6 Kebiasaan Orang-orang Panjang Umur yang Hidup sampai 100 Tahun
Ilustrasi orang tua panjang umur, orang tua berusia 100 tahun.()
20:10
17 Januari 2026

6 Kebiasaan Orang-orang Panjang Umur yang Hidup sampai 100 Tahun

- Hidup panjang dan sehat hingga usia 100 tahun bukan lagi sekadar impian. Para ahli menyebut, umur panjang tidak hanya dipengaruhi faktor genetik, tetapi juga kebiasaan sehari-hari yang konsisten dilakukan. 

Dari aktivitas fisik sederhana hingga cara memaknai hidup, kebiasaan kecil ternyata bisa memberi dampak besar bagi kualitas dan panjangnya usia seseorang.

Kebiasaan yang Dilakukan Orang-orang yang Hidup hingga 100 Tahun

Berikut enam kebiasaan yang umum dilakukan orang-orang yang mampu hidup hingga 100 tahun, dilansir dari Real Simple, Sabtu (17/1/2026).

1. Rutin berjalan kaki setiap hari

Berjalan kaki menjadi kebiasaan paling sederhana, tapi berdampak besar. 

“Berjalan kaki setiap hari dapat meningkatkan umur panjang secara signifikan dengan memberikan manfaat bagi tubuh dan otak,” ujar Sajad Zalzala, MD, pakar umur panjang dan direktur medis di AgelessRx.

Ia menjelaskan, berjalan kaki membantu memperbaiki resistensi insulin, tekanan darah, dan kadar kolesterol, yang semuanya berkaitan erat dengan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, kanker, dan penyakit jantung.

Selain itu, aktivitas ini juga merangsang neurogenesis atau pertumbuhan sel saraf baru.

“Ini penting untuk daya ingat dan fungsi kognitif, sekaligus menurunkan risiko Alzheimer atau demensia,” kata Zalzala.

Tak perlu memaksakan 10.000 langkah per hari. Zalzala menyebut, 500 langkah saja sudah dapat menurunkan risiko penyakit jantung sebesar 7 persen, sementara setiap tambahan 1.000 langkah berkaitan dengan penurunan risiko kematian hingga 15 persen.

2. Memprioritaskan tidur berkualitas

Tidur bukan hanya soal istirahat, tetapi juga proses perbaikan tubuh. Diogo Barardo, PhD, direktur riset dan pengembangan di NOVO menambahkan, kurang tidur dapat mengganggu proses metabolisme dan meningkatkan risiko resistensi insulin.

“Kurang tidur meningkatkan peradangan, melemahkan sistem imun, dan mempercepat penuaan sel,” kata Darshan Shah, MD, spesialis umur panjang dan pendiri Next Health.

Sebaliknya, tidur cukup membantu menjaga panjang telomer, bagian DNA yang berkaitan erat dengan penuaan sel. 

“Tidur juga mendukung pembuangan limbah neurotoksik yang berhubungan dengan Alzheimer,” ujar Zalzala.

3. Aktif terlibat dalam komunitas

Keterlibatan sosial menjadi ciri umum orang berusia panjang. Interaksi sosial juga membantu menurunkan stres, memperbaiki kesehatan mental, dan menumbuhkan rasa memiliki.

“Terlibat dalam komunitas dapat memperpanjang usia dengan mengurangi rasa kesepian dan isolasi, yang merupakan faktor risiko kematian dini,” jelas Shah.

Hal ini membuat seseorang merasa lebih berarti dan terhubung dengan lingkungannya.

4. Memiliki tujuan hidup yang jelas

Barardo menyebut, tujuan hidup memberi makna lebih dalam dibanding sekadar aktivitas sosial. Di Jepang, konsep ini dikenal sebagai ikigai.

“Ikigai memberi orang alasan untuk bangun di pagi hari, baik lewat pekerjaan, hobi, merawat orang lain, atau minat pribadi,” kata Christal Burnette dari Okinawa Research Center for Longevity Science.

Ia menambahkan, tujuan hidup menjaga pikiran tetap aktif, meningkatkan ketahanan mental, serta menumbuhkan pandangan hidup yang positif.

5. Mengonsumsi makanan anti-inflamasi

Pola makan menjadi fondasi penting umur panjang. Makanan anti-inflamasi seperti buah, sayur, kacang, biji-bijian utuh, serta lemak sehat kaya antioksidan dan omega-3 yang membantu melawan radikal bebas.

“Peradangan kronis tingkat rendah adalah pemicu utama banyak penyakit terkait usia,” ujar Kristen Lorenz, RD, ahli gizi terdaftar.

Pola makan seperti ini juga menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan penurunan fungsi otak.

6. Membatasi atau menghindari alkohol

Lorenz menegaskan, alkohol meningkatkan peradangan dan stres oksidatif yang merusak sel tubuh. 

Dampaknya dapat berupa penyakit hati, gangguan jantung, hingga kanker. Selain itu, alkohol juga berdampak pada kesehatan mental. 

“Penggunaan alkohol berlebihan berkaitan dengan depresi, kecemasan, dan gangguan tidur,” kata Shah.

Meski demikian, jika tetap ingin mengonsumsi alkohol, Lorenz mengingatkan batas aman, yaitu maksimal dua gelas per hari untuk pria dan satu gelas per hari untuk perempuan.

6 kebiasaan ini menunjukkan bahwa umur panjang bukan hanya soal nasib, tetapi hasil dari pilihan gaya hidup sehari-hari. 

Dari berjalan kaki, tidur cukup, hingga memiliki tujuan hidup, semuanya saling berkaitan dalam membentuk tubuh dan mental yang lebih sehat hingga usia lanjut.

 

Tag:  #kebiasaan #orang #orang #panjang #umur #yang #hidup #sampai #tahun

KOMENTAR