Bocor! Bernardo Tavares Ungkap Alasan Tak Bawa Anak Emasnya dari PSM Makassar ke Persebaya Surabaya
Victor Luiz dipastikan sulit bergabung ke Persebaya Surabaya karena sikap tegas Bernardo Tavares. (PSM Makassar)
08:56
5 Januari 2026

Bocor! Bernardo Tavares Ungkap Alasan Tak Bawa Anak Emasnya dari PSM Makassar ke Persebaya Surabaya

Bernardo Tavares akhirnya mengungkap alasan di balik keputusannya tidak membawa anak emasnya dari PSM Makassar ke Persebaya Surabaya. Keputusan ini sekaligus menjawab rasa penasaran Bonek yang sejak awal menantikan “rombongan” pemain PSM menyusul sang pelatih ke Kota Pahlawan.

Bernardo Tavares resmi mendarat di Surabaya pada Minggu (4/1/2026) malam untuk memulai petualangan barunya bersama Persebaya Surabaya.

Kehadiran pelatih asal Portugal itu langsung memantik ekspektasi besar, terutama soal potensi transfer pemain dari klub lamanya.

Dalam kedatangannya ke Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares tidak datang sendirian. Ia membawa Renato Duarte yang dipercaya menjadi asisten pelatih untuk membantunya mengelola tim berjuluk Green Force.

Selain Renato Duarte, Bernardo juga akan bekerja sama dengan jajaran staf pelatih yang sebelumnya sudah ada di Persebaya Surabaya.

Mereka adalah Uston Nawawi, Shin Sang-gyu, dan Felipe Americo Martins Goncalves yang bertugas sebagai pelatih penjaga gawang.

Kombinasi staf lama dan baru ini diharapkan mampu menciptakan fondasi kuat bagi Persebaya Surabaya di Super League 2025/2026.

Namun, sorotan publik justru tertuju pada satu hal, yakni absennya pemain PSM Makassar yang ikut hijrah.

Isu soal anak emas Bernardo Tavares dari PSM Makassar memang sejak awal santer terdengar.

Beberapa nama bahkan disebut-sebut berpotensi menyusul sang pelatih ke Surabaya, termasuk Victor Luiz yang ramai dirumorkan di bursa transfer paruh musim.

Menjawab ekspektasi tinggi tersebut, Bernardo Tavares akhirnya angkat bicara secara terbuka. Ia menyadari harapan besar suporter Persebaya Surabaya yang ingin melihat satu atau dua pemain PSM bergabung dengan Green Force.

“Pada saat ini, saya tahu, beberapa pemain dari PSM Makassar menghubungi saya dan melihat saya menandatangani (kontrak di Persebaya). Tapi kita harus bersikap rendah hati.” Ucapan itu menjadi penanda sikap Bernardo yang memilih jalan profesional, Minggu (4/1/2025).

Ia menegaskan tidak ingin melangkahi etika dan aturan yang berlaku dalam dunia sepak bola profesional. “Dan kita harus menghormati. Mereka memiliki kontrak dengan PSM Makassar. Jadi, kita tidak bisa membuat sesuatu untuk klub lain.”

Bernardo juga menempatkan dirinya pada posisi yang adil sebagai pelatih. “Karena kita juga tidak ingin klub lain membuat sesuatu untuk kita. Jadi, kita harus menghormati kontraknya. Kita harus menghormati.”

Bagi Bernardo Tavares, hubungan baik dengan klub lama bukan sesuatu yang bisa diputus begitu saja. Ia menegaskan rasa hormatnya kepada PSM Makassar yang pernah menjadi bagian penting dalam kariernya.

“Tapi, kita membuat sejarah yang baik di PSM Makassar. Dan sekarang, kita akan mencoba membuat sejarah yang baik di Persebaya.” Kalimat itu menunjukkan fokusnya kini sepenuhnya tertuju pada Green Force.

Rasa hormat Bernardo tidak hanya untuk manajemen PSM Makassar. “Saya sangat menghormati klub PSM Makassar, dan suporternya,” lanjutnya dengan nada tegas namun tenang.

Meski demikian, Bernardo paham dirinya kini berada di lingkungan baru dengan tantangan berbeda. Ia ingin membangun Persebaya Surabaya tanpa meninggalkan nilai saling menghormati antar klub dan suporter.

“Tapi sekarang, kita harus membangun sesuatu untuk menghormati satu sama lain.” Pernyataan ini menjadi fondasi pendekatan Bernardo dalam memulai era barunya di Surabaya.

Ia juga menekankan pentingnya hubungan harmonis di internal klub. “Suporter dari Persebaya, saya, pemain-pemain kita, tempat kita itu fundamental.”

Bagi Bernardo, suasana kerja yang sehat adalah kunci utama kesuksesan. “Ini penting untuk membuat atmosfer yang baik antara semua orang,” ucapnya menutup penjelasan.

Sikap ini memperlihatkan karakter Bernardo Tavares yang dikenal profesional dan berprinsip. Ia memilih tidak “membajak” pemain yang masih terikat kontrak, meski memiliki kedekatan emosional dan teknis dengan mereka.

Keputusan tersebut sekaligus menjadi sinyal Persebaya Surabaya akan dibangun dengan pendekatan jangka panjang.

Fokusnya bukan sekadar nama besar atau kedekatan personal, melainkan fondasi tim yang solid dan saling menghormati.

Rumor Victor Luiz dan pemain PSM lainnya pun sementara harus dikesampingkan. Bernardo ingin memulai lembaran baru di Persebaya Surabaya dengan cara yang bersih dan terhormat.

Bagi Bonek, pernyataan ini mungkin tak sepenuhnya memuaskan dahaga transfer. Namun, di balik itu tersimpan pesan penting tentang etika, profesionalisme, dan visi besar yang sedang dirajut di tubuh Green Force.

Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares (tengah) saat menjawab pertanyaan dari awak media setelah mendarat di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Minggu (4/1/2026) malam. ANTARA/Naufal Ammar.

Editor: Hendra Eka

Tag:  #bocor #bernardo #tavares #ungkap #alasan #bawa #anak #emasnya #dari #makassar #persebaya #surabaya

KOMENTAR