Sudah Tidur Cukup tapi Masih Lelah? Ternyata Tubuh Butuh 7 Jenis Istirahat Ini
Tidur delapan jam setiap malam belum tentu membuat tubuh benar-benar segar. Banyak orang tetap merasa lelah meski sudah cukup tidur.
Menurut laporan Verywell Mind (6/9/2025), kelelahan tidak selalu disebabkan kurang tidur, tetapi bisa karena kurang jenis istirahat lain yang jarang disadari.
Dokter penyakit dalam Saundra Dalton-Smith menjelaskan, manusia membutuhkan tujuh jenis istirahat agar bisa merasa benar-benar pulih.
Jika salah satunya kurang, tubuh dan pikiran tetap bisa terasa lelah meskipun waktu tidur sudah cukup.
Baca juga: Bukan Hanya Istirahat, 5 Manfaat Tidur Siang untuk Kesehatan Fisik dan Mental
Istirahat tidak sama dengan tidur
Alexa Davis, MD, dokter di Medical Transformation Center, mengatakan banyak orang tetap merasa lelah karena tekanan hidup sehari-hari menguras energi mental dan emosional.
“Di dunia modern, banyak dari kita tetap merasa lelah meski sudah cukup tidur karena tuntutan hidup membuat kita kewalahan,” ujarnya.
Tidur memang penting, tetapi istirahat juga mencakup pemulihan mental, emosional, sosial, hingga spiritual.
Ini adalah jenis istirahat yang paling dikenal. Ada dua bentuknya:
-
- Pasif, seperti tidur malam atau tidur siang
- Aktif, seperti peregangan ringan, pijat, atau yoga lembut
Tanda kurang istirahat fisik antara lain tubuh pegal, mudah sakit, dan merasa perlu kafein untuk bertahan.
Cara mengatasinya adalah tidur 7–9 jam, melakukan peregangan, dan memperbaiki kualitas tidur.
Baca juga: Kenali 7 Jenis Istirahat Selain Tidur agar Pikiran Pulih Seutuhnya
Ilustrasi burnout. Tidur delapan jam belum tentu cukup jika tubuh dan pikiran belum mendapatkan tujuh jenis istirahat yang sebenarnya dibutuhkan.
Istirahat mental diperlukan saat pikiran terus bekerja tanpa henti. Tandanya:
-
- Sulit fokus
- Pikiran terasa penuh
- Mudah cemas
Untuk mengatasinya, cobalah istirahat singkat saat bekerja, menulis daftar tugas agar tidak terus memikirkan semuanya, berjalan di luar ruangan, atau melakukan meditasi ringan.
Baca juga: 6 Pilihan Aroma Wangi yang Bisa Membuat Kita Lebih Rileks
-
Istirahat emosional
Istirahat emosional terjadi saat seseorang bisa menjadi diri sendiri tanpa harus berpura-pura kuat. Tandanya:
-
- Selalu merasa harus mengatakan “baik-baik saja”
- Sulit mengatakan tidak
- Lelah karena terus menyenangkan orang lain
Istirahat ini bisa diperoleh dengan berbicara jujur kepada orang terpercaya, menulis jurnal, atau berkonsultasi dengan tenaga profesional.
-
Istirahat sosial
Tidak semua hubungan sosial memberi energi. Ada yang justru menguras tenaga. Tandanya:
-
- Merasa harus selalu tampil baik di depan orang lain
- Lelah setelah acara sosial
- Tetap merasa kesepian meski berada di keramaian
Solusinya adalah mengurangi waktu bersama orang yang menguras energi dan memperbanyak interaksi yang bermakna.
-
Istirahat sensorik
Paparan layar, notifikasi, cahaya terang, dan kebisingan bisa membuat sistem saraf lelah. Tandanya:
-
- Sakit kepala setelah lama menatap layar
- Mudah marah
- Sensitif terhadap suara atau cahaya
Cobalah mematikan notifikasi, duduk di ruangan tenang beberapa menit, atau keluar rumah untuk mendapatkan udara segar dan cahaya alami.
Baca juga: Istirahat Bukan Malas, Ini Cara Menghilangkan Rasa Bersalah Saat Tidak Produktif
-
Istirahat kreatif
Jenis ini dibutuhkan ketika seseorang merasa buntu atau kehilangan ide. Tandanya:
- Merasa tidak terinspirasi
- Pekerjaan terasa monoton
- Sulit menemukan ide baru
Menghabiskan waktu di alam, menikmati seni, atau mencoba hobi baru bisa membantu mengisi kembali energi kreatif.
-
Istirahat spiritual
Istirahat spiritual membantu seseorang merasa terhubung dengan makna hidup. Tandanya:
- Merasa hampa
- Kehilangan arah
- Hidup terasa hanya tentang pekerjaan
Berdoa, meditasi, menjadi relawan, atau bergabung dengan komunitas yang memiliki nilai serupa bisa membantu.
Baca juga: Tren Perawatan Kulit Ekspres di Jam Istirahat Kantor
Cara mengetahui istirahat yang kurang
Psikolog Michael Carollo, PsyD dari Columbia University Irving Medical Center menjelaskan bahwa istirahat bisa didapat dengan menyeimbangkan aktivitas.
“Kuncinya adalah menemukan batas pribadi terhadap aktivitas tertentu dan menyeimbangkannya dengan bentuk istirahat yang sesuai,” katanya.
Artinya, setelah bekerja dengan fokus tinggi, seseorang bisa beristirahat dengan aktivitas fisik ringan. Setelah bersosialisasi lama, membaca buku sendirian bisa menjadi cara memulihkan diri.
Michelle Loy, MD dari New York-Presbyterian menambahkan bahwa seluruh sistem tubuh, mulai dari otot hingga saraf, membutuhkan waktu untuk pulih.
Ketika jenis istirahat yang tepat terpenuhi, tubuh dan pikiran akan terasa lebih sehat dan stabil.
Istirahat bukan tanda kelemahan, melainkan kebutuhan agar seseorang dapat menjalani hidup dengan energi yang cukup.
Baca juga: Kapan Waktu Terbaik untuk Bekerja dan Istirahat? Ini Jawaban Psikolog Klinis
Tag: #sudah #tidur #cukup #tapi #masih #lelah #ternyata #tubuh #butuh #jenis #istirahat