Jadi Sumber Energi, Tak Perlu Batasi Karbohidrat Saat Puasa
Ilustrasi karbohidrat kompleks. Dokter olahraga RSPI menjelaskan mengapa karbohidrat tetap dibutuhkan saat puasa serta cara memilih jenis yang tepat agar energi tetap stabil tanpa memicu kenaikan berat badan.(Shutterstock/Tatjana Baibakova)
12:40
27 Februari 2026

Jadi Sumber Energi, Tak Perlu Batasi Karbohidrat Saat Puasa

Karbohidrat tetap dibutuhkan saat puasa karena menjadi sumber energi utama tubuh, terutama bagi yang tetap beraktivitas atau berolahraga.

Dokter spesialis kedokteran olahraga Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya, dr. Risky Dwi Rahayu, M.Gizi, Sp.K.O, menegaskan bahwa menghindari karbohidrat sepenuhnya saat Ramadhan bukan langkah yang tepat.

“Karbohidrat tetap diperlukan sebagai sumber energi, apalagi jika seseorang tetap aktif berolahraga,” ujar dr. Risky dalam jumpa pers yang diikuti Kompas.com, Rabu (18/2/2026).

Menurut dia, yang perlu diperhatikan bukan sekadar jumlahnya, tetapi jenis karbohidrat yang dikonsumsi.

Baca juga: Olahraga Saat Puasa Aman atau Berisiko? Dokter Ungkap Aturan Lengkapnya

Karbohidrat sebagai sumber energi utama

Saat puasa, tubuh tidak mendapat asupan makanan dan minuman selama berjam-jam. Energi yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari berasal dari cadangan karbohidrat yang tersimpan dalam tubuh.

Ketika cadangan tersebut menipis, tubuh mulai menggunakan lemak sebagai sumber energi. Kondisi ini normal, tetapi bukan berarti karbohidrat tidak lagi diperlukan.

Karbohidrat tetap berperan penting dalam menjaga keseimbangan energi dan membantu proses pemulihan setelah berbuka.

Baca juga: Olahraga Sebelum Berbuka, Bakar Lemak atau Justru Bikin Lemas? Ini Kata Dokter

Pilih karbohidrat kompleks

Ilustrasi karbohidrat kompleks. Dokter olahraga RSPI menjelaskan mengapa karbohidrat tetap dibutuhkan saat puasa serta cara memilih jenis yang tepat agar energi tetap stabil tanpa memicu kenaikan berat badan.robynmac Ilustrasi karbohidrat kompleks. Dokter olahraga RSPI menjelaskan mengapa karbohidrat tetap dibutuhkan saat puasa serta cara memilih jenis yang tepat agar energi tetap stabil tanpa memicu kenaikan berat badan.

Risky menyarankan konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, kentang, atau oat.

Karbohidrat jenis ini dicerna lebih lambat sehingga membantu menjaga rasa kenyang lebih lama. Kadar gula darah juga cenderung lebih stabil dibandingkan karbohidrat sederhana.

Sebaliknya, konsumsi berlebihan minuman manis atau makanan tinggi gula dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat turun kembali.

Penurunan gula darah secara cepat dapat membuat tubuh lebih mudah lapar dan lemas.

Baca juga: Jangan Langsung Olahraga Setelah Berbuka Puasa, Ini Aturan Amannya Menurut Dokter

Jangan alergi karbohidrat saat diet

Dokter spesialis kedokteran olahraga Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya, dr. Risky Dwi Rahayu, M.Gizi, Sp.K.O. Dokter olahraga RSPI menjelaskan mengapa karbohidrat tetap dibutuhkan saat puasa serta cara memilih jenis yang tepat agar energi tetap stabil tanpa memicu kenaikan berat badan.Dok. RSPI Dokter spesialis kedokteran olahraga Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya, dr. Risky Dwi Rahayu, M.Gizi, Sp.K.O. Dokter olahraga RSPI menjelaskan mengapa karbohidrat tetap dibutuhkan saat puasa serta cara memilih jenis yang tepat agar energi tetap stabil tanpa memicu kenaikan berat badan.

Banyak orang memanfaatkan puasa untuk menurunkan berat badan dengan cara mengurangi karbohidrat secara drastis.

Risky mengingatkan bahwa strategi tersebut tidak selalu tepat, terutama jika seseorang tetap melakukan aktivitas fisik. Karbohidrat juga berperan sebagai bahan bakar saat latihan dengan intensitas tertentu.

Jika asupan terlalu sedikit, tubuh bisa mengambil energi dari protein otot sehingga berisiko menurunkan massa otot.

“Yang penting bukan menghilangkan karbohidrat, tetapi mengatur porsinya dengan seimbang,” jelasnya.

Atur porsi dalam satu piring

Risky menyarankan pembagian porsi makan yang seimbang.

Dalam satu piring, karbohidrat, protein, serta sayur dan buah dapat dibagi secara proporsional. Pendekatan ini membantu tubuh mendapatkan energi yang cukup tanpa berlebihan.

Cara memasak juga berpengaruh terhadap jumlah kalori yang masuk ke tubuh. Makanan yang digoreng cenderung menambah asupan kalori dibandingkan metode memasak seperti merebus atau memanggang.

Baca juga: Olahraga Saat Puasa Idealnya Berapa Menit? Ini Kata Dokter

Waktu konsumsi yang tepat

Karbohidrat dapat dikonsumsi saat sahur dan berbuka dengan porsi yang disesuaikan. Saat sahur, karbohidrat kompleks membantu menjaga energi lebih stabil sepanjang hari.

Setelah olahraga atau menjelang tidur, kombinasi karbohidrat dan protein membantu proses pemulihan tubuh.

Pemilihan waktu yang tepat membantu menjaga performa dan mencegah rasa lemas berlebihan.

Karbohidrat tetap diperlukan saat puasa untuk menjaga energi dan mendukung aktivitas harian. Pendekatan yang tepat membantu puasa berjalan lancar tanpa mengorbankan kesehatan.

Baca juga: Pahami Batas Aman Olahraga Saat Puasa

Tag:  #jadi #sumber #energi #perlu #batasi #karbohidrat #saat #puasa

KOMENTAR