Hati-hati, 4 Jenis Makanan yang Bisa Meningkatkan Stres
Penderita diabetes harus menghindari makanan dengan kandungan gula dan lemak tinggi. Contohnya, sereal manis dan gorengan.(happy_lark)
13:05
20 Januari 2026

Hati-hati, 4 Jenis Makanan yang Bisa Meningkatkan Stres

- Banyak orang beralih ke makanan saat sedang merasa tertekan atau cemas. Bahkan, makan menjadi salah satu cara untuk meredakannya.

Akan tetapi, tidak semua makanan bisa mengurangi stres. Bahkan, ada beberapa yang sebaiknya dihindari lantaran dapat meningkatkan stres.

Ahli diet klinis Kathryn Munder mengatakan, makanan rendah nutrisi dan tinggi kalori dapat meningkatkan stres dalam beberapa cara.

"Kurangnya nutrisi berarti tubuhmu tidak emiliki apa yang dibutuhkan untuk menjaganya tetap berfungsi dengan baik," kata dia, dikutip dari situs web The University of Texas MD Anderson Cancer Center, Selasa (20/1/2026).

Ditambah lagi, makanan tidak sehat biasanya mengandung zat yang menyebabkan masalah tambahan, yang harus diatasi oleh tubuh.

Berikut tiga jenis makanan yang dapat meningkatkan stres.

Makanan yang meningkatkan stres

Ilustrasi makan dan minum yang mengandung gula. Gula ada sumber energi utama tubuh, tapi jika dikonsumsi berlebihan membahayakan kesehatan dan tubuh bisa memunculkan tanda-tandanya. SHUTTERSTOCK/PRESSMASTERP Ilustrasi makan dan minum yang mengandung gula. Gula ada sumber energi utama tubuh, tapi jika dikonsumsi berlebihan membahayakan kesehatan dan tubuh bisa memunculkan tanda-tandanya.

1. Gula tambahan dan karbohidrat olahan

Kategori ini mencakup kue, biskuit, minuman manis, serta sumber karbohidrat olahan seperti roti putih dan pasta.

Makanan-makanan tersebut dapat memicu stres karena menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara cepat, sehingga tubuh harus bekerja keras untuk menstabilkannya kembali.

"Saat gula darah meningkat, tubuh harus memproduksi insulin untuk menurunkannya kembali,” kata Munder.

“Setelah itu, kamu akan mengalami fase penurunan drastis, dan naik-turunnya kondisi ini menimbulkan efek domino pada hormon lain di dalam tubuh," sambung dia.

Proses naik-turun kadar gula darah tersebut dapat memicu peningkatan kortisol, hormon utama yang berkaitan dengan stres.

“Setiap kali tubuh merasa kewalahan, hal itu dapat menggeser kadar kortisol dan menempatkan tubuh dalam kondisi fight or flight,” ujar Munder.

Tubuh sebenarnya bekerja sangat keras untuk mengatur kadar gula darah yang tinggi karena dampaknya bisa sangat besar terhadap fungsi sistem tubuh secara keseluruhan.

Menurut Munder, jika ada terlalu banyak gula di dalam darah, darah secara harfiah bisa menjadi kental seperti sirup.

"Dan itu membuat jantung sangat sulit memompa darah ke seluruh tubuh. Itulah sebabnya tubuh berusaha keras untuk mengoreksinya," terang dia.

Psikiater nutrisi sekaligus Direktur Psikiatri Nutrisi dan Gaya Hidup di Massachusetts General Hospital, dr. Uma Naidoo, menambahkan bahwa gula tambahan dan gula rafinasi, memperburuk peradangan.

Tubuh juga terbebani oleh kandungan gula yang melebihi daripada yang dibutuhkan, ang dapat meningkatkan kecemasan dan suasana hati yang tidak stabil.

"Karena gula memiliki efek adiktif, semakin sedkit kita mengonsumsinya dari waktu ke waktu, semakin sedikit pula keinginan kita akan gula," tulis dia dalam sebuah artikel di CNBC Make It.

Ilustrasi cokelat.canva.com Ilustrasi cokelat.

2. Kafein

Kafein memengaruhi tingkat stres lewat dua cara. Pertama, zat ini dapat memicu stimulasi berlebihan pada respons stres alami tubuh.

Kedua, mengonsumsi kafein juga berpotensi mengganggu kualitas tidur. Padahal, tidur memiliki peran yang besar dalam menjaga keseimbangan stres.

Sebab, tubuh melakukan pemulihan dan pengaturan ulang berbagai sistem penting saat kamu tidur.

Jika tetap ingin mengonsumsi makanan dan minuman berkafein, sebaiknya lakukan dalam jumlah terbatas dan pada waktu yang lebih awal dalam sehari, agar tidak mengganggu ritme istirahat tubuh.

3. Makanan cepat saji

Makanan cepat saji atau jenis makanan lain yang tinggi lemak trans, dapat memengaruhi stres secara tidak langsung karena memicu peradangan di dalam tubuh. Selain itu, jenis makanan ini juga menambah beban kerja sistem pencernaan dan metabolisme.

“Jenis lemak seperti ini lebih sulit dipecah, sehingga ini bukan jenis makanan yang bisa langsung digunakan oleh tubuh sebagai 'bahan bakar'. Tubuh akan berusaha menyimpannya, dan proses itu membutuhkan kerja ekstra,” jelas Munder.

4. Makanan olahan

Mengonsumsi makanan olahan yang mengandung banyak gula tambahan dan gula rafinasi, dapat membanjiri otak dengan terlalu banyak glukosa.

"'Banjir gula' ini dapat menyebabkan peradangan di otak, dan pada akhirnya dapat mengakibatkan depresi dan kelelahan," jelas dr. Naidoo.

Tag:  #hati #hati #jenis #makanan #yang #bisa #meningkatkan #stres

KOMENTAR