Gen Alpha dan Keberaniannya Bicara, Tidak Sopan atau Justru Kritis?
– Sikap anak-anak yang berani mengungkapkan pendapat kini semakin sering terlihat, terutama pada generasi Alpha atau Gen Alpha.
Tidak sedikit orangtua yang menilai perilaku tersebut sebagai bentuk kurang sopan atau membantah.
Namun, para ahli menilai fenomena ini tidak bisa dilihat semata sebagai masalah sikap.
Baca juga: Gen Z dan Gen Alpha Lebih Peka Terhadap Emosi, Ini Penyebabnya
“Gen Alpha tumbuh di masa ketika berbagai isu global mudah diakses dan beragam sudut pandang dapat disampaikan sejak usia dini,” ujar psikolog Catherine Nobile, dikutip dari Parents, Kamis (26/2/2026).
Menurutnya, hal ini membuat anak-anak lebih terbiasa mengemukakan pendapat dan mempertanyakan sesuatu, termasuk kepada orang yang lebih tua.
Mengenal Generasi Alpha
Gen Alpha merupakan kelompok generasi yang lahir sekitar tahun 2010 hingga pertengahan 2020-an. Mereka adalah generasi pertama yang tumbuh sepenuhnya di era digital.
Sejak kecil, mereka sudah akrab dengan teknologi, mulai dari penggunaan gawai hingga pembelajaran berbasis digital.
Selain itu, Gen Alpha juga tumbuh di tengah berbagai peristiwa global, seperti pandemi Covid-19 yang turut memengaruhi cara mereka belajar dan berinteraksi sosial.
Baca juga: Immersive Learning, Cara Baru Gen Alpha Menyerap Ilmu
Tidak Sopan atau Kritis?
Menurut Nobile, anggapan bahwa Gen Alpha cenderung tidak sopan dibandingkan generasi sebelumnya bisa jadi merupakan bentuk salah persepsi.
“Perilaku yang terlihat seperti menantang otoritas sebenarnya bisa menjadi tanda bahwa mereka merasa nyaman untuk mempertanyakan dan menyampaikan pendapat,” jelasnya.
Ia menambahkan, Gen Alpha tumbuh di lingkungan yang mendorong ekspresi diri, kecerdasan emosional, serta kebiasaan untuk tidak menerima sesuatu begitu saja tanpa penjelasan.
Paparan terhadap berbagai informasi sejak usia dini membuat mereka terbiasa melihat suatu hal dari berbagai sudut pandang.
Hal ini mendorong mereka untuk lebih kritis, termasuk saat berhadapan dengan aturan atau keputusan dari orang yang lebih tua.
Baca juga: Istilah Gen Alpha yang Menang Oxford Word of the Year, Terbaru ‘Rage Bait’
Berbeda dengan generasi sebelumnya yang cenderung patuh tanpa banyak bertanya, Gen Alpha justru lebih sering ingin memahami alasan di balik suatu aturan.
“Jika dulu anak-anak cenderung mengatakan ‘ya’ atau mengikuti saja, kini mereka lebih mungkin bertanya ‘mengapa’ atau menyampaikan pandangan mereka sendiri,” kata Nobile.
Menurutnya, perubahan ini tidak selalu menunjukkan sikap membangkang, melainkan bagian dari proses perkembangan cara berpikir yang lebih terbuka dan reflektif.
Jika diarahkan dengan tepat, kebiasaan bertanya dan mengemukakan pendapat ini justru dapat membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir kritis sekaligus membangun kepercayaan diri sejak dini.
Baca juga: Akrab dengan Teknologi, Ini Tips Mendukung Generasi Alfa dan Beta
Pengaruh Teknologi terhadap Cara Berpikir
Paparan teknologi sejak usia dini juga menjadi faktor penting dalam membentuk karakter Gen Alpha.
Akses terhadap informasi yang luas membuat mereka terbiasa melihat berbagai perspektif, sehingga mendorong pola pikir yang lebih kritis.
“Mereka memiliki akses ke lebih banyak informasi dan sudut pandang, yang membantu membangun rasa percaya diri dan kemampuan berpikir kritis,” ujar terapis keluarga Kelly Oriard.
Menurutnya, hal ini memang dapat terlihat seperti menantang otoritas, tetapi sebenarnya merupakan bagian dari perkembangan kemampuan berpikir anak.
Baca juga: Lahir dari Gen Z Awal dan Milenial Akhir, Ini 4 Perbedaan Karakter Orangtua Gen Beta
Cara Menyikapi Gen Alpha
Para ahli menekankan pentingnya peran orangtua dan pendidik dalam membimbing karakter Gen Alpha.
Alih-alih memandangnya sebagai perilaku negatif, sikap berani berpendapat perlu diarahkan agar tetap disertai dengan empati dan rasa hormat.
“Yang penting adalah membantu mereka menemukan keseimbangan antara percaya diri dan empati, serta antara menyampaikan pendapat dan menghargai orang lain,” ujar Nobile.
Orangtua juga disarankan untuk memberi contoh komunikasi yang baik, mengajarkan cara mendengarkan, serta menetapkan batasan yang jelas.
Melalui pendekatan yang tepat, sikap kritis dan percaya diri pada Gen Alpha justru dapat menjadi kekuatan untuk membentuk individu yang mampu berpikir mandiri sekaligus menghargai orang lain.
Tag: #alpha #keberaniannya #bicara #tidak #sopan #atau #justru #kritis