WNI Disekap di Tambang Ilegal Malaysia, Negara Diminta Tak Boleh Kalah dari Sindikat
- Anggota Komisi XIII DPR RI Mafirion mengecam keras penyekapan dan penganiayaan Warga Negara Indonesia (WNI) oleh pelaku tambang timah ilegal di Malaysia.
Menurut dia, negara mestinya hadir melindungi warga negaranya dari praktik eksploitasi dan kekerasan di luar negeri.
"Tidak boleh ada pembiaran terhadap praktik eksploitasi dan kekerasan terhadap warga negara kita di luar negeri. Negara harus hadir, tegas, dan tidak boleh kalah oleh sindikat kejahatan lintas negara," kata Mafirion, dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).
Ia menilai, peristiwa tersebut mencerminkan masih rapuhnya sistem perlindungan pekerja migran Indonesia, terutama mereka yang terjebak berangkat melalui jalur nonprosedural (ilegal).
Baca juga: WNI Disekap dan Dianiaya Penyelundup Timah Ilegal Malaysia
Mafiron mendesak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan aparat penegak hukum untuk turun tangan memberikan perlindungan kepada korban, mulai dari perawatan medis, trauma healing, bantuan hukum, hingga pemulangan yang aman.
Selain itu, politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu juga menuntut adanya kerja sama investigasi antara kepolisian Indonesia dan Malaysia untuk membongkar sindikat tambang ilegal tersebut.
"Kita juga meminta pemerintah Malaysia menindak tegas para pelaku kekerasan serta memastikan proses hukum berjalan transparan, adil, dan memberikan rasa keadilan bagi para korban," ungkap dia.
Baca juga: Kamis, Purbaya Akan Berangkat Haji Selama 10 Hari
Komisi XIII DPR RI juga mendorong evaluasi terhadap keberadaan 'jalur tikus' yang kerap dimanfaatkan sindikat untuk mengiming-imingi korban dengan gaji tinggi.
"Perlindungan terhadap warga negara adalah amanat konstitusi. Setiap bentuk kekerasan dan eksploitasi harus dilawan secara tegas. Negara tidak boleh abai," ujar dia.
Tag: #disekap #tambang #ilegal #malaysia #negara #diminta #boleh #kalah #dari #sindikat