Prabowo di WEF Sebut Rakyatnya Paling Bahagia Sedunia: Tapi Saya Agak Sedih
Presiden RI Prabowo Subianto di World Economic Forum 2026, di Davos, Swiss. (YouTube World Economic Forum)
22:42
22 Januari 2026

Prabowo di WEF Sebut Rakyatnya Paling Bahagia Sedunia: Tapi Saya Agak Sedih

- Di mimbar Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF), Presiden RI Prabowo Subianto mengutip survei dari Gallup Poll dan Harvard University mengenai rakyat Indonesia adalah rakyat yang paling bahagia di dunia.

"Ini agak menggembirakan tetapi bagi saya juga agak menyedihkan," kata Prabowo di arena WEF 2026, Davos, Swiss, disiarkan langsung oleh YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (22/1/2026).

Prabowo menyebut dirinya sebenarnya terkejut dengan temuan survei itu.

"Saya sendiri terkejut. Gallup Poll dan Universitas Harvard menemukan melalui survei penelitian terhadap ratusan negara bahwa Indonesia, rakyat Indonesia adalah rakyat yang paling bahagia," ujar Prabowo.

Dalam survei tersebut, kata Prabowo, Indonesia merupakan negara yang paling berkembang di dunia, sekaligus memiliki rakyat yang optimistis.

Dia mengaku lega dengan temuan tersebut. Akan tetapi, Prabowo juga merasa sedih.

Sebab, Prabowo menyadari masih banyak rakyat yang tinggal di gubuk dan bahkan hanya makan nasi pakai garam.

"Saya tahu rakyat saya. Banyak dari mereka tinggal di gubuk. Banyak dari mereka tidak punya air bersih. Banyak dari mereka tidak punya kamar mandi. Banyak dari mereka makan nasi dengan garam. Namun mereka tersenyum. Namun mereka punya harapan," jelasnya.

"Kami juga mencapai swasembada beras. Pertama kalinya dalam bertahun-tahun. Produksi beras kami adalah yang tertinggi dalam sejarah Indonesia. Saya memberikan target untuk swasembada dalam empat tahun. Saya memberikan target kepada tim saya. Mereka melakukannya dalam waktu satu tahun. Saya yakin dalam empat tahun ke depan, kita akan swasembada produk pangan lainnya. Jagung, gula, protein," imbuh Prabowo.

Tag:  #prabowo #sebut #rakyatnya #paling #bahagia #sedunia #tapi #saya #agak #sedih

KOMENTAR