Viral Minum Lemon dan Minyak Zaitun, Dokter Ungkap Risikonya
Tren minum lemon dan minyak zaitun untuk kulit glowing semakin viral dan banyak diikuti tanpa pikir panjang.
Minuman ini sering dianggap aman karena berbahan alami. Namun, konsumsi yang tidak tepat justru bisa menimbulkan efek samping yang tidak disadari.
Dokter mengingatkan bahwa kebiasaan ini bisa berdampak pada berat badan, lambung, hingga kesehatan gigi.
Baca juga: Viral Minum Lemon dan Minyak Zaitun Bikin Glowing, Dokter: Tak Ada Mekanismenya
Minyak zaitun bisa memicu kenaikan berat badan
Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Ciputra Citra Garden, dr. Jovita Amelia, MSc, SpGK, menjelaskan bahwa minyak zaitun tetap merupakan lemak yang tinggi kalori.
Jika dikonsumsi berlebihan, minyak zaitun dapat meningkatkan asupan kalori harian secara signifikan.
Kondisi ini berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan jika tidak diimbangi dengan pola makan yang seimbang.
“Olive oil yang berlebihan dapat meningkatkan berat badan karena pada dasarnya adalah lemak dan dapat menambah intake kalori,” ujar dr. Jovita saat diwawancarai Kompas.com, Kamis (9/4/2026).
Baca juga: Bukan Lemon dan Minyak Zaitun, Ini Cara Kulit Glowing Menurut Dokter
Bisa memicu mual hingga memperparah gangguan lambung
Ilustrasi lemon dan minyak zaitun. Di balik tren minum lemon dan minyak zaitun, dokter mengingatkan adanya risiko seperti kenaikan berat badan, gangguan lambung, hingga masalah pada gigi.
Selain soal kalori, konsumsi minyak zaitun juga dapat menimbulkan efek samping pada sebagian orang.
Beberapa orang bisa mengalami mual setelah mengonsumsinya, terutama dalam jumlah banyak.
Pada penderita gangguan lambung seperti GERD, kondisi ini bahkan bisa memperparah gejala yang sudah ada.
“Kadang dapat menyebabkan mual pada beberapa orang dan memperparah refluks pada penderita GERD,” kata dr. Jovita.
Kondisi ini perlu diperhatikan terutama bagi orang yang memiliki riwayat masalah pencernaan.
Baca juga: Gaya Rambut Curtain Fringe Kembali Tren, Bikin Wajah Terlihat Lebih Muda
Lemon berisiko merusak lapisan gigi
Di sisi lain, lemon yang sering dikonsumsi dalam bentuk minuman juga memiliki efek yang perlu diwaspadai.
Kandungan asam sitrat pada lemon dapat mengikis enamel atau lapisan pelindung gigi jika dikonsumsi terus-menerus. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa membuat gigi menjadi lebih sensitif.
“Yang perlu diperhatikan dari lemon adalah asamnya dapat merusak enamel gigi,” ujar dr. Jovita.
Ia menyarankan penggunaan sedotan untuk membantu mengurangi kontak langsung antara asam lemon dan gigi.
Baca juga: Fantasy Lip Art Jadi Tren 2026, Lipstik Warna Berani Makin Populer
Tidak semua orang cocok dikonsumsi saat perut kosong
Dokter juga mengingatkan bahwa tidak semua orang cocok mengonsumsi campuran ini dalam kondisi perut kosong.
Pada individu tertentu yang memiliki sensitivitas lambung, konsumsi saat perut kosong bisa menimbulkan rasa tidak nyaman.
Oleh karena itu, waktu konsumsi perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.
Aman, tetapi harus bijak dan tidak berlebihan
Jovita menegaskan bahwa lemon dan minyak zaitun pada dasarnya memiliki kandungan nutrisi yang baik. Keduanya dapat dikonsumsi setiap hari selama dalam jumlah yang wajar.
Namun, manfaatnya tidak akan optimal jika dikonsumsi secara berlebihan atau tanpa diimbangi gaya hidup sehat.
Konsumsi berlebihan justru berisiko menimbulkan efek yang tidak diinginkan bagi tubuh.
Tren minum lemon dan minyak zaitun memang terlihat sederhana dan alami. Namun, kebiasaan ini tidak sepenuhnya bebas risiko jika dilakukan tanpa pemahaman yang tepat.
Konsumsi yang bijak dan seimbang tetap menjadi kunci untuk mendapatkan manfaat tanpa menimbulkan dampak negatif.
Tag: #viral #minum #lemon #minyak #zaitun #dokter #ungkap #risikonya