Sore Ini Kemenag RI Gelar Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadhan
Ilustrasi sidang isbat. (Radar Malang)
09:16
17 Februari 2026

Sore Ini Kemenag RI Gelar Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadhan

- Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada Selasa (17/2) sore. Agenda akan dimulai dengan seminar posisi hilal sekitar pukul 16.30 WIB.

"Kementerian Agama akan menggelar Sidang Isbat untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah," sebagaimana dikutip dalam unggahan Instagram @kemenag_ri, Selasa (17/2).

Seminar posisi hilal akan digekar secara terbuka untuk umum, masyarakat bisa menonton secara langsung melalui kanal Youtube Bimas Islam TV, TikTok, dan IG Bimas Islam.

Setelah itu, sekitar pukul 18.30 akan digelar Sidang Isbat secara tertutup. Sidang Isbat itu akan dihadiri oleh sejumlah pihak, di antaranya Ketua Komisi VIII DPR RI, perwakilan Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Observatorium Bosscha ITB, Planetarium Jakarta, pakar falak dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, pimpinan ormas Islam, pondok pesantren, serta Tim Hisab Rukyat Kemenag.

Selepas Sidang Isbat, Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama Komisi VIII DPR dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menggelar konferensi pers yang akan disiarkan secara langsung melalui kanal milik Bimas Islam.

"Mari nantikan penetapan resmi awal Ramadan dan sambut bulan suci dengan penuh kebahagiaan," imbuhnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengatakan sidang isbat merupakan forum penting yang mengedepankan kehati-hatian, keilmuan, dan kebersamaan umat.

“Sidang isbat mempertemukan data hisab dengan hasil rukyatul hilal. Pemerintah berupaya memastikan penetapan awal Ramadan dilakukan secara ilmiah, transparan, dan melibatkan seluruh unsur terkait,” ujar Abu Rokhmad dalam keterangan tertulis, Kamis (12/2).

Berdasarkan perhitungan hisab, ijtimak (konjungsi) menjelang Ramadan 1447 H terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 19.01 WIB.

Saat matahari terbenam, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia berada di bawah ufuk, dengan ketinggian berkisar antara minus 2 derajat 24 menit 42 detik hingga minus 0 derajat 58 menit 47 detik. Sementara itu, sudut elongasi berkisar antara 0 derajat 56 menit 23 detik hingga 1 derajat 53 menit 36 detik.

Data tersebut menunjukkan bahwa hilal secara teoritis belum memenuhi kriteria visibilitas yang digunakan, termasuk kriteria MABIMS.
Untuk melengkapi data hisab, Kemenag tetap melaksanakan rukyatul hilal di 96 lokasi.

Pengamatan dilakukan oleh Kantor Wilayah Kemenag provinsi serta Kantor Kemenag kabupaten/kota, bekerja sama dengan Pengadilan Agama, ormas Islam, dan instansi terkait lainnya.

“Hasil rukyat dari seluruh titik tersebut menjadi bahan utama pembahasan dalam sidang isbat,” tegas Abu Rokhmad.

Ia menambahkan, keputusan akhir penetapan 1 Ramadan 1447 H akan diumumkan secara resmi melalui konferensi pers setelah sidang isbat selesai.

“Hasil hisab dan rukyat akan kami bahas bersama. Keputusan akhir akan disampaikan kepada masyarakat agar menjadi pedoman bersama umat Islam di Indonesia,” pungkasnya.

 

Editor: Sabik Aji Taufan

Tag:  #sore #kemenag #gelar #sidang #isbat #penetapan #awal #ramadhan

KOMENTAR