Nicke Widyawati Ngaku Tak Pernah Kunjungi Terminal BBM Milik Anak Riza Chalid
Eks Direktur Utama PT Pertamina Persero Nicke Widyawati hadir dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah, Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (20/1/2026)()
14:50
20 Januari 2026

Nicke Widyawati Ngaku Tak Pernah Kunjungi Terminal BBM Milik Anak Riza Chalid

- Eks Direktur Utama PT Pertamina Persero Nicke Widyawati mengaku belum pernah mengunjungi terminal bahan bakar minyak (BBM) PT Orbit Terminal Merak (PT OTM) milik terdakwa Muhamad Kerry Adrianto Riza.

Hal ini Nicke sampaikan ketika dicecar Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah.

Jaksa lebih dahulu mendalami pengetahuan Nicke terkait kerja sama antara PT Pertamina dengan PT OTM.

“Ada perjanjian kerja sama sewa terminal TBBM Merak antara PT OTM dengan PT Pertamina saat itu?” tanya Jaksa Triyana Setia Putra, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Nicke mengatakan, kontrak kerja sama itu diteken pada 2014, sebelum dirinya menjabat.

Namun, Nicke mengetahui kalau kontrak yang diteken adalah soal penyewaan terminal.

Diketahui, Nicke menjabat sebagai Direktur Utama PT Pertamina pada periode 2018-2024.

“Oke, penyewaan. Itu lokasi TBBM-nya di mana, Bu?” tanya Jaksa Tri.

Nicke mengaku belum pernah mengunjungi terminal milik PT OTM ini.

“Saya belum pernah ke sana,” jawab Nicke.

Selain itu, Nicke mengaku tidak pernah mendapatkan laporan terkait dengan penyewaan terminal Merak milik PT OTM.

Nicke menjelaskan kalau penyewaan terminal BBM tidak masuk dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

Sebab, penyewaan terminal BBM masuk dalam ranah operasional.

Sementara, yang dicantumkan dalam RJPP dan RKAP hanya berkaitan dengan investasi.

“Yang ada di RJPP dan RKAP itu adalah investasi. Jadi, kalau penyewaan itu masuk dalam operasional saja,” ujar Nicke.

Selain itu, Nicke juga mengaku tidak pernah mendapatkan laporan soal kajian ulang atau review terkait penyewaan terminal BBM Merak.

“Bukan di masa saya. Jadi, di masa saya tidak ada langkah tersebut,” kata dia.

Sepanjang pengetahuan Nicke, Pertamina punya 113 terminal BBM di seluruh Indonesia.

Namun, dia tidak bisa membandingkan kapasitas terminal di wilayah berdekatan dengan terminal milik PT OTM.

“Saya kurang mengetahui untuk detailnya, hanya mengetahui total jumlah untuk Indonesia, 113,” imbuh Nicke.

Nicke Widyawati selaku Direktur Utama PT Pertamina periode 2018-2024 sebelumnya sudah pernah diperiksa untuk perkara atas nama Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan dan dua terdakwa lainnya.

Untuk hari ini, Nicke dimintai untuk enam terdakwa lainnya.

Secara keseluruhan, sidang hari ini berlangsung untuk sembilan terdakwa, yaitu Beneficial Owner PT Orbit Terminal Merak, Muhamad Kerry Adrianto Riza; Direktur Utama PT Pertamina International Shipping, Yoki Firnandi; VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional, Agus Purwono.

Lalu, Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim, Dimas Werhaspati; dan Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak, Gading Ramadhan Joedo.

Kemudian, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan; Direktur Feedstock dan Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional, Sani Dinar Saifuddin; Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga, Maya Kusmaya; dan VP Trading Operations PT Pertamina Patra Niaga, Edward Corne.

Secara keseluruhan, para terdakwa maupun tersangka disebutkan telah menyebabkan kerugian keuangan negara hingga Rp 285,1 triliun.

Tapi, perbuatan melawan hukum ini dilakukan para terdakwa dalam beberapa proyek dan pengadaan secara terpisah.

Sebagian contoh, Kerry Adrianto dan beberapa terdakwa terlibat dalam proyek sewa terminal bahan bakar minyak (BBM) dan penyewaan kapal pengangkut minyak.

Penyewaan terminal bahan bakar minyak (BBM) milik PT OTM menyebabkan kerugian keuangan negara senilai Rp 2,9 miliar.

Proyek ini diduga berasal dari permintaan Riza Chalid.

Saat itu, Pertamina disebutkan belum terlalu membutuhkan terminal BBM tambahan.

Sementara, dari penyewaan kapal, Kerry didakwa menerima keuntungan minimal 9,8 juta dollar Amerika Serikat.

Tag:  #nicke #widyawati #ngaku #pernah #kunjungi #terminal #milik #anak #riza #chalid

KOMENTAR