Program Pendampingan Bisnis Bantu Siswa Kembangkan Usaha dan Pola Pikir Adaptif
Belajar dari Praktik, Siswa Dilatih Kelola Bisnis dan Hadapi Tantangan Nyata (Dok. Istimewa)
16:29
27 April 2026

Program Pendampingan Bisnis Bantu Siswa Kembangkan Usaha dan Pola Pikir Adaptif

Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat, pilihan karier bagi generasi muda tidak lagi terbatas pada jalur konvensional. Wirausaha kini muncul sebagai alternatif yang tidak hanya menjanjikan secara ekonomi, tetapi juga memberi ruang bagi anak muda untuk menciptakan dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya. 

Inilah yang coba ditanamkan sejak dini kepada siswa SMA/SMK melalui Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program (SCYEP). 

Program hasil kolaborasi antara Prestasi Junior Indonesia, Starbucks Indonesia, dan The Starbucks Foundation ini dirancang bukan sekadar mengenalkan konsep bisnis, tetapi mengajak siswa benar-benar terjun langsung membangun usaha. 

Mereka tidak hanya belajar teori, melainkan menciptakan produk, mengelola keuangan, hingga memasarkan bisnis melalui konsep student company di sekolah.

Pendekatan ini menjadi penting karena kewirausahaan bukan sekadar kemampuan menghasilkan uang, melainkan juga soal membangun pola pikir

Siswa dilatih untuk berpikir kreatif, adaptif, dan berani mengambil keputusan, keterampilan yang semakin relevan di tengah dinamika ekonomi global.

Sejak diluncurkan pada 2019, SCYEP telah menjangkau lebih dari 6.000 siswa di berbagai daerah di Indonesia. Pada tahun ajaran 2025/2026, program ini melibatkan lebih dari 1.000 siswa dari 15 sekolah di berbagai kota, mulai dari Medan hingga Jayapura. 

Para siswa ini mendapatkan pendampingan langsung dari ratusan relawan yang berperan sebagai mentor bisnis.

Avolina Raharjanti, Senior General Manager Corporate Public Relation PT Sari Coffee Indonesia, menegaskan bahwa keterlibatan para relawan bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan.

“Sejak tahun 2011, partner Starbucks terus berkomitmen untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat sebagai bagian dari Bulan Kebaikan Global. Di kegiatan ini, lebih dari 200 partner terlibat sebagai sukarelawan untuk memberikan pendampingan terhadap siswa-siswi dalam merintis dan mengembangkan perusahaan siswa,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendampingan ini menjadi cara konkret untuk mendorong kewirausahaan sebagai pilihan karier yang menjanjikan bagi generasi muda.

Lebih jauh, program ini menggabungkan dua pendekatan pembelajaran: JA Be Entrepreneurial untuk membangun fondasi pola pikir, serta JA Company Program yang memberikan pengalaman nyata menjalankan bisnis. 

Kombinasi ini dinilai efektif karena siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga merasakan langsung tantangan dunia usaha.

Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia, Utami Anita Herawati, menjelaskan bahwa pendekatan tersebut dirancang agar siswa mampu mengimplementasikan ide menjadi usaha yang konkret.

“Program ini menghadirkan pendekatan pembelajaran kewirausahaan yang semakin komprehensif. Siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mengimplementasikan ide menjadi usaha nyata yang inovatif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Menurutnya, hal ini mencerminkan besarnya potensi generasi muda Indonesia untuk menjadi wirausaha yang adaptif dan berdampak.

Dukungan terhadap inisiatif seperti ini juga datang dari pemerintah. Leontinus Alpha Edison menilai program ini sebagai ruang strategis bagi pelajar untuk mengembangkan keterampilan yang lebih luas dari sekadar akademik.

“Kami mengapresiasi inisiatif ini sebagai wujud nyata kolaborasi dalam mendorong pemberdayaan generasi muda melalui kewirausahaan. Program ini menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan keterampilan bisnis, inovasi, serta kepedulian sosial dan lingkungan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kewirausahaan di kalangan pelajar bukan hanya soal menciptakan lapangan kerja di masa depan, tetapi juga tentang membangun generasi yang mampu menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan sosial.

Sisi inspiratif dari SCYEP terletak pada bagaimana siswa diberi kepercayaan untuk mencoba, gagal, lalu bangkit kembali dalam proses belajar. Melalui kompetisi Regional Student Company, misalnya, mereka tidak hanya diuji dari sisi ide produk, tetapi juga strategi pemasaran, pengelolaan keuangan, hingga potensi pengembangan bisnis. 

Pengalaman ini menjadi bekal berharga yang sulit didapatkan hanya dari ruang kelas. Pada akhirnya, mendorong siswa SMA/SMK untuk mengeksplorasi kewirausahaan berarti membuka lebih banyak kemungkinan masa depan. Bukan hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta peluang. 

Dengan bimbingan yang tepat dan ekosistem yang mendukung, seperti yang dilakukan melalui SCYEP, generasi muda Indonesia memiliki peluang besar untuk tumbuh menjadi wirausaha yang tidak hanya sukses secara finansial, tetapi juga membawa dampak positif bagi masyarakat luas.

Editor: Dinda Rachmawati

Tag:  #program #pendampingan #bisnis #bantu #siswa #kembangkan #usaha #pola #pikir #adaptif

KOMENTAR