Insiden 'Asian Passing' Terjadi Lagi, Kini Dialami Lee Kangin di Liga Champions
Insiden pengalihan kamera untuk pemain asal Asia atau 'Asian Passing' diduga kembali terjadi pada laga final Liga Champions 2025-2026.
Pertandingan Paris Saint-Germain vs Arsenal di Stadion Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026) berakhir dengan skor 1-1 (4-3 adu penalti).
Kemenangan ini memastikan PSG berhasil mempertahankan gelar juara Liga Champions musim ini.
Setelah laga berakhir, digelar upacara penyerahan hadiah termasuk pengalungan medali dan mengangkat trofi juara.
Baca juga: PSG Vs Arsenal: Odegaard Bela Eze dan Magalhaes Usai Gagal di Adu Penalti
Momen tak menyenangkan dialami oleh pemain asal Korea Selatan milik PSG, Lee Kang-in yang dinilai mengalami penghinaan yang disebut "pengabaian ala Asia".
Saat menerima medali dan menyentuh trofi bersama Vitinha, kamera siaran lokal tiba-tiba mengganti adegan saat Lee Kang-in disorot.
Lee Kang-in Diabaikan Kamera
Mengutip dari media asal Korea Selatan, Chosun, 'Penghindaran sorotan kamera ala Asia' merujuk pada praktik dalam sepak bola Eropa di mana kamera secara terang-terangan menghindari menampilkan pemain Asia mengangkat medali atau trofi.
Lee Kang-in bisa disebut korban selanjutnya dari praktik yang mengarah pada tindakan diskriminasi kepada para pemain Asia.
Bukan kali pertama bagi Lee, pada musim lalu momen tersebut juga membuat penggemar asal Korea Selatan merasa kecewa ketika layar beralih ke adegan lain saat ia mengangkat trofi Liga Champions.
Baca juga: Daftar Tim Juara Beruntun Liga Champions: PSG Ikuti Jejak Inter dan AC Milan
Momen tersebut sangat disayangkan terjadi di kompetisi sebesar Liga Champions.
Beberapa pemain asal Korea Selatan pernah mengalami hal tersebut, seperti Park Ji-sung, Son Heung-min, Kim Min-jae, juga pernah mengalaminya.
Selain Korea Selatan, beberapa pemain asal Jepang juga pernah merasakan hal yang sama saat bermain di Inggris.
Shinji Okazaki saat masih bermain di Leicester City sempat diabaikan saat meraih gelar Premier League. Takumi Minamino juga pernah saat masih di Liverpool saat menjadi juara di Piala Liga.
Baca juga: Arsenal, Haramball dan Jurang Mentalitas Juara di Hadapan Dominasi Elegan PSG
Para pemain Hull merayakan kemenangan dalam pertandingan sepak bola final play-off promosi Championship antara Hull City vs Middlesbrough di Stadion Wembley di London pada 23 Mei 2026. Hull memenangkan pertandingan dengan skor 1-0. (Foto oleh Paul ELLIS / AFP)
Yu Hirakawa Jadi Korban 'Asian Passing'
Beberapa waktu lalu, isu Asian Passing juga sempat terjadi di final play-off Championship 2025-2026 Hull City vs Middlesbrough.
Dalam sebuah tayangan yang disiarkan Sky Sports dan beredar di media sosial, kamera terkesan degnan sengaja mengalihkan ke sisi lainnya saat penggawa hull City, Yu Hirakawa mengangkat trofi.
Tampilan di layar justru tiba-tiba berubah ke arah penonton kendati sempat merekam pemain lainnya secara bergiliran mengangkat piala.
Baca juga: Isu Asian Passing Jadi Sorotan, Kamera Lewati Momen Yu Hirakawa Angkat Trofi di Hull City
Chosun mengatakan jika hal tersebut sangat sensitif dan sudah sering terjadi terutama bagi pemain Asia.
Belum lama ini, Abdulkodir Khusanov dari Manchester City mengalami situasi serupa saat meraih gelar juara Piala FA.
Saat momen Khusanov, layar siaran tiba-tiba beralih ke sudut pandang penonton saat ia memasangkan medali di lehernya. Anehnya, layar baru kembali ke tampilan close-up pemain setelah momen Khusanov berlalu.
Baca juga: Kebanggaan Joao Neves Usai Antar PSG Raih Dua Liga Champions Beruntun
Pergantian sudut kamera dalam siaran langsung seremoni penghargaan memang wajar dilakukan demi menangkap banyak pemain dan atmosfer acara sekaligus.
Meski begitu, reaksi sensitif dari para penggemar juga dapat dimengerti karena kejadian serupa kerap muncul dalam momen simbolis yang melibatkan pemain Asia.
Tag: #insiden #asian #passing #terjadi #lagi #kini #dialami #kangin #liga #champions