Bisakah Hubungan Diperbaiki Setelah Terjadi Perselingkuhan? Ini Kata Ahli
Ilustrasi selingkuh.(Dok. Freepik/Freepik)
18:10
5 Februari 2026

Bisakah Hubungan Diperbaiki Setelah Terjadi Perselingkuhan? Ini Kata Ahli

- Perselingkuhan masih menjadi salah satu isu paling sensitif dalam hubungan romantis. Bagi banyak orang, satu kali pengkhianatan sudah cukup untuk meruntuhkan kepercayaan yang dibangun bertahun-tahun. 

Namun di balik stigma sebagai deal breaker, apakah hubungan masih bisa diperbaiki setelah perselingkuhan terjadi?

Menurut survei yang dikutip Time, Kamis (5/2/2026), 94 persen responden memilih tidak menikah sama sekali ketimbang hidup bersama pasangan yang berpotensi berselingkuh.

Baca juga: Mengapa Orang Berselingkuh meski Hubungannya Bahagia? Ini 6 Alasannya 

Bahkan, 82 persen menyatakan memiliki toleransi nol terhadap perselingkuhan. Meski demikian, temuan menarik lainnya menyebutkan bahwa lebih dari separuh responden percaya perselingkuhan bisa dimaklumi dalam kondisi tertentu. 

Kontradiksi inilah yang membuat isu perselingkuhan menjadi kompleks dan penuh perdebatan.

Apa itu perselingkuhan?

Perselingkuhan tidak selalu memiliki definisi tunggal. Dalam hubungan modern, batasannya kian kabur seiring berubahnya norma relasi dan munculnya konsep non-monogami yang disepakati bersama.

“Perselingkuhan adalah pelanggaran terhadap kesepakatan yang telah dibuat dalam sebuah hubungan,” kata Suzannah Weiss, seksolog dan penulis Subjectified, disadur Best Life.

Setiap pasangan perlu mendefinisikan sendiri batasan yang mereka anggap sebagai perselingkuhan.

Bagi sebagian orang, kontak fisik seperti hubungan seksual jelas merupakan perselingkuhan. Namun bagi yang lain, ciuman, pegangan tangan, atau kedekatan emosional intens dengan orang lain juga dapat dianggap sebagai bentuk pengkhianatan. 

Bahkan, interaksi digital seperti pesan romantis, sexting, atau konsumsi konten berbayar di platform tertentu bisa masuk wilayah abu-abu. Terapis berlisensi, Liz Hughes menekankan pentingnya komunikasi sejak awal. 

“Tanpa batasan yang jelas, kebingungan dan konflik hampir tak terhindarkan,” imbaunya.

Bisakah hubungan diperbaiki setelah perselingkuhan?

Hubungan bisa diperbaiki setelah terjadi perselingkuhan, tetapi tidak mudah dan tidak selalu berhasil. 

Baca juga: 5 Alasan Perselingkuhan Masih Bisa Dimaafkan Menurut Psikolog

Banyak terapis sepakat bahwa pemulihan hubungan setelah perselingkuhan membutuhkan kerja emosional yang berat dari kedua belah pihak.

“Perselingkuhan menciptakan penderitaan emosional yang sangat mentah bagi semua pihak,” kata Hughes. 

Pihak yang dikhianati kerap mengalami trauma, rasa tidak aman, hingga kehilangan kepercayaan diri. 

Sementara pelaku perselingkuhan juga harus menghadapi rasa bersalah, malu, dan kemungkinan kehilangan hubungan sepenuhnya.

Menurut Hughes, peluang pemulihan terbuka jika pelaku benar-benar mengakui kesalahan, berhenti mencari pembenaran, dan bersedia melakukan perubahan nyata. 

“Tanpa tanggung jawab penuh dan komitmen untuk memperbaiki diri, proses penyembuhan hampir mustahil,” ujarnya.

Menurut terapis pernikahan dan keluarga, Rachel Goldberg, pendampingan profesional sering kali menjadi kebutuhan, bukan pilihan. 

Terapi membantu pasangan membangun kembali komunikasi, mengelola emosi, serta memahami akar masalah yang sebelumnya terabaikan.

Namun, tidak semua hubungan perlu atau layak dipertahankan. Dalam beberapa kasus, perpisahan justru menjadi pilihan paling sehat.

Apakah perselingkuhan bisa dibenarkan?

Meski survei menunjukkan sebagian orang menganggap perselingkuhan dapat dimaklumi, para ahli cenderung sepakat bahwa perselingkuhan tidak pernah benar.

“Perselingkuhan adalah pelanggaran terhadap persetujuan,” tegas Weiss. 

Jika sebuah hubungan disepakati sebagai monogami, maka mencari pasangan lain tanpa persetujuan merupakan bentuk pelanggaran emosional dan, dalam beberapa kasus, fisik.

Brandon Simpson, terapis adiksi seksual, menyebut pembenaran perselingkuhan sebagai bentuk gaslighting. 

“Membenarkan perselingkuhan berarti mengecilkan dampak luka yang ditimbulkan pada pasangan,” katanya.

Baca juga: Punya Riwayat Selingkuh di Keluarga, Ini Risiko dan Cara Mencegahnya Menurut Pakar

Para ahli sepakat bahwa jika seseorang merasa tidak bahagia, tidak terpenuhi, atau ingin menjajaki relasi lain, pilihan yang lebih etis adalah mengomunikasikannya secara terbuka atau mengakhiri hubungan terlebih dahulu.

Alasan utama perselingkuhan yang perlu dipahami

Alasan perselingkuhan sangat beragam dan tidak selalu berkaitan langsung dengan pasangan. 

Psikolog klinis Monica Vermani menjelaskan, sebagian orang berselingkuh sebagai bentuk sabotase hubungan karena tidak mampu mengakhirinya secara langsung.

Ada pula yang berselingkuh untuk mengisi kekosongan emosional, mencari validasi, melarikan diri dari stres akibat perubahan besar dalam hidup, atau mengejar sensasi dan kegembiraan yang hilang dalam hubungan jangka panjang. 

Rendahnya harga diri, ketidakpuasan seksual, pola relasi tidak sehat sejak kecil, hingga penyalahgunaan zat juga dapat menjadi pemicu.

Meskipun demikian, memahami alasan di balik perselingkuhan bukan berarti membenarkannya. 

Justru, pemahaman ini diperlukan agar pasangan dapat menentukan apakah hubungan masih bisa diperbaiki atau perlu diakhiri demi kesehatan emosional masing-masing.

 Baca juga: Cegah Perselingkuhan, Lakukan Cara Ini agar Tidak Bosan dengan Pasangan

Tag:  #bisakah #hubungan #diperbaiki #setelah #terjadi #perselingkuhan #kata #ahli

KOMENTAR