4 Tanda Pencernaan Anak Sehat Dilihat dari Fesesnya, Orangtua Wajib Tahu
Ilustrasi anak buang air besar (BAB)(Dok. Shutterstock)
17:05
6 April 2026

4 Tanda Pencernaan Anak Sehat Dilihat dari Fesesnya, Orangtua Wajib Tahu

– Kondisi feses anak dapat menjadi salah satu indikator penting untuk menilai kesehatan saluran pencernaannya. 

Mulai dari warna, bentuk, hingga tekstur, semuanya dapat memberikan gambaran apakah sistem cerna anak bekerja dengan baik atau justru mengalami gangguan.

Dokter Spesialis Anak-Konsultan Gastrohepatologi, dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp.A, Subsp. GH (K) menjelaskan, orangtua perlu memahami karakteristik feses anak agar dapat mendeteksi kondisi kesehatan sejak dini.

Baca juga: Waspada, Warna Feses Bisa Jadi Tanda Masalah Kesehatan

Berikut beberapa tanda pencernaan anak yang sehat dilihat dari fesesnya.

4 Tanda pencernaan anak sehat dilihat dari fesesnya

1. Warna feses yang bervariasi masih normal

Dokter Spesialis Anak-Konsultan Gastrohepatologi, dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp.A, Subsp. GH (K) dalam Diskusi Media ‘Monitor Kesehatan Pencernaan Anak dengan Bebeclub AI Poop Tracker’, Kamis (2/4/2026).KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA Dokter Spesialis Anak-Konsultan Gastrohepatologi, dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp.A, Subsp. GH (K) dalam Diskusi Media ‘Monitor Kesehatan Pencernaan Anak dengan Bebeclub AI Poop Tracker’, Kamis (2/4/2026).

Warna feses anak bisa berbeda-beda, terutama pada bayi yang masih mengonsumsi ASI. Variasi warna seperti kuning mustard, hijau, hingga cokelat umumnya masih dianggap normal.

“Terkadang saat anak masih menyusui warnanya kayak mustard, hijau, ada juga cokelat gitu. Hal itu sangat tergantung pada asupan Ibu,” ujar dr. Frieda dalam Diskusi Media ‘Monitor Kesehatan Pencernaan Anak dengan Bebeclub AI Poop Tracker’, Kamis (2/4/2026).

Namun, ada beberapa warna yang perlu diwaspadai karena dapat menandakan masalah serius pada saluran cerna.

“Warna feses anak yang hijau atau orange itu masih normal. Yang tidak normal kalau ada tanda obstruksi atau sumbatan di saluran empedu itu warnanya putih, kuning, dan abu-abu,” ujarnya.

Ia menegaskan, kondisi tersebut memerlukan penanganan medis segera. Selain itu, tanda lain yang perlu diperhatikan adalah adanya darah pada feses.

“Jika ada pendarahan, maka akan keluar darah segar yang menetes. Tapi apabila fesesnya berwarna hitam, maka pendarahannya sudah terjadi dalam saluran cerna anak,” jelasnya.

Baca juga: Inovasi AI Poop Tracker Bantu Orangtua Pantau Kesehatan Pencernaan Anak

2. Bentuk feses menyerupai sosis menandakan normal

Selain warna, bentuk feses juga menjadi indikator penting. Feses dengan bentuk memanjang seperti sosis atau ular umumnya menunjukkan kondisi pencernaan yang sehat.

“Hati-hati juga kalau bentuknya seperti pup kambing, bulat-bulat kecil, itu konstipasi,” kata dr. Frieda.

Sebaliknya, bentuk feses yang tidak normal dapat menjadi tanda gangguan pencernaan.

“Kalau bentuknya berair, tentu saja potensi diare. Untuk yang bulat keras seperti batu itu tentu saja mengarah ke konstipasi pada bayi,” tambahnya.

3. Tekstur feses tidak terlalu cair atau keras

Tekstur feses juga perlu diperhatikan oleh orangtua. Feses yang terlalu cair dapat mengindikasikan diare, sedangkan yang terlalu keras mengarah pada konstipasi.

“Kalau bentuknya berair, tentu saja potensi diare,” ujar dr. Frieda.

Sementara itu, feses yang keras dan sulit dikeluarkan menunjukkan adanya masalah pada sistem pencernaan.

Baca juga: Masalah Pencernaan Anak Bisa Picu Stres Orangtua, Ini Kata Ahli

“Untuk yang bulat keras seperti batu itu tentu saja mengarah ke konstipasi pada bayi,” lanjutnya.

Dengan memahami tekstur feses, orangtua dapat lebih cepat mengenali perubahan kondisi kesehatan anak.

4. Volume feses 

Jumlah atau volume feses juga menjadi indikator penting dalam menilai kesehatan pencernaan anak. Volume yang terlalu sedikit maupun terlalu banyak dapat menjadi tanda adanya gangguan.

“Kalau fesesnya cuma sedikit, maka ada masalah constipation infant, biasanya jarang banget kalau di bawah dua bulan,” jelas dr. Frieda.

Sementara itu, volume yang normal biasanya tidak memenuhi seluruh permukaan popok.

“Kalau di pampers hanya sekitar 25 sampai 50 persen banyak fesesnya, maka normal. Tapi jika sampai beleber ke bokongnya, maka itu termasuk diare,” ujarnya.

Pentingnya peran orangtua dalam pemantauan

Dr. Frieda juga menekankan, orangtua memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan pencernaan anak, terutama pada masa awal kehidupan. 

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memperhatikan asupan nutrisi.

“Jadi memang disarankan selama tiga atau lima bulan pertama, jika anaknya sering cranky dan kolik, maka asupan ibunya yang sebenarnya diperbaiki," tandasnya.

Dengan memahami tanda-tanda feses yang normal dan tidak normal, orangtua diharapkan dapat lebih waspada terhadap kondisi kesehatan anak. 

Pemantauan yang rutin juga dapat membantu mendeteksi gangguan pencernaan sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Baca juga: Mengapa Pencernaan yang Sehat Berdampak pada Tumbuh Kembang Balita

Tag:  #tanda #pencernaan #anak #sehat #dilihat #dari #fesesnya #orangtua #wajib #tahu

KOMENTAR