Tren Fashion 2026, Kembalinya Gaya Glamor hingga Vintage
Ilustrasi style Y2K. Tren fashion 2026 meninggalkan gaya seragam dan mulai menonjolkan ekspresi diri lewat nostalgia, gaya intelektual, dan pengaruh budaya digital.(FREEPIK/KROSHKA__NATSYA)
13:10
14 Januari 2026

Tren Fashion 2026, Kembalinya Gaya Glamor hingga Vintage

Tahun 2026 menandai perubahan besar dalam dunia fashion global, dari gaya yang seragam menuju ekspresi diri yang lebih bebas dan personal.

Laporan Pinterest Predicts 2026 yang dikutip Glamour UK menunjukkan bahwa tren kini bergerak 4,4 kali lebih cepat dibanding tujuh tahun lalu, dipengaruhi algoritma media sosial, kondisi ekonomi, dan kejenuhan terhadap gaya yang itu-itu saja.

Para pengamat menilai, fashion 2026 bukan lagi soal mengikuti satu estetika utama, melainkan merangkai identitas berpakaian dari berbagai referensi lama dan baru.

Tren fashion 2026

Berikut adalah tren fashion yang akan mendominasi di tahun 2026.

Tren seperti glamoratti dan opera aesthetic menandai kembalinya gaya glamor dengan siluet tegas, bahu lebar, kain mewah, dan aksesori mencolok.

Tren ini muncul sebagai reaksi atas kejenuhan terhadap quiet luxury yang dinilai terlalu minimal dan kurang ekspresif.

Sentuhan futuristik juga hadir lewat extra celestial, dengan nuansa kosmik, holografik, dan siluet eksperimental yang memberi kesan pelarian dari realitas.

  • Poetcore

Baik Glamour UK maupun Elle mencatat poetcore sebagai salah satu tren terkuat 2026, ditandai dengan blazer vintage, turtleneck longgar, dasi, bros, dan tas besar.

Pinterest mencatat pencarian “poet aesthetic” naik 175 persen, mencerminkan ketertarikan pada citra intelektual di tengah budaya digital yang serba cepat.

Jurnalis Elle, Ruby Feneley, menilai tren ini sebagai bentuk romantisasi literasi dan ketenangan di era yang semakin bising.

  • Dari bros hingga perhiasan warisan

Ilustrasi perhiasan vintage. Tren fashion 2026 meninggalkan gaya seragam dan mulai menonjolkan ekspresi diri lewat nostalgia, gaya intelektual, dan pengaruh budaya digital.Freepik/wirestock Ilustrasi perhiasan vintage. Tren fashion 2026 meninggalkan gaya seragam dan mulai menonjolkan ekspresi diri lewat nostalgia, gaya intelektual, dan pengaruh budaya digital.

Tren brooched menunjukkan kembalinya bros dan perhiasan vintage sebagai simbol gaya personal.

Menurut Elle, 2026 menandai pergeseran dari barang arsip mahal yang mudah dilacak asal-usulnya, menuju item sederhana dengan cerita dan makna pribadi.

Analis mode Audrey Long menyebut fase ini sebagai era obscure over archival, ketika gaya tidak lagi ditentukan oleh harga atau popularitas.

  • Cool blue dan kembalinya renda

Glamour UK mencatat cool blue sebagai warna kunci 2026, hadir pada pakaian, aksesori, hingga riasan bernuansa frosted.

Sementara itu, tren laced up membawa renda kembali ke busana dan aksesori, memberi sentuhan romantis yang terasa lebih modern dan ringan.

  • Vintage sportswear dan brainrot Fashion

Elle menyoroti kebangkitan vintage sportswear, seperti windbreaker lama, celana training rendah, dan kaus grafis, menggantikan athleisure modern.

Di sisi lain, brainrot fashion mencerminkan budaya internet yang campur aduk, menggabungkan arsip obscure, anime, tekstur unik, dan siluet eksperimental.

Tren fashion 2026 menunjukkan bahwa pakaian kini menjadi cara mengekspresikan emosi di tengah ketidakpastian global dan kelelahan digital.

Alih-alih mengejar kesempurnaan visual, gaya berpakaian tahun ini lebih menekankan kebebasan, kejujuran, dan identitas personal.

Tag:  #tren #fashion #2026 #kembalinya #gaya #glamor #hingga #vintage

KOMENTAR