Post-holiday Blues, Kenapa Semangat Drop Setelah Liburan? Ini Penjelasan Psikiater
Ilustrasi bekerja setelah liburan. Banyak orang mengalami penurunan semangat setelah liburan, dan ternyata ada penjelasan psikologis di baliknya.(Freepik)
15:35
26 Maret 2026

Post-holiday Blues, Kenapa Semangat Drop Setelah Liburan? Ini Penjelasan Psikiater

Setelah liburan usai, banyak orang justru merasa hampa, tidak bersemangat, bahkan cemas saat harus kembali ke rutinitas.

Perubahan suasana hati ini sering datang tiba-tiba, padahal sebelumnya momen liburan terasa begitu menyenangkan.

Kondisi ini dikenal sebagai post-holiday blues, yaitu reaksi emosional yang muncul setelah masa liburan berakhir.

Psikiater Bidang Pengabdian Masyarakat PP-PDSKJI, dr. Lahargo Kembaren, SpKJ, menjelaskan bahwa kondisi ini bukan gangguan mental, melainkan bagian dari proses adaptasi psikologis. Penjelasan tersebut disampaikan kepada Kompas.com pada Kamis (26/3/2026).

Baca juga: Kenapa Anak Lebih Sensitif Setelah Liburan? Ini Penjelasan Psikiater

Apa itu post-holiday blues?

Post-holiday blues merupakan kondisi emosional sementara yang muncul setelah seseorang melewati momen yang menyenangkan seperti liburan.

Perasaan ini biasanya muncul saat seseorang harus kembali ke rutinitas yang penuh tuntutan setelah periode yang lebih santai.

Menurut dr. Lahargo, rasa sedih, kehilangan semangat, atau cemas dalam fase ini merupakan hal yang wajar.

Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan jika berlangsung lama dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca juga: 6 Tips agar Tidak Stress Bekerja Setelah Liburan, Mulai secara Perlahan

Kenapa semangat bisa tiba-tiba turun?

Ilustrasi lemas. Banyak orang mengalami penurunan semangat setelah liburan, dan ternyata ada penjelasan psikologis di baliknya.iStockphoto/eggeeggjiew Ilustrasi lemas. Banyak orang mengalami penurunan semangat setelah liburan, dan ternyata ada penjelasan psikologis di baliknya.

Selama liburan, tubuh dan pikiran berada dalam kondisi yang penuh dengan pengalaman menyenangkan.

Aktivitas seperti berkumpul dengan keluarga, menikmati makanan, dan beristirahat tanpa tekanan membuat otak lebih aktif memproduksi dopamin. Dopamin adalah zat kimia di otak yang berperan dalam rasa senang dan motivasi.

Namun, setelah liburan berakhir, rangsangan tersebut berkurang secara drastis.

Penurunan ini membuat otak mengalami penyesuaian yang memicu rasa kosong dan kehilangan energi.

Baca juga: Kembali Kerja Setelah Liburan? Ini Tips Psikolog agar Tidak Stres

Rutinitas terasa lebih berat dari biasanya

Perasaan tidak nyaman setelah liburan juga dipengaruhi oleh perbedaan suasana yang cukup kontras.

Saat liburan, seseorang merasakan kebebasan, kedekatan dengan keluarga, dan minim tekanan.

Sebaliknya, saat kembali ke aktivitas harian, tuntutan meningkat dan interaksi menjadi lebih formal.

Perubahan ini membuat rutinitas terasa lebih berat, meskipun sebenarnya tidak banyak berubah.

Baca juga: Kenapa Rasa Cemas Muncul Saat Masuk Kerja Usai Liburan? Ini Cara Menyiasatinya

Pengaruh perbandingan sosial setelah Lebaran

Momen Lebaran sering kali dipenuhi dengan interaksi sosial yang intens.

Pertanyaan tentang pekerjaan, pencapaian, atau kehidupan pribadi menjadi hal yang umum terjadi. Di sisi lain, media sosial juga menampilkan berbagai pencapaian dan kebahagiaan orang lain.

Kondisi ini dapat memicu perasaan tertinggal atau tidak cukup baik. Menurut Lahargo, perbandingan sosial ini dapat memperkuat munculnya post-holiday blues.

Selain faktor psikologis, kondisi fisik juga berperan dalam perubahan suasana hati setelah liburan.

Perjalanan jauh, kurang tidur, pola makan yang berubah, serta aktivitas yang padat dapat menyebabkan kelelahan.

Tubuh membutuhkan waktu untuk kembali ke kondisi normal setelah fase tersebut. Kelelahan ini sering kali membuat emosi menjadi lebih sensitif dan mudah berubah.

Perubahan peran juga memicu stres

Selama liburan, seseorang lebih banyak menjalani peran sebagai bagian dari keluarga.

Namun setelah liburan, peran tersebut berubah menjadi pekerja, mahasiswa, atau individu dengan tanggung jawab tertentu.

Perubahan ini membutuhkan proses penyesuaian yang tidak selalu mudah. Menurut Lahargo, perpindahan peran ini dapat memicu stres sementara.

Baca juga: Kembali ke Rutinitas, 7 Cara Orang Sukses Mengawali Kerja Usai Liburan

Cara mengatasi post-holiday blues

Menghadapi kondisi ini tidak harus dengan perubahan besar atau drastis.

Langkah pertama adalah menyadari bahwa perasaan tersebut merupakan hal yang normal. Menerima emosi yang muncul justru membantu proses adaptasi berjalan lebih cepat.

Selanjutnya, lakukan transisi secara bertahap dengan memulai aktivitas ringan di awal.

Pendekatan ini membantu tubuh dan pikiran kembali menyesuaikan diri tanpa tekanan berlebihan.

Untuk membantu memperbaiki suasana hati, penting untuk kembali menjalani aktivitas yang memberi energi positif.

Olahraga ringan, menjalankan hobi, atau berinteraksi dengan orang terdekat dapat membantu meningkatkan suasana hati.

Kebiasaan ini juga membantu tubuh memproduksi dopamin secara alami.

Selain itu, mengurangi kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain dapat membantu menjaga keseimbangan emosi.

Temukan kembali makna dalam rutinitas

Dr. Lahargo menjelaskan bahwa kebahagiaan tidak hanya berasal dari momen liburan. Rutinitas sehari-hari juga dapat menjadi sumber makna jika dijalani dengan tujuan yang jelas.

Liburan dapat menjadi momen refleksi untuk memahami apa yang benar-benar penting dalam hidup.

Dengan begitu, nilai positif dari liburan bisa dibawa ke kehidupan sehari-hari.

Baca juga: 7 Cara Sederhana Bonding Hubungan Keluarga Tanpa Liburan Mahal

Kapan harus waspada?

Post-holiday blues umumnya bersifat sementara dan akan membaik seiring waktu.

Namun, kondisi ini perlu diwaspadai jika berlangsung lebih dari dua minggu.

Gejala seperti kehilangan minat, gangguan tidur, perubahan nafsu makan, dan penurunan fungsi sehari-hari perlu diperhatikan.

Jika kondisi tersebut muncul, sebaiknya segera mencari bantuan profesional.

Post-holiday blues menunjukkan bahwa manusia tidak hanya mencari kebahagiaan sesaat.

Liburan memberi gambaran tentang kehidupan yang diinginkan, sementara rutinitas memberi kesempatan untuk mewujudkannya.

Dengan memahami kondisi ini, seseorang dapat kembali menjalani aktivitas dengan lebih seimbang dan bermakna.

Tag:  #post #holiday #blues #kenapa #semangat #drop #setelah #liburan #penjelasan #psikiater

KOMENTAR