Proses di Balik Pembuatan Skincare, dari Konsep hingga Uji Efikasi
Ilustrasi skincare usia 40-an.(Dok. Freepik/Freepik)
15:10
25 Februari 2026

Proses di Balik Pembuatan Skincare, dari Konsep hingga Uji Efikasi

– Di tengah pesatnya pertumbuhan industri kecantikan, proses pembuatan produk skincare sering dianggap sederhana, seolah hanya mencampurkan bahan aktif ke dalam satu formula.

Padahal, di balik satu produk yang beredar di pasaran, terdapat rangkaian tahapan riset dan pengujian yang harus dilalui untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.

Menurut Supervisor R&D Research PT Nose Herbal Indo, Pinastya, langkah awal dalam pengembangan skincare dimulai dari perumusan konsep produk.

“Langkah pertama tentu kita tentukan konsepnya terlebih dahulu, mau klaim seperti apa dan menggunakan bahan apa saja. Setelah konsepnya jadi, baru kita masuk ke proses formulasi,” katanya saat ditemui setelah acara Nose Innovation Day di Kelapa Gading, Senin (23/2/2026).

Baca juga: Cara Cek Skincare Aman Menurut BPOM, Terapkan Langkah Cek, Klik

Menentukan Klaim dan Formulasi Produk

Menurut Pinastya, konsep menjadi fondasi utama sebelum masuk ke tahap formulasi.  Pada tahap ini, ditentukan klaim yang ingin diangkat, misalnya brightening atau anti-acne, serta bahan aktif yang akan digunakan.

Selain itu, penentuan konsep juga mempertimbangkan target pengguna, jenis kulit, serta tren yang berkembang di pasar. 

Baca juga: BPOM Sebut Skincare Berbahan Alami Belum Tentu Teruji Ilmiah, Jangan Terkecoh

Dengan demikian, produk yang dikembangkan tidak hanya relevan secara fungsi, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Setelah konsep ditetapkan, barulah tim riset dan pengembangan masuk ke tahap formulasi, yaitu proses peracikan bahan sesuai dengan klaim dan kebutuhan kulit yang ditargetkan.

Jika seluruh bahan dan konsep telah disepakati, proses formulasi dapat diselesaikan dalam kurun waktu tertentu, tetapi relatif singkat.

“Untuk formulasi mungkin paling cepat sekitar satu minggu, jika semuanya sudah fix,” kata Pinastya.

Namun, durasi ini bisa berubah apabila ditemukan kendala dalam proses pengembangan.

Baca juga: Kulit Sensitif Mudah Iritasi? Ini Pilihan Skincare yang Perlu Diperhatikan

Ilustrasi perawatan kulitFREEPIK Ilustrasi perawatan kulit

Uji Coba dan Analisis Kulit

Setelah formulasi selesai, produk tidak langsung dipasarkan. Tim akan melakukan uji coba awal pada kulit untuk menilai tekstur, kenyamanan, serta kesesuaian produk.

Tahap ini penting untuk memastikan produk nyaman digunakan serta tidak menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan sebelum masuk ke pengujian lebih lanjut.

Apabila hasil uji awal dinilai memadai, pengujian dilanjutkan ke tahap analisis kulit atau skin analyzer untuk mengukur efektivitas sesuai klaim yang diajukan.

Baca juga: Cara Mengatasi Flek Hitam di Wajah Menurut Dokter, Ini 4 Langkah Skincare Wajib

“Misalnya kita klaim brightening, apakah benar membantu mencerahkan. Atau kalau anti-acne, apakah benar membantu mengurangi jerawat,” ujarnya.

Proses ini menjadi bagian penting untuk memastikan klaim produk tidak sekadar janji pemasaran, tetapi didukung oleh hasil pengujian.

Durasi Uji Efikasi Bisa Beragam

Lamanya pengujian efikasi bergantung pada kebutuhan dan permintaan klien. Apabila dalam tahap trial ditemukan tekstur atau performa yang belum sesuai, waktu pengembangan dapat bertambah.

Selain itu, jenis klaim yang diangkat juga memengaruhi durasi pengujian karena setiap manfaat membutuhkan parameter evaluasi yang berbeda.

Baca juga: 4 Rekomendasi Skincare yang Cocok untuk Masalah Kulit Orang Indonesia

Meskipun demikian, tim biasanya menyarankan pengujian minimal selama dua minggu agar dapat terlihat hasil jangka pendek sekaligus gambaran manfaat jangka panjang.

“Biasanya kami menyarankan mulai dari dua minggu supaya sudah terlihat hasilnya,” tuturnya.

Dengan demikian, melalui tahapan konsep, formulasi, uji coba, hingga uji efikasi, pengembangan produk skincare menunjukkan bahwa prosesnya tidak sesederhana yang dibayangkan.

Rangkaian tersebut menjadi bagian penting sebelum produk akhirnya siap diproduksi dan dipasarkan kepada konsumen.

Baca juga: 5 Rekomendasi Brand Skincare Vegan, Ramah di Kulit dan Ramah Lingkungan

Tag:  #proses #balik #pembuatan #skincare #dari #konsep #hingga #efikasi

KOMENTAR