Kapan Katarak Harus Dioperasi? Ini Tanda-tanda yang Perlu Diwaspadai
Ilustrasi katarak, cara mengobati katarak, operasi katarak, penyebab katarak. (Shutterstock/Inside Creative House)
08:35
22 Mei 2026

Kapan Katarak Harus Dioperasi? Ini Tanda-tanda yang Perlu Diwaspadai

- Katarak terjadi ketika lensa mata berubah menjadi keruh sehingga penglihatan tampak kabur seperti tertutup kabut.

Pada tahap awal, sebagian orang mungkin masih dapat beraktivitas seperti biasa. Namun, jika dibiarkan, katarak dapat semakin mengganggu kualitas hidup dan membuat aktivitas sehari-hari menjadi tidak nyaman.

Dokter spesialis mata dr. Nina Asrini Noor, Sp.M mengatakan, operasi katarak sebaiknya mulai dipertimbangkan ketika penglihatan sudah memengaruhi kenyamanan dan aktivitas harian seseorang.

Baca juga: Sering Dianggap Sama, Ini Beda Katarak dan Glaukoma

“Tanda-tanda seperti ini harus diperiksakan. Kalau sudah terdiagnosis katarak, maka segera ditindak dengan operasi agar tidak semakin parah dan mengganggu aktivitas harian,” jelas dr. Nina dalam Media Briefing JEC di Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026).

Simak beberapa tanda katarak yang perlu segera diperiksakan dan dipertimbangkan untuk operasi.

5 Kondisi yang menandakan katarak perlu segera dioperasi

1. Penglihatan mulai mengganggu pekerjaan

Dokter spesialis mata dr. Nina Asrini Noor, Sp.M dalam Media Briefing JEC di Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026).KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA Dokter spesialis mata dr. Nina Asrini Noor, Sp.M dalam Media Briefing JEC di Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026).

Salah satu tanda paling umum adalah ketika penglihatan mulai menghambat aktivitas produktif sehari-hari. Kondisi ini sering dirasakan saat membaca, bekerja di depan komputer, atau melihat tulisan kecil.

“Kalau pasien adalah orang yang produktif dan aktif, tetapi penglihatannya sudah terganggu, ketika membaca sudah enggak nyaman,” ujar dr. Nina.

Katarak membuat cahaya yang masuk ke mata tidak dapat difokuskan dengan baik sehingga objek terlihat kabur. 

Jika kondisi ini mulai mengganggu pekerjaan atau aktivitas rutin, pemeriksaan mata sebaiknya tidak ditunda.

2. Aktivitas sehari-hari terasa tidak nyaman

Katarak juga dapat membuat aktivitas sederhana menjadi lebih sulit dilakukan. Mulai dari berjalan, memasak, menonton televisi, hingga berkendara bisa terasa kurang nyaman akibat penglihatan yang semakin buram.

“Ketika beraktivitas sehari-hari juga enggak nyaman dan mulai terganggu atau buram penglihatannya,” kata dr. Nina.

Pada banyak kasus, penurunan penglihatan terjadi secara perlahan sehingga penderita sering kali baru menyadarinya ketika kondisi sudah cukup mengganggu.

3. Penglihatan terasa seperti berkabut

Ciri khas katarak adalah penglihatan yang tampak berkabut atau seperti tertutup lapisan tipis. Kondisi ini membuat penderita kesulitan melihat detail objek maupun mengenali wajah dari kejauhan.

Akibatnya, seseorang yang sebelumnya mandiri mulai membutuhkan bantuan orang lain dalam melakukan aktivitas tertentu.

“Yang dulunya biasa melakukan berbagai aktivitas sendiri, tapi lama kelamaan mulai bergantung pada orang lain karena ketika melihat seperti berkabut,” lanjut dr. Nina.

Jika kondisi ini mulai terjadi, operasi katarak biasanya menjadi pilihan untuk membantu mengembalikan kualitas penglihatan.

Baca juga: Anak Asri Welas Alami Katarak Kongenital, Sempat Sulit Cari Kacamata

4. Mata menjadi silau saat melihat cahaya terang

Selain penglihatan buram, penderita katarak juga kerap mengalami sensitivitas terhadap cahaya terang. Gejala ini dapat muncul saat berada di bawah sinar matahari atau melihat lampu kendaraan pada malam hari.

“Bisa juga ketika melihat lampu yang terang rasanya seperti terganggu,” ujar dr. Nina.

Rasa silau yang berlebihan dapat membuat aktivitas di luar rumah menjadi tidak nyaman, bahkan meningkatkan risiko kecelakaan saat berkendara malam hari.

5. Penglihatan terus memburuk

Katarak tidak dapat sembuh dengan sendirinya. Seiring waktu, kekeruhan pada lensa mata dapat semakin parah dan menyebabkan penurunan penglihatan yang lebih berat.

Karena itu, pemeriksaan mata secara rutin penting dilakukan, terutama jika mulai muncul gejala penglihatan kabur atau tidak nyaman saat beraktivitas.

Menurut dr. Nina, operasi menjadi satu-satunya penanganan untuk mengatasi katarak. Prosedur ini dilakukan dengan mengganti lensa mata yang keruh menggunakan lensa buatan agar penglihatan kembali lebih jelas.

Saat ini, operasi katarak juga dinilai semakin aman dan cepat berkat perkembangan teknologi medis. 

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak menunggu hingga kondisi mata semakin parah sebelum memeriksakan diri ke dokter spesialis mata.

 Baca juga: Cara Mencegah Katarak dengan Konsumsi Daun Kelor, Apakah Efektif?

Tag:  #kapan #katarak #harus #dioperasi #tanda #tanda #yang #perlu #diwaspadai

KOMENTAR