Polri: Semua Anggota Masih di Lapangan Antisipasi Arus Balik Kedua
- Polri resmi mengakhiri Operasi Ketupat 2026 pada Selasa (25/3/2026) pukul 24.00.
Operasi Ketupat sudah dimulai sejak 13 Maret 2026.
Meski demikian, seluruh personel kepolisian tetap disiagakan di lapangan untuk mengantisipasi potensi arus balik gelombang kedua.
"Malam ini pukul 24.00 mendasari TR Bapak Kapolri, operasi Ketupat sudah ditutup. Namun demikian, Kepolisian Negara Republik Indonesia masih melakukan kegiatan-kegiatan rutin yang ditingkatkan, jadi istilahnya KRYD (Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan)," kata Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho, dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).
Baca juga: Puncak Arus Balik Pertama Usai, Polri Siap untuk Tahap Kedua
"Jadi semua anggota masih berada di lapangan untuk mengantisipasi harkamtibmas termasuk juga arus balik yang kedua," sambung dia.
Menurut dia, langkah ini dilakukan mengingat masih ada sekitar 42 persen kendaraan pemudik yang belum kembali ke Jakarta.
Polri memprediksi puncak arus balik tahap kedua berpotensi terjadi pada 29 Maret 2026.
Agus menuturkan, selama Operasi Ketupat, pengamanan difokuskan pada lima klaster utama yang hingga kini masih terus dipantau.
Pertama, jalur arteri yang masih mengalami kepadatan akibat aktivitas silaturahmi lokal di sejumlah daerah seperti Bandung, Bali, dan Malang Raya.
Kedua, jalan tol sebagai tulang punggung pergerakan kendaraan.
Polri mencatat sekitar 3,5 juta kendaraan keluar dari Jakarta saat arus mudik, dengan proyeksi 3,4 juta kendaraan kembali.
Baca juga: Puncak Arus Balik di Terminal Poris Tangerang Diprediksi 28-29 Maret
“Arus mudik sudah berlalu, alhamdulillah memang cukup padat tetapi kita semuanya stakeholder atas kendali dari Bapak Kapolri bisa mengelola arus mudik dengan baik," ungkap dia.
Ketiga, simpul transportasi seperti pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk, serta bandara, stasiun, dan terminal.
Keempat, tempat ibadah selama rangkaian Idul Fitri hingga Hari Raya Nyepi yang disebut berlangsung aman dan kondusif.
Kelima, kawasan wisata yang saat ini masih dipadati masyarakat yang belum kembali ke kota asal.
“Dari sisi harkamtibmas tidak ada peristiwa yang menonjol," kata dia.
Agus menuturkan, keberhasilan pengelolaan arus mudik dan balik tahun ini tidak lepas dari strategi rekayasa lalu lintas yang adaptif berbasis evaluasi tahun sebelumnya.
Puncak arus mudik 2026 tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah, yakni 270.315 kendaraan dalam sehari atau naik 4,62 persen dibandingkan 2025.
Sementara puncak arus balik mencapai 256.338 kendaraan, meningkat 14,68 persen dari tahun lalu.
Untuk mengurai kepadatan, Polri menerapkan berbagai skema seperti one way nasional, one way lokal, hingga contraflow bertahap di ruas Tol Trans Jawa.
Selain itu, pemanfaatan tol fungsional seperti Japek Selatan, Bocimi, hingga ruas di Sumatera dan Jawa Timur turut membantu mendistribusikan arus kendaraan.
Menghadapi arus balik tahap kedua, Polri juga menyiapkan skenario darurat, termasuk kemungkinan pemberlakuan kembali sistem one way jika volume kendaraan di gerbang tol utama meningkat signifikan.
Agus menuturkan, parameter penerapan one way akan melihat jumlah kendaraan di Gerbang Tol Kalikangkung.
Baca juga: Polri Catat 1.288 Kasus Kejahatan di Hari Ke-13 Operasi Ketupat 2026
Jika mendekati 4.000 kendaraan, rekayasa lalu lintas akan diberlakukan.
“Kalau masih di bawah 3.800, 2.500 (kendaraan), kita masih bisa menggunakan jalur yang arah Jakarta dan arah ke Trans Jawa. Kita juga harus semua kita layani masyarakat yang akan datang ke arah Trans Jawa, Sumatera juga harus kita layani," tutur dia.
Di sisi lain, Agus menyebut, pelaksanaan Operasi Ketupat tahun ini menunjukkan hasil positif dari sisi keselamatan.
Ia mencatat angka fatalitas korban kecelakaan lalu lintas turun 30,89 persen, sementara jumlah kejadian kecelakaan turun 5,75 persen dibandingkan tahun lalu.
"Ini tentunya berkat media untuk bisa menyampaikan informasi ke masyarakat dan tentunya juga masyarakat sudah patuh berlalu lintas dan kami berada di lapangan baik itu di pos pengamanan, pos pelayanan termasuk juga inovasi-inovasi teknologi termasuk juga inovasi-inovasi pelayanan terhadap duta-duta pemudik dan arus balik," pungkas dia.
Tag: #polri #semua #anggota #masih #lapangan #antisipasi #arus #balik #kedua