Siapa Saja 9 WNI Global Sumud Flotilla yang Sempat Ditangkap Israel?
Pada Mei 2026, Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menjalankan misi armada kapal sipil yang bertujuan memecah blokade Israel terhadap Gaza dan mengantarkan bantuan kemanusiaan. Di antara ratusan aktivis dari berbagai negara, sembilan warga negara Indonesia (WNI) menjadi sorotan setelah kapal-kapal mereka dicegat militer Israel di perairan internasional dekat Siprus pada 18 Mei 2026.
9 WNI Global Sumud Flotilla ini terdiri dari empat jurnalis dan lima aktivis kemanusiaan. Mereka sempat ditahan selama beberapa hari sebelum akhirnya dibebaskan dan dipulangkan ke Indonesia melalui Turki.
Misi Global Sumud Flotilla 2.0 ini melibatkan puluhan kapal dari berbagai negara yang berangkat dari Turki dengan tujuan mengirimkan bantuan medis, makanan, dan kebutuhan dasar lainnya ke Gaza yang sedang mengalami krisis kemanusiaan akibat konflik berkepanjangan.
Indonesia turut berpartisipasi melalui Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) atau Sumud Nusantara. Para relawan ini berlayar dengan semangat solidaritas, meski menyadari risiko tinggi di perairan Mediterania Timur.
Berikut adalah daftar kesembilan WNI yang sempat ditangkap Israel beserta peran mereka:
1. Andre Prasetyo Nugroho (Jurnalis Tempo TV) – Salah satu yang paling sering disebut dalam pemberitaan. Ia berada di kapal Ozgurluk dan sempat melaporkan kondisi pelayaran sebelum komunikasi terputus.
2. Bambang Noroyono (Jurnalis Republika) – Aktif meliput misi ini dan sempat merekam pernyataan darurat saat ditangkap.
3. Thoudy Badai (Jurnalis Republika) – Turut menjadi bagian dari tim jurnalis yang mendokumentasikan perjalanan armada.
4. Rahendro Herubowo (Jurnalis) – Ikut dalam rombongan peliputan di salah satu kapal yang dicegat.
5. Andi Angga Prasadewa (Aktivis) – Perwakilan aktivis filantropi yang berada di Kapal Josef.
6. Herman Budianto Sudarsono (Aktivis) – Terlibat dalam koordinasi bantuan kemanusiaan.
7. Ronggo Wirasanu (Aktivis) – Salah satu relawan yang berangkat lebih awal ke Turki.
8. As’ad Aras Muhammad (Aktivis) – Aktivis yang mendukung misi solidaritas Global South.
9. Hendro Prasetyo (Aktivis) – Turut serta dalam upaya pengiriman bantuan.
Pencegatan terjadi secara bertahap mulai 18 Mei 2026. Lima WNI ditangkap pada hari pertama, diikuti yang lain pada hari-hari berikutnya. Seluruhnya kemudian dibawa ke Pelabuhan Ashdod, Israel.
Para relawan melaporkan mengalami perlakuan keras selama ditahan, termasuk pemukulan, penendangan, penggunaan taser (setrum), dan kondisi tahanan yang tidak manusiawi seperti tidur di peti kemas dalam keadaan basah dan dingin.
Beberapa juga menyebut adanya kekerasan yang lebih serius, meski pihak Israel membantah tuduhan tersebut.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) langsung bergerak cepat. Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono, mendampingi mereka di Turki.
Menteri Luar Negeri Sugiono bahkan menyambut langsung kepulangan mereka di Bandara Soekarno-Hatta pada 24 Mei 2026. Indonesia mengecam keras tindakan Israel dan mempertimbangkan langkah hukum internasional.
Kepulangan kesembilan WNI ini disambut hangat oleh keluarga, sesama aktivis, dan masyarakat Indonesia. Mereka tiba dalam kondisi sehat meski trauma, dan langsung berbagi cerita tentang pengalaman mencekam sekaligus tekad yang semakin kuat untuk terus mendukung Palestina.
Latar Belakang WNI Ikut Global Sumud Flotilla
Global Sumud Flotilla bukan misi pertama yang mencoba memecah blokade Gaza. Sejak Freedom Flotilla tahun 2010, gerakan serupa terus muncul sebagai bentuk perlawanan sipil non-kekerasan terhadap pendudukan dan blokade.
Partisipasi Indonesia yang cukup signifikan mencerminkan solidaritas kuat masyarakat Muslim terbesar di dunia terhadap isu Palestina.
Bagi ke-9 WNI ini, perjalanan tersebut bukan sekadar petualangan, melainkan panggilan hati nurani. Sebagai jurnalis, mereka membawa tugas meliput fakta di lapangan.
Sebagai aktivis, mereka mewakili harapan jutaan orang Indonesia yang ingin berkontribusi langsung.
Meski sempat menjadi tawanan, semangat sumud (keteguhan) Palestina yang mereka bawa pulang justru semakin menguatkan gerakan solidaritas global.
Kisah 9 WNI Global Sumud Flotilla ini merupakan bentuk perjuangan kemanusiaan di tengah konflik yang kompleks. Mereka membuktikan bahwa suara sipil, meski sering dibungkam, tetap bergema di panggung internasional.
Tag: #siapa #saja #global #sumud #flotilla #yang #sempat #ditangkap #israel