Pemerintah Tidak Berencana Tarik Pasukan TNI di Lebanon, tapi Tetap Evaluasi
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di Kompleks Istana, Jakarta, Jumat (10/4/2026). (KOMPAS.com/Rahel)
22:22
10 April 2026

Pemerintah Tidak Berencana Tarik Pasukan TNI di Lebanon, tapi Tetap Evaluasi

- Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa pemerintah tidak berencana menarik pasukan TNI dari United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Namun, pemerintah tetap melakukan evaluasi usai tewasnya tiga prajurit akibat serangan militer dalam konflik Israel-Lebanon.

"Tidak ada untuk ke situ (penarikan pasukan-red). Evaluasi tetap berjalan, evaluasi ke dalam dan keluar," kata Seskab Teddy, saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Ia menyampaikan, komitmen Indonesia untuk menjaga perdamaian dunia sudah sangat tegas dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Baca juga: Satgas PKH Selamatkan Rp 31,3 T, Seskab: Bukti Pemerintahan Prabowo Berantas Korupsi

Di sisi lain, pentingnya keamanan prajurit TNI dalam misi perdamaian juga sudah ditegaskan oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono.

"Saya rasa itu sudah sangat tegas disampaikan bahwa sesuai Undang-Undang pembukaan alinea empat, menertibkan menyampaikan dunia. Jadi, kita mengirim pasukan di sana untuk menjaga perdamaian dan kita tegas terhadap evaluasi yang ada seperti itu ya kira-kira," ucap Teddy.

Sebagai informasi, tiga prajurit TNI yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) tewas di Lebanon.

Insiden pertama terjadi usai kontingen Indonesia serangan artileri di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu (29/3/2026).

Satu prajurit Praka Dua atas nama Farizal Rhomadhon, meninggal dunia akibat serangan itu.

Dua prajurit lainnya tewas keesokan harinya pada Senin (30/3/2026), setelah konvoi pasukan yang dikawal mereka, diserang.

Baca juga: Seskab Teddy Sebut Kondisi Indonesia Terkendali: Tidak Ada Itu Chaos

Mereka adalah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Di sisi lain, ada lima prajurit lagi yang terluka.

Mereka adalah Letnan Satu Infanteri Sulthan Wirdean Maulana, Prajurit Kepala (Praka) Deni Rianto, Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan.

Terbaru, UNIFIL melaporkan tiga prajurit penjaga perdamaian Indonesia kembali terluka akibat ledakan di El Addaiseh, Lebanon selatan, pada Jumat (3/4/2025).

Tag:  #pemerintah #tidak #berencana #tarik #pasukan #lebanon #tapi #tetap #evaluasi

KOMENTAR