Makna Larangan Potong Rambut Jelang Imlek dan Simbol Keberuntungan
- Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan suasana hangat dan warna merah yang mendominasi. Tradisi ini diwariskan turun-temurun dan sangat dihormati masyarakat Tionghoa.
Bagi banyak keluarga Tionghoa, Imlek bukan hanya soal makan bersama atau berbagi angpao. Momen ini juga penting untuk menjaga energi baik agar tahun baru diawali dengan keberuntungan.
Di tengah berbagai persiapan tersebut, ada satu pantangan yang banyak dibicarakan, yakni larangan memotong rambut menjelang atau saat Imlek. Larangan ini merupakan bagian dari tradisi yang dipercaya membawa keberuntungan.
Dalam tradisi Tionghoa, berbagai aktivitas sehari-hari dipercayai memiliki makna simbolis yang memengaruhi nasib di tahun mendatang. Oleh karena itu, hal kecil seperti menyapu rumah, memecahkan barang, dan memotong rambut sering dihindari saat Imlek.
Meski bagi sebagian orang modern aturan ini terdengar sepele, bagi keluarga yang memegang nilai tradisi pantangan tetap dijalani. Hal ini merupakan bentuk penghormatan terhadap budaya dan leluhur mereka.
Berikut empat alasan mengapa potong rambut menjelang atau saat Imlek dianggap tidak dianjurkan oleh banyak orang.
1. Makna simbolis kata “fa” sebagai lambang keberuntungan
Dalam bahasa Mandarin, kata rambut (发, fà) memiliki pelafalan sama dengan fācái (发财) yang berarti kemakmuran dan kekayaan. Kesamaan bunyi tersebut membuat rambut menjadi simbol rezeki dan keberuntungan.
Karena itulah, memotong rambut menjelang Imlek dipercaya sama dengan “memotong” peluang baik yang harusnya datang di awal tahun. Banyak orang merapikan rambut jauh sebelum Imlek untuk menjaga simbol keberuntungan tetap utuh.
2. Menghindari memutus aliran energi positif
Menurut kepercayaan tradisional, rambut dianggap sebagai bagian energi hidup seseorang. Imlek dipandang sebagai periode masuknya energi baru yang penuh harapan dan peluang.
Memotong rambut tepat saat itu dipercaya bisa mengganggu atau memutus aliran energi positif yang seharusnya berlangsung lancar sepanjang tahun. Karena itu, orang tua kerap menasihati anaknya menunda potong rambut demi menjaga hoki dan energi.
3. Bentuk penghormatan kepada orang tua dan leluhur
Nilai bakti kepada orang tua dan leluhur sangat kuat dalam budaya Tionghoa. Rambut dianggap bagian tubuh yang diberikan orang tua, jadi merawatnya adalah simbol rasa hormat.
Memotong rambut saat Imlek, yang sarat dengan ritual penghormatan leluhur, dinilai kurang sejalan dengan nilai tersebut. Inilah alasan keluargatra- disusun tradisional menjalankan pantangan ini serius.
4. Pantangan budaya yang terus diwariskan lintas generasi
Meski tidak wajib atau mengikat secara agama, larangan potong rambut saat Imlek masih banyak dipraktikkan. Pantangan ini juga berjalan bersama larangan lain seperti menyapu rumah dan membuang barang pada awal Imlek.
Hal ini disimbolkan sebagai membuang keberuntungan. Banyak orang memahami tradisi ini bukan soal percaya, tapi sebagai penghormatan terhadap budaya keluarga mereka.
Larangan potong rambut menjelang atau saat Imlek berakar pada makna simbolis, kepercayaan energi positif, dan rasa hormat kepada leluhur. Tradisi ini masih dihormati banyak orang hingga kini. (*)
Tag: #makna #larangan #potong #rambut #jelang #imlek #simbol #keberuntungan