Pemerintah Tanggapi soal ''Child Grooming'' yang Dialami Aurelie Moeremans
ilustrasi anak dan orang dewasa. Ramai soal Broken Strings Aurelie Moeremans, Tanda orang dewasa lakukan child grooming.(Freepik)
12:18
15 Januari 2026

Pemerintah Tanggapi soal ''Child Grooming'' yang Dialami Aurelie Moeremans

- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi bersuara mengenai child grooming yang dialami artis Aurelie Moeremans di masa lalu.

Arifah menegaskan, praktik child grooming dan kekerasan seksual terhadap anak merupakan ancaman nyata yang masih terjadi di lingkungan masyarakat, dan membutuhkan kewaspadaan serta peran aktif seluruh elemen.

Child grooming dan kekerasan seksual terhadap anak adalah ancaman nyata dan serius yang kerap terjadi secara tersembunyi di sekitar kita. Pelaku biasanya membangun kedekatan dan kepercayaan anak secara bertahap sebelum melakukan eksploitasi dan kekerasan,” ujar Arifah, dalam keterangannya, Kamis (15/1/2026).

Arifah menuturkan, praktik child grooming dapat terjadi di berbagai lingkungan, termasuk keluarga, komunitas, dan satuan pendidikan.

Menurut dia, pola pendekatan yang tampak wajar ini sering kali luput dari pengawasan.

“Pemahaman masyarakat terhadap tanda-tanda awal grooming menjadi sangat penting dan dibutuhkan sebagai langkah pencegahan kekerasan seksual terhadap anak. Kami harapkan masyarakat bisa meningkatkan kewaspadaan dan melindungi anak-anak agar tidak terjebak dalam bujuk rayu pelaku,” tutur dia.

Arifah mengatakan, seiring dengan perkembangan teknologi, praktik child grooming juga semakin banyak terjadi di ruang digital.

Dia menyebut, pelaku memanfaatkan media sosial, game online, dan berbagai platform komunikasi untuk menjalin relasi dengan anak, menyamarkan identitas, serta memanipulasi korban secara psikologis.

“Kondisi ini menuntut pengawasan yang lebih kuat dari orangtua, guru di sekolah, lingkungan keluarga dan masyarakat, serta peningkatan literasi digital bagi anak,” ujar Arifah.

Arifah mengatakan, pihaknya memandang karya Aurelie berjudul The Broken Strings dapat menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat bahwa kekerasan terhadap anak adalah nyata dan dapat terjadi pada siapa saja, serta dibutuhkan upaya bersama untuk melakukan penguatan sistem perlindungan terhadap anak.

Dia pun mengingatkan bahwa, berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, setiap anak berhak memperoleh perlindungan dari segala bentuk diskriminasi, eksploitasi, dan kekerasan, termasuk kekerasan seksual.

“Kami mengajak orangtua, pendidik, dan masyarakat untuk lebih peka, membangun komunikasi terbuka dengan anak, serta berani bertindak jika menemukan tanda-tanda kekerasan atau grooming,” imbuh dia.

Aurelie buka pengalaman pahit

Aktris Aurelie Moeremans menarik perhatian publik setelah secara terbuka mengungkap pengalaman pahitnya menjadi korban grooming saat masih remaja.

Kisah tersebut ia tuangkan dalam sebuah buku digital berjudul Broken Strings, yang berisi pengakuan pribadi sekaligus refleksi atas trauma yang ia alami.

Melalui akun Instagram pribadinya, Aurelie mengungkapkan bahwa peristiwa itu bermula ketika ia berusia 15 tahun.

Pelakunya adalah seorang pria yang usianya hampir dua kali lipat dari dirinya.

“Buku ini adalah kisah nyata tentang aku. Tentang bagaimana aku di-grooming waktu umur 15 tahun oleh seseorang yang usianya hampir dua kali umur aku,” tulis Aurelie.

Dalam bab awal bukunya, Aurelie menceritakan pertemuannya dengan pria yang ia samarkan dengan nama Bobby di sebuah lokasi syuting.

Sejak pertemuan tersebut, ia mengaku mulai mengalami manipulasi dan kontrol secara perlahan.

Tag:  #pemerintah #tanggapi #soal #child #grooming #yang #dialami #aurelie #moeremans

KOMENTAR