Women’s 10K Jadi Ruang Aman bagi Perempuan untuk Mulai Berlari
– Minat perempuan untuk berlari kini makin meningkat. Namun, tidak sedikit yang masih merasa ragu untuk memulai, baik karena faktor keamanan, kepercayaan diri, maupun belum terbiasa berolahraga di ruang publik.
Melihat hal tersebut, ajang lari khusus perempuan seperti Women’s 10K hadir tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai ruang yang aman dan nyaman untuk mulai bergerak.
Co-founder Women’s 10K, Laila Munaf, mengatakan bahwa konsep utama dari ajang ini dirancang untuk menciptakan pengalaman berlari yang lebih inklusif bagi perempuan.
“Women’s 10K selalu kami coba rancang sebagai ruang yang aman, nyaman, dan enggak intimidating untuk perempuan,” ujarnya dalam acara AIA Vitality Women’s 10K 2026 Press Conference di Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2026).
Baca juga: Cerita 3 Perempuan tentang Strategi Memimpin di Tengah Krisis dan Perubahan
Menurut Laila, setiap peserta memiliki kapasitas dan pace yang berbeda sehingga tidak perlu merasa tertekan untuk mengikuti standar tertentu.
Ia menambahkan, yang terpenting adalah keberanian untuk memulai dan mencoba, tanpa harus membandingkan diri dengan orang lain.
Tidak Sekadar Lomba, Tetapi Ruang yang Suportif
Laila menjelaskan, Women’s 10K tidak hanya berfokus pada hasil atau kompetisi, tetapi juga pada pengalaman peserta.
Setiap perempuan, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman, diberikan ruang untuk berlari sesuai kemampuan tanpa tekanan untuk harus tampil sempurna.
Pendekatan ini diharapkan dapat membantu mengurangi rasa takut atau minder yang kerap dirasakan oleh perempuan saat ingin mulai berlari.
Dengan suasana yang lebih suportif, peserta dapat merasa lebih nyaman untuk mencoba dan menikmati prosesnya.
Baca juga: Saatnya Aksi Nyata untuk Kesetaraan dan Perlindungan Perempuan
Dorong Perempuan Lebih Percaya Diri
Di sisi lain, Head of Corporate Communication AIA, Lia Merdekawaty, mengatakan bahwa perubahan gaya hidup sehat tidak terlepas dari dukungan yang tepat.
“Dalam lima tahun terakhir, kami melihat bahwa perubahan gaya hidup sehat terjadi ketika ada dukungan yang tepat, baik melalui reward maupun komunitas,” katanya dalam kesempatan yang sama.
Menurutnya, AIA Vitality Women’s 10K menjadi salah satu bentuk ruang inklusif yang mendorong perempuan untuk mulai bergerak dan menjadikan hidup sehat sebagai bagian dari keseharian.
Baca juga: Tips Memulai Lari Sebagai Meditasi
Lebih jauh, ajang ini juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan perempuan melalui aktivitas yang positif. Melalui kegiatan ini, perempuan didorong untuk lebih berani mencoba, membangun kebiasaan hidup sehat, serta memperkuat kepercayaan diri dalam keseharian.
Lia menambahkan, pendekatan ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental.
Makin Banyak Perempuan Mulai Bergerak
Peningkatan jumlah peserta dari tahun ke tahun menjadi salah satu indikator bahwa makin banyak perempuan yang mulai berani mencoba.
Hal ini menunjukkan adanya perubahan persepsi, bahwa berlari bukan lagi aktivitas yang menakutkan atau eksklusif, melainkan dapat diakses oleh siapa saja.
Baca juga: Kenapa Orang Bisa Meninggal Saat Lari? Belajar dari Insiden Siksorogo Lawu Ultra
Dengan hadirnya ruang yang aman dan suportif, perempuan kini memiliki kesempatan yang lebih besar untuk memulai perjalanan hidup sehat mereka.
Laila pun mengajak lebih banyak perempuan untuk berani mengambil langkah pertama, tanpa harus menunggu merasa siap sepenuhnya.
“Tidak perlu menjadi pelari profesional, cukup satu langkah pertama,” tuturnya.
Menurutnya, dukungan selama proses persiapan hingga menuju garis start menjadi bagian penting agar peserta merasa lebih percaya diri dan nyaman dalam menjalani pengalaman berlari.
Baca juga: Hal yang Perlu Dihindari Saat Ikut Lomba Lari, Jangan Terlalu Ambisius
Tag: #womens #jadi #ruang #aman #bagi #perempuan #untuk #mulai #berlari