Soal Penambang Ilegal di Sumbar, Andre Rosiade: Dulu Kapolri Turun Hilang, Terus Muncul Lagi
Anggota DPR asal Sumatera Barat, Andre Rosiade, mendatangi Bareskrim Polri, Senin (12/1/2026) untuk berkoordinasi terkait kasus penambang ilegal di Sumatera Barat.(KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA)
10:50
12 Januari 2026

Soal Penambang Ilegal di Sumbar, Andre Rosiade: Dulu Kapolri Turun Hilang, Terus Muncul Lagi

- Anggota DPR asal Sumatera Barat, Andre Rosiade, menyoroti belum tuntasnya penanganan kasus penambang ilegal di Sumatera Barat meski sebelumnya sempat mendapat perhatian langsung dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Menurut Andre, praktik tambang ilegal di daerahnya pernah berhenti sementara saat penindakan dilakukan, namun kembali muncul setelah beberapa waktu.

Hal itu disampaikan Andre usai berkoordinasi dengan Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, pada Senin (12/1/2026).

“Dulu juga sudah pernah Pak Kapolri, Pak Listyo Sigit. Turun, hilang berapa bulan, habis itu muncul lagi," kata Andre, Senin pagi.

Andre mengatakan, kedatangannya ke Bareskrim Mabes Polri bertujuan untuk mengoordinasikan penanganan kasus penambang ilegal.

Ia pun menyoroti kasus penganiayaan terhadap nenek Saudah di Kabupaten Pasaman yang dinilai hanyalah puncak gunung es dari persoalan yang lebih besar.

“Jadi, kasus nenek Saudah yang ada di Pasaman itu adalah puncak gunung es. Kita tahu beberapa tahun belakang peti penambangan emas secara ilegal di Sumatera Barat itu marak. Ada di Kabupaten Pasaman, di tempat nenek Saudah itu. Lalu di Kabupaten Pasaman," ujar dia.

Menurut dia, aktivitas tambang ilegal tidak hanya terjadi di Kabupaten Pasaman, tetapi juga tersebar di Pasaman Barat, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Sijunjung, serta sejumlah daerah lainnya.

Andre mengatakan, keberadaan tambang ilegal tersebut sudah menjadi rahasia umum di tengah masyarakat.

“Masyarakat luas sangat tahu bahwa tambang-tambang ilegal di sungai-sungai, di Pasaman, Pasaman Barat, di Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Solok Selatan itu ada. Untuk itu saya berkoordinasi hari ini (dengan bareskrim)," ujar dia.

Andre menilai, aparat penegak hukum di daerah seharusnya tidak menutup mata terhadap praktik tersebut, terutama di wilayah-wilayah yang sudah lama dikenal sebagai titik penambangan ilegal.

“Dan juga kita berharap aparat penegak hukum yang ada di Sumatera Barat, khususnya polres-polres yang punya titik penambangan ilegal ini tidak menutup mata. Karena penambangan ilegal di Sumatera Barat ini sudah merupakan rahasia umum," tegas politikus Partai Gerindra ini.

Terkait kemungkinan keterlibatan oknum yang membekingi tambang ilegal, Andre mengakui hal tersebut sangat mungkin terjadi karena praktiknya sudah berlangsung lama dan masif.

Namun, Andre menyebut, sejauh ini tidak ditemukan keterlibatan korporasi besar dalam praktik tambang ilegal di Sumatera Barat.

Aktivitas tersebut, kata dia, dijalankan oleh para pemain lokal maupun dari luar daerah yang memiliki puluhan alat berat.

Andre menegaskan, langkah koordinasi ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menindak tegas tambang ilegal dan tambang liar.

Terlebih kerusakan lingkungan akibat aktivitas tersebut berpotensi memicu bencana alam susulan.

“Masa menunggu bencana alam dulu, baru kita melakukan tindakan," pungkas dia.

Tag:  #soal #penambang #ilegal #sumbar #andre #rosiade #dulu #kapolri #turun #hilang #terus #muncul #lagi

KOMENTAR