Sedikit Teman Bisa Jadi Tanda Cerdas, Ini Temuan Studi
Ilustrasi sendiri. Studi terbaru menunjukkan bahwa orang dengan tingkat kecerdasan tinggi justru cenderung memiliki lebih sedikit teman dan tidak terlalu bergantung pada interaksi sosial.(Freepik)
16:35
9 April 2026

Sedikit Teman Bisa Jadi Tanda Cerdas, Ini Temuan Studi

Tidak semua orang nyaman memiliki banyak teman atau sering bersosialisasi. Sebagian justru merasa lebih tenang saat lingkar pertemanannya kecil.

Kondisi ini sering dianggap sebagai tanda kesepian.

Melansir Your Tango (8/4/2026), studi dalam British Journal of Psychology justru menemukan bahwa orang dengan tingkat kecerdasan tinggi cenderung memiliki lebih sedikit teman.

Baca juga: Psikolog Ungkap 8 Ciri Orang Dewasa Secara Emosional, Bukan Sekadar Menahan Emosi

Orang cerdas tidak selalu butuh banyak interaksi sosial

Penelitian yang dilakukan oleh psikolog evolusi Satoshi Kanazawa dan Norman Li menunjukkan bahwa orang dengan kecerdasan tinggi tidak selalu merasa lebih bahagia saat sering bersosialisasi.

Sebaliknya, mereka justru bisa merasa lebih nyaman ketika tidak terlalu sering berinteraksi dengan banyak orang.

Temuan ini berbeda dengan kebanyakan orang yang umumnya merasa lebih bahagia saat memiliki banyak interaksi dengan orang terdekat.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa kebutuhan sosial setiap orang tidak selalu sama.

Baca juga: 8 Tanda Manipulasi Emosional yang Sering Tidak Disadari, Picu Rasa Bersalah

Cara kerja otak dan gaya hidup memengaruhi pilihan sosial

Ilustrasi pekerja. Studi terbaru menunjukkan bahwa orang dengan tingkat kecerdasan tinggi justru cenderung memiliki lebih sedikit teman dan tidak terlalu bergantung pada interaksi sosial.Freepik/lookstudio Ilustrasi pekerja. Studi terbaru menunjukkan bahwa orang dengan tingkat kecerdasan tinggi justru cenderung memiliki lebih sedikit teman dan tidak terlalu bergantung pada interaksi sosial.

Penelitian ini mengacu pada konsep “savanna theory of happiness” yang menjelaskan bahwa otak manusia masih dipengaruhi oleh pola hidup nenek moyang.

Pada masa itu, manusia hidup dalam kelompok kecil sehingga interaksi sosial tetap penting, tetapi tidak berlebihan.

Kondisi ini juga menjelaskan mengapa orang yang tinggal di daerah dengan kepadatan rendah cenderung merasa lebih puas dengan hidupnya dibandingkan mereka yang tinggal di kota padat.

Selain itu, orang dengan kecerdasan tinggi dinilai lebih mampu menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan modern.

Baca juga: 7 Ciri Orang yang Aman Secara Emosional, Salah Satunya Tak Takut Disalahpahami

Lebih fokus pada tujuan jangka panjang

Peneliti dari Brookings Institution, Carol Graham, menjelaskan bahwa orang dengan kecerdasan tinggi cenderung menggunakan waktunya untuk hal yang lebih bermakna.

“Temuan ini menunjukkan bahwa orang dengan kecerdasan lebih tinggi cenderung tidak menghabiskan banyak waktu untuk bersosialisasi karena mereka fokus pada tujuan jangka panjang,” ujarnya.

Fokus tersebut bisa berupa pekerjaan, pengembangan ide, atau aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Hal ini membuat mereka tidak terlalu bergantung pada interaksi sosial untuk merasa puas.

Bukan anti sosial, tetapi memilih kualitas

Memiliki sedikit teman bukan berarti seseorang tidak mampu bersosialisasi.

Sebagian orang justru lebih memilih hubungan yang lebih dalam dibandingkan banyak hubungan yang bersifat dangkal.

Mereka juga cenderung menikmati waktu sendiri untuk berpikir, belajar, atau menjaga kesehatan mental. Pilihan ini menjadi bagian dari cara mereka menjaga keseimbangan hidup.

Memiliki sedikit teman tidak selalu berarti seseorang kesepian. Dalam beberapa kasus, kondisi ini justru bisa berkaitan dengan tingkat kecerdasan yang lebih tinggi.

Pilihan untuk memiliki lingkar pertemanan kecil dapat mencerminkan fokus, tujuan hidup, dan cara seseorang memahami kebahagiaan.

Baca juga: 6 Tanda Pasangan Tidak Hadir Secara Emosional Menurut Terapis

Tag:  #sedikit #teman #bisa #jadi #tanda #cerdas #temuan #studi

KOMENTAR