VIDEO KPU Tegaskan Tolak Ubah Format Debat Meski Dikritik Jokowi
17:49
10 Januari 2024

VIDEO KPU Tegaskan Tolak Ubah Format Debat Meski Dikritik Jokowi

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan tidak akan mengubah format debat calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) 2024 meski dikritik Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Padahal menurut Jokowi, debat ketiga Pilpres 2024 hanya memperlihatkan aksi saling serang sehingga substansi dan visi misi para capres tidak terlihat.

Sehingga akhirnya Jokowi mengusulkan adanya perubahan format dalam debat.

Menurut Jokowi, debat ketiga Pilpres 2024 lalu tidak memberikan edukasi kepada masyarakat.

Mengenai usulan Presiden Jokowi untuk mengubah format debat, Ketua KPU Hasyim Asyari menegaskan tidak akan melakukannya.

Pasalnya, format debat tersebut sudah pakem dan telah disepakati oleh seluruh tim suskes pasangan capres-cawapres.

Apabila diubah, Hasyim menjelaskan, nantinya justru menimbulkan banyak pertanyaan karena tiba-tiba ada perubahan kembali.

Ditegaskan Hasyim kembali, pihaknya tidak akan membuat rambu-rambu baru pada debat berikutnya.

Debat Pilpres 2024 sendiri masih akan berlangsung dua kali yakni debat keempat dengan peserta cawapres dan debat kelima dengan peserta capres.

Mengenai kritik Presiden Jokowi soal debat itu, capres nomor urut 1 Anies Baswedan dan capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo membantah menyerang personal saat debat capres.

Anies memberikan bantahan dia telah menyerang secara pribadi saat debat.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan debat tersebut murni membahas kebijakan pertahanan.

Anies pun menilai sangat aneh jika ada yang memandang pembahasan pada debat itu sebagai serangan personal.

Bahkan, ia mengaku terkejut karena mengetahui Presiden Jokowi yang melontarkan kritik itu.

Hal itu lantaran kepala negara yang seharusnya netral malah ikut berkomentar mengenai jalannya debat hingga mengusulkan aturan main perdebatan.

Anies memberikan bantahan dia telah menyerang secara pribadi saat debat.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan debat tersebut murni membahas kebijakan pertahanan.

"Sebenarnya yang dibahas tadi malam semua soal kebijakan, kebijakan-kebijakan yang dilakukan, dan ini adalah bagian dari publik bisa melakukan penilaian atas kebijakan yang dibuat," kata Anies di Gorontalo, Senin (8/1/2024), dikutip dari Wartakotalive.com.

Anies pun menilai sangat aneh jika ada yang memandang pembahasan pada debat itu sebagai serangan personal.

Bahkan, ia mengaku terkejut karena mengetahui Presiden Jokowi yang melontarkan kritik itu.

Ini lantaran kepala negara yang seharusnya netral malah ikut berkomentar mengenai jalannya debat hingga mengusulkan aturan main perdebatan.

"Ini sama sekali tidak ada yang personal, semuanya adalah tentang kebijakan. Bisa di-review ulang kok apa yang kemarin dibahas," ujarnya.

"Jadi, saya malah agak terkejut Pak Presiden kok berkomentar soal debat ya? Jadi saya tidak mau berkomentar terlalu banyak dah, biar publik aja nanti yang menilai," imbuh dia.

Senada dengan Anies, Ganjar juga memberikan bantahan bahwa dia menyerang secara personal saat debat.

Ganjar menyatakan tidak sepakat dengan kritik yang disampaikan Presiden Jokowi karena ia merasa menyerang program para capres lainnya, bukan personal.

Sementara itu, cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menilai, tidak ada yang salah dalam debat capres pada Minggu (7/1/2024) lalu.

Menurut Cak Imin, debat capres antara Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo sudah memunculkan visi dan misi masing-masing paslon.

Kemudian, ketika mendengar wacana perihal format debat untuk bisa diperbaiki, Cak Imin pun melontarkan pertanyaan apakah hal tersebut tidak berbahaya.

Lalu, menurut cawapres nomor urut 3, Mahfud MD, debat pilpres tersebut tidak personal, sebagaimana penilaian Presiden Jokowi.(*)

Editor: Srihandriatmo Malau

Tag:  #video #tegaskan #tolak #ubah #format #debat #meski #dikritik #jokowi

KOMENTAR