Jangan Mudah Panik Saat Terima Pesan Pengiriman, Ini 7 Tips Menghindari Penipuan Online
Ilustrasi menerima paket. (Stowfly).
16:16
20 Januari 2026

Jangan Mudah Panik Saat Terima Pesan Pengiriman, Ini 7 Tips Menghindari Penipuan Online

 

- Aktivitas belanja online dan pengiriman barang yang makin padat ternyata dibarengi risiko lain yang tak kalah serius, penipuan digital. Modusnya kian beragam, menyasar siapa saja, mulai dari pembeli ritel hingga pelaku usaha.

Bahkan, survei Diginex bersama Inventure dan ivosights pada 2025 mencatat 26,5 persen masyarakat Indonesia pernah menjadi korban penipuan online. Situasi ini diperkuat laporan Online Scams in Indonesia dari Kaspersky Lab yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat kerawanan penipuan digital tertinggi di ASEAN.

Artinya, kewaspadaan bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Berangkat dari kondisi tersebut, J&T Cargo membagikan beberapa tips. Tips tersebut diharapkan bisa membantu masyarakat mengenali pola penipuan logistik yang makin canggih sebelum terlanjur rugi secara finansial maupun data pribadi.

Agar lebih mudah diterapkan dalam keseharian, berikut rangkuman tips penting menghindari penipuan berkedok pengiriman barang yang patut dicermati.

1. Waspadai Pesan Pengiriman yang Datang Bertubi-tubi

Pelanggan kini terbiasa menerima notifikasi pengiriman, mulai dari status paket, asuransi tambahan, hingga info refund. Celah inilah yang kerap dimanfaatkan penipu dengan mengirim pesan palsu, tautan berbahaya, atau resi editan yang sekilas tampak meyakinkan.

Jika pesan datang dari nomor tak dikenal dengan nada mendesak, sebaiknya jangan langsung ditanggapi.

2. Kenali Modus Refund QRIS Palsu

Salah satu modus yang paling sering dilaporkan ke Hotline Customer Service Center J&T Cargo adalah penipuan refund melalui QRIS. Pelaku biasanya mengaku ada kendala pengiriman dan menawarkan pengembalian dana.

Namun, QRIS yang dikirim justru mengarahkan korban untuk mentransfer uang.

“Pelaku sering mengirimkan pesan mendesak yang membuat pelanggan panik sehingga tidak sempat melakukan pengecekan. Untuk itu, perlu dipahami bahwa J&T Cargo tidak pernah memproses refund melalui QRIS, rekening pribadi, maupun tautan yang dikirim lewat pesan instan,” ujar Eko Erwanto, SPV Hotline Customer Service Center J&T Cargo di Jakarta, Selasa (20/1).

3. Jangan Mudah Percaya Resi Fisik atau Dokumen Digital

Selain QRIS palsu, ada juga modus penggunaan resi fisik hasil editan, surat permintaan uang jaminan dengan kop perusahaan palsu, hingga situs pelacakan ilegal yang tampilannya menyerupai website resmi.

Ciri umumnya sama: korban diarahkan untuk membayar atau menyerahkan data pribadi lewat jalur yang tidak resmi.

4. Selalu Cek Website Resmi

Langkah paling dasar namun sering diabaikan adalah memastikan alamat situs yang diakses benar. J&T Cargo menegaskan bahwa pelanggan hanya perlu mengakses jtcargo.id. Domain yang mirip atau berbeda satu huruf patut dicurigai.

5. Verifikasi Nomor Resi Lewat Sistem Resmi

Resi palsu biasanya tidak akan terdaftar di sistem perusahaan. Jadi, sebelum percaya pada bukti kirim yang dikirim lewat chat atau email, luangkan waktu untuk mengeceknya langsung di sistem pelacakan resmi.

6. Abaikan Permintaan Data atau Pembayaran Mendesak

Permintaan refund, pembayaran tambahan, atau data sensitif yang dikirim lewat pesan instan, apalagi dari nomor pribadi, sebaiknya langsung diabaikan. Perusahaan logistik tidak akan meminta hal tersebut melalui jalur tidak resmi.

7. Hubungi Customer Care Jika Ragu

Jika masih ada keraguan, langkah paling aman adalah melakukan verifikasi langsung ke Customer Care sebelum mengambil tindakan apa pun.

“Jika menerima pesan atau tautan yang mencurigakan, jangan panik dan terburu-buru merespons. Luangkan waktu untuk melakukan pengecekan dan verifikasi. Langkah sederhana ini dapat membantu mencegah kerugian yang jauh lebih besar,” tambah Eko.

Di tengah derasnya arus digital, kehati-hatian menjadi benteng utama. Dengan prinsip sederhana cek dulu sebelum bertindak, risiko terjebak penipuan logistik bisa ditekan sejak awal.

 

Editor: Sabik Aji Taufan

Tag:  #jangan #mudah #panik #saat #terima #pesan #pengiriman #tips #menghindari #penipuan #online

KOMENTAR