9 Kalimat yang Sebaiknya Tak Diucapkan Orangtua soal Pasangan Anak
Ilustrasi ibu mertua()
16:10
27 Maret 2026

9 Kalimat yang Sebaiknya Tak Diucapkan Orangtua soal Pasangan Anak

– Hubungan antara orangtua dan anak yang telah dewasa sering kali mengalami perubahan, terutama ketika anak mulai menjalin hubungan asmara atau menikah.

Dalam fase ini, orangtua tidak hanya berinteraksi dengan anak, tetapi juga dengan pasangan mereka. Dinamika ini bisa terasa baru, bahkan membingungkan, karena batasan dan cara berkomunikasi yang sebelumnya berlaku mungkin sudah tidak lagi relevan.

Psikolog berlisensi Crystal Saidi mengatakan bahwa cara orangtua berbicara tentang pasangan anak dapat memengaruhi kualitas hubungan dalam jangka panjang.

Baca juga: 7 Kalimat Toxic Mertua yang Berdampak Pada Mental, Apa Saja?

“Jika anak sudah menikah, pasangan mereka menjadi bagian dari keluarga. Mengkritik pasangan bisa merusak hubungan dengan anak,” ujarnya, dikutip dari Parade, Jumat (27/3/2026).

Perbedaan Status Pacaran dan Menikah

Menurut Saidi, orangtua umumnya memiliki ruang lebih untuk menyampaikan pendapat saat anak masih berpacaran, selama dilakukan dengan hati-hati.

Namun, ketika anak sudah menikah, pasangan tersebut menjadi bagian dari keluarga sehingga kritik dapat berdampak lebih besar.

“Jika anak masih dalam tahap berpacaran, orangtua mungkin memiliki ruang lebih untuk menunjukkan rasa ingin tahu dan menyampaikan kekhawatiran secara terbuka,” katanya.

Baca juga: Hindari 8 Kalimat Toxic Ini ke Pasangan Jika Ingin Hubungan Langgeng

9 Kalimat yang Sebaiknya Tidak Diucapkan

1. “Saya tidak suka dia”

Meskipun terdengar jujur, kalimat ini dapat membuat anak merasa terjebak di antara dua pihak.

Bagi Saidi, pernyataan seperti ini cenderung memicu sikap defensif dan menutup komunikasi, alih-alih membuka ruang diskusi.

Saidi menyarankan agar orangtua membagikan kekhawatiran dengan cara yang penuh kasih tanpa menghakimi.

2. “Kamu bisa dapat yang lebih baik”

Kalimat ini sering dianggap sebagai bentuk perhatian, tetapi bisa diartikan sebagai kritik terhadap pilihan anak.

“Bagi anak, ini bisa terdengar seperti ‘kamu memiliki penilaian yang buruk’,” jelas Saidi.

Baca juga: 6 Kalimat yang Ingin Didengar Anak Dewasa dari Orangtuanya

3. “Dia sudah mengubah kamu”

Perubahan dalam diri seseorang tidak selalu berarti buruk. Namun, kalimat ini dapat memberi kesan bahwa pasangan anak membawa pengaruh negatif.

Hal ini juga dapat mengabaikan proses pertumbuhan alami yang dialami seseorang.

4. “Kamu dulu lebih bahagia”

Pernyataan ini dapat membuat anak meragukan perasaan dan pengalaman mereka sendiri.

Saidi menilai kalimat tersebut secara tidak langsung menempatkan orangtua sebagai penentu kebahagiaan anak.

5. “Dia tidak cocok dengan keluarga kita”

Kalimat ini dapat menciptakan jarak dan membangun pola pikir “kita versus mereka”.

Menurut Saidi, sikap seperti ini juga bisa berdampak sebaliknya, yaitu membuat anak justru makin dekat dengan pasangannya dan menjauh dari orangtua.

“Dalam pernikahan, hal ini bisa menjadi bumerang,” tuturnya.

Baca juga: 5 Cara Menghadapi Mertua Suka Ikut Campur Tanpa Perlu Drama

6. “Kapan kamu akan meninggalkan dia?”

Pertanyaan seperti ini dianggap melanggar batasan, kecuali dalam situasi berbahaya seperti kekerasan atau pelecehan.

Saidi mengatakan bahwa kalimat ini dapat merusak kepercayaan dan mendorong anak untuk menutup diri.

7. “Saya sudah tahu ini akan terjadi”

Kalimat ini serupa dengan “saya sudah bilang” yang cenderung memperburuk situasi.

Alih-alih membantu, pernyataan ini justru membuat anak merasa disalahkan saat mereka sedang membutuhkan dukungan emosional.

Baca juga: Tetapkan 4 Batasan Ini dengan Mertua Saat Lebaran demi Keharmonisan

8. Mengkritik penampilan, latar belakang, atau pekerjaan 

Memberikan komentar negatif, sekecil apa pun, dapat berdampak besar dalam hubungan jangka panjang.

Menurut Saidi, kritik seperti ini dapat menimbulkan rasa malu dan merusak hubungan keluarga.

Saidi menganggap hal ini sebaiknya dihindari, bahkan ketika orangtua merasa memiliki niat yang baik.

9. “Kamu selalu memilih orang yang salah”

Kalimat ini tidak hanya mengkritik pasangan, tetapi juga menyerang identitas dan penilaian anak.

Kondisi ini dapat memicu jarak emosional serta menurunkan kepercayaan diri anak dalam mengambil keputusan.

Baca juga: Tak Disukai Mertua? Ini 5 Cara Menyikapinya dengan Dewasa

Dampak yang Perlu Diwaspadai

Ucapan yang menyakitkan tidak hanya berdampak sesaat, tetapi juga dapat memengaruhi hubungan dalam jangka panjang.

Saidi menjelaskan bahwa kritik berulang terhadap pasangan dapat menyebabkan anak menjauh, mengurangi komunikasi, hingga membatasi interaksi keluarga.

“Anak bisa merasa harus memilih, dan dalam banyak kasus, mereka akan memilih pasangan,” jelasnya.

Baca juga: Waspada, 5 Tanda Calon Mertua yang Berpotensi Picu Konflik Hubungan 

Yang Dapat Dilakukan jika Tidak Menyukai Pasangan Anak

Merasa tidak cocok dengan pasangan anak merupakan hal yang mungkin terjadi. Namun, cara menyampaikannya perlu diperhatikan.

Saidi menyarankan agar orangtua terlebih dahulu mengevaluasi apakah kekhawatiran yang muncul berkaitan dengan keselamatan, nilai, atau sekadar preferensi pribadi.

Jika memang perlu disampaikan, lakukan secara pribadi, dengan cara yang lembut dan spesifik.

“Jika ada tanda bahaya seperti kekerasan atau pelecehan, utamakan keselamatan dan sampaikan dengan hati-hati,” sarannya.

Tag:  #kalimat #yang #sebaiknya #diucapkan #orangtua #soal #pasangan #anak

KOMENTAR