3 Alasan Orang Menyembunyikan Utang Pinjol Menurut Psikolog, Rasa Malu
Saat orang terdekat terlilit pinjol, respons keluarga sangat penting. Psikolog mengungkap langkah awal yang sebaiknya dilakukan.(Freepik)
11:40
18 Desember 2025

3 Alasan Orang Menyembunyikan Utang Pinjol Menurut Psikolog, Rasa Malu

Pinjaman online atau pinjol tidak hanya menimbulkan beban finansial, tetapi juga tekanan psikologis yang berat.

Salah satu fenomena yang kerap terjadi adalah keputusan seseorang untuk menyembunyikan utang pinjol dari keluarga atau orang terdekat.

Padahal, sikap menutup diri ini tak jarang malah memperburuk kondisi mental dan memperpanjang masalah.

Psikolog Meity Arianty, STP., M.Psi menjelaskan, keputusan untuk diam bukan tanpa alasan.

“Sebagian besar orang yang terjerat pinjol menyembunyikan masalahnya karena rasa malu, takut dihukum, atau khawatir dianggap gagal dalam mengelola keuangan,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, baru-baru ini.

Alasan orang suka menyembunyikan hutang pinjol

  • Rasa malu dan takut dicap gagal

Menurut Meity, utang sering kali dipersepsikan sebagai kegagalan pribadi.

Ketika seseorang tidak mampu mengelola keuangan dengan baik, muncul rasa malu yang kuat, terutama jika lingkungan sekitar memiliki ekspektasi tertentu terhadap kondisi finansialnya.

“Banyak orang ingin mempertahankan citra diri sebagai individu yang mandiri dan mampu secara ekonomi. Ketika realitas tidak sesuai dengan citra tersebut, mereka memilih menutup diri,” jelas Meity.

Rasa malu ini membuat seseorang enggan bercerita, bahkan kepada keluarga terdekat.

  • Menjaga citra diri di lingkungan sosial

Selain faktor internal, tekanan sosial juga berperan besar.

Di tengah budaya yang kerap menilai keberhasilan dari aspek materi, seseorang merasa harus terlihat ‘baik-baik saja’.

Meity menyebut kondisi ini berkaitan dengan ketergantungan emosional pada citra sosial.

“Orang yang terlilit pinjol sering takut kehilangan kepercayaan atau dukungan sosial jika diketahui memiliki masalah keuangan,” kata Meity.

Akibatnya, mereka memilih diam demi menjaga posisi dan penerimaan di lingkungan sosial.

  • Penolakan terhadap kenyataan yang menyakitkan

Alasan lain yang kerap muncul adalah mekanisme penolakan. Menghadapi kenyataan bahwa utang telah menumpuk dan sulit dikendalikan bisa memicu kecemasan dan stres berat.

Dengan menyembunyikan masalah, seseorang merasa bisa menghindari tekanan emosional tersebut, setidaknya untuk sementara waktu.

Namun, strategi ini justru berisiko. “Menunda menghadapi masalah tidak membuat utang hilang. Justru tekanan psikologisnya bisa semakin besar karena dijalani sendirian,” ujar Meity.

Utang pinjol kerap disembunyikan dari keluarga karena rasa malu. Psikolog menjelaskan dampaknya bisa memicu stres hingga konflik keluarga.freepik Utang pinjol kerap disembunyikan dari keluarga karena rasa malu. Psikolog menjelaskan dampaknya bisa memicu stres hingga konflik keluarga.

Dampak psikologis dari sikap menutup diri

Sikap menyembunyikan utang pinjol sering kali berdampak pada kesehatan mental.

Perasaan terisolasi, cemas berlebihan, hingga gangguan tidur dapat muncul karena seseorang merasa tidak memiliki tempat aman untuk bercerita.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memperparah stres, memicu depresi, dan menurunkan kualitas hidup.

Beberapa orang bahkan mengalami konflik internal antara keinginan meminta bantuan dan ketakutan akan penilaian negatif.

Peran keluarga dan orang terdekat

Meity menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan terdekat dalam menghadapi masalah pinjol.

Alih-alih menghakimi, sikap empati dan keterbukaan justru dapat membantu korban merasa lebih aman untuk berbicara.

“Langkah awal yang paling penting adalah mendengarkan tanpa menghakimi. Buat mereka merasa dipahami dan tidak sendirian,” ujarnya.

Dengan dukungan emosional yang tepat, seseorang akan lebih berani mencari solusi, termasuk bantuan profesional jika diperlukan.

Kapan perlu mencari bantuan profesional?

Jika tekanan akibat utang pinjol mulai memengaruhi kesehatan mental, seperti munculnya kecemasan berlebihan, perasaan tidak berharga, atau menarik diri dari lingkungan sosial, Meity menyarankan untuk segera mencari bantuan psikolog.

“Membicarakan masalah dengan profesional bisa membantu seseorang memahami tekanan emosional yang dialami dan menemukan cara menghadapinya secara lebih sehat,” kata Meity.

Setiap orang memiliki kondisi psikologis yang berbeda. Jika masalah utang dan tekanan emosional mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional demi menjaga kesehatan mental.

Tag:  #alasan #orang #menyembunyikan #utang #pinjol #menurut #psikolog #rasa #malu

KOMENTAR