan bahwa petugas haji ketika berada di Arafah harus mampu melakukan pengaturan agar jemaah dipastikan masuk ke tenda-tenda yang disediakan untuk wukuf. Pembagian akan dipermudah dengan data kapasitas dan kloter yang bakal ditempelkan pada masing-masing tenda.
"Jangan sampai ada jemaah yang tidak kebagian tenda," katanya.
Selain menyinggung soal tenda, Surnadi juga meminta petugas haji bersiap menghadapi pergerakan ratusan ribu jemaah Indonesia yang seluruhnya bergerak menuju Arafah. Untuk diketahui pergerakan jemaah ke Arafah akan dilaksanakan pada 8 Dzulhijah atau sehari sebelum prosesi wukuf.
"Petugas harus bisa memanage gelombang masuknya jemaah," kata dia.
Tag: #menhaj #jika #layanan #armuzna #lancar #sukses #penyelenggaraan #haji #persen