6 Tips Aman Pakai Sandal Jepit untuk Lansia, Hindari Cedera
Ilustrasi sandal jepit.(Dok. Freepik/Freepik)
14:05
9 April 2026

6 Tips Aman Pakai Sandal Jepit untuk Lansia, Hindari Cedera

- Bagi lansia, penggunaan sandal jepit perlu diperhatikan secara khusus karena berisiko menyebabkan cedera hingga masalah kesehatan kaki.

Para ahli podiatri mengingatkan bahwa sandal jepit umumnya minim penopang, sehingga tidak selalu aman digunakan dalam jangka waktu lama. 

Meski begitu, bukan berarti lansia harus sepenuhnya menghindarinya. Dengan pemakaian yang tepat, sandal jepit tetap bisa digunakan dengan aman. Adapun sejumlah tips aman memakai sandal jepit untuk lansia menurut para ahli.

Baca juga: 5 Rekomendasi Sandal Selop Wanita untuk Kamu yang Aktif

6 Tips aman pakai sandal jepit untuk lansia

1. Pilih sandal jepit dengan penopang dan bantalan yang baik

Salah satu kesalahan umum adalah memilih sandal jepit yang terlalu tipis dan datar. Padahal, lansia membutuhkan alas kaki yang mampu menopang lengkungan kaki (arch support) dan memberikan bantalan yang cukup.

Gregory Alvarez, DPM selaku podiatris di Ankle & Foot Centers of America, menyarankan untuk lebih selektif dalam memilih sandal.

“Sandal jepit dengan dasar yang lebar dan suportif dapat membantu mengurangi tekanan pada kaki dan pergelangan saat berjalan atau berdiri,” katanya, dikutip Best life, Kamis (9/4/2026).

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya tali sandal yang pas. Fitur tambahan seperti bantalan empuk dan sol karet juga dapat membantu mengurangi risiko terpeleset, terutama di permukaan licin.

“Pastikan tali sandal cukup pas namun tetap nyaman, agar meningkatkan stabilitas saat berjalan,” jelasnya.

2. Batasi penggunaan

Meskipun terasa nyaman, sandal jepit tidak dirancang untuk penggunaan jangka panjang. Lansia disarankan hanya memakai sandal ini dalam durasi singkat.

“Saya hanya merekomendasikan penggunaan sandal jepit untuk waktu singkat, sekitar satu hingga dua jam, dan untuk jarak berjalan yang pendek,” saran ahli bedah kaki dan pergelangan kaki, Bruce Pinker, DPM.

Penggunaan terlalu lama dapat meningkatkan risiko nyeri pada tumit, telapak kaki, hingga pergelangan, terutama karena kurangnya dukungan struktur pada sandal jepit.

Baca juga: Dikritik Jual Sandal Mirip Kolhapuri, Prada Gandeng Pengrajin Lokal untuk Koleksi Made in India

3. Hindari digunakan saat aktivitas berat atau berisiko

Sandal jepit bukan pilihan tepat untuk aktivitas yang membutuhkan keseimbangan dan stabilitas tinggi. 

Podiatris di Henry Ford Health, Nicole Brouyette, DPM menegaskan, lansia sebaiknya menghindari penggunaan sandal ini saat berolahraga, berjalan jauh, atau berada di area yang tidak rata.

“Saya sangat tidak menyarankan penggunaan sandal jepit untuk aktivitas seperti hiking, jogging, atau bersepeda karena dapat menyebabkan jatuh, cedera pergelangan, dan lecet,” imbaunya.

Selain itu, sandal jepit juga sebaiknya tidak digunakan di kondisi licin seperti lantai basah, karena dapat meningkatkan risiko tergelincir.

4. Pilih bahan yang lebih kokoh dan berkualitas

Selain faktor kesehatan, pemilihan bahan juga berpengaruh pada kenyamanan dan keamanan. 

Sandal jepit berbahan kulit atau material berkualitas cenderung lebih stabil dibandingkan bahan plastik tipis.

“Sandal jepit berbahan kulit terlihat lebih klasik, elegan, dan serbaguna, sekaligus meningkatkan tampilan secara keseluruhan,” ujar Elizabeth Kosich, penata gaya bersertifikat.

Material yang lebih kokoh juga biasanya memberikan struktur yang lebih baik pada kaki, sehingga membantu mengurangi tekanan berlebih.

5. Perhatikan desain agar tetap stabil dan aman

Desain sandal jepit juga memainkan peran penting. Pilih model yang memiliki grip baik di bagian sol serta tidak terlalu longgar saat dipakai.

Sandal dengan tambahan detail seperti bantalan kaki atau desain ergonomis dapat membantu meningkatkan kenyamanan. 

Selain itu, desain yang lebih modern seperti sentuhan metalik atau ornamen kecil juga bisa membuat tampilan tetap menarik tanpa mengorbankan fungsi.

Namun, pastikan ornamen tersebut tidak mengganggu kestabilan atau membuat sandal menjadi licin.

Baca juga: 4 Alasan untuk Tidak Memakai Sandal Jepit Saat Naik Motor

6. Pertimbangkan alternatif sandal yang lebih aman

Jika memungkinkan, lansia disarankan mempertimbangkan jenis sandal lain yang lebih aman dibanding sandal jepit.

“Saya merekomendasikan sandal dengan sol lebih tebal dan tali yang dapat disesuaikan agar memberikan dukungan lebih baik, terutama jika kaki mengalami pembengkakan,” tutur podiatris dari Walk This Way Podiatry, Margaret Trevillion.

Ia juga menambahkan pentingnya mencoba sandal sebelum membeli. Jika dirasa ada perasaan kurang nyaman, sebaiknya hindari membeli sandal tersebut.

“Memaksakan pemakaian hanya akan berdampak buruk bagi kesehatan kaki dalam jangka panjang,” ujarnya.

Memilih sandal yang tepat, membatasi penggunaan, serta memahami kondisi yang harus dihindari, risiko cedera dapat diminimalkan.

Tag:  #tips #aman #pakai #sandal #jepit #untuk #lansia #hindari #cedera

KOMENTAR