5 Alasan Seseorang Dapat Bersikap Baik dengan Teman Namun Buruk bersama Keluarga
Ilustrasi dua wanita bersahabat. (Freepik)
22:20
21 Februari 2025

5 Alasan Seseorang Dapat Bersikap Baik dengan Teman Namun Buruk bersama Keluarga

– Beberapa orang bersikap hangat, murah hati, dan terbuka dengan teman-temannya tetapi bersikap jauh, dingin, atau bahkan kasar dengan keluarganya. Sekilas, hal ini mungkin tampak membingungkan.

Bukankah orang-orang yang membesarkan kita seharusnya menerima kebaikan yang sama seperti yang kita tunjukkan kepada orang-orang yang kita pilih untuk hadir dalam hidup kita. Namun faktanya tidak semua akan berjalan beriringan.

Dilansir dari laman Geediting, berikut 5 sikap seseorang yang baik dengan teman namun buruk terhadap keluarga.

1. Kurang mendapatkan kasih sayang

Saat tumbuh dewasa seseorang selalu merasa bahwa cinta dalam keluarganya selalu datang dengan syarat. Pujian dan kasih sayang hanya diberikan ketika orang yang mencapai sesuatu seperti nilai bagus, penghargaan, atau melakukan apa yang diharapkan dari orang tersebut.

Namun, dengan teman-teman, situasinya berbeda. Mereka menyukai saya apa adanya, bukan apa yang akan setiap kalian capai. Jadi, menjadi lebih mudah untuk bersikap terbuka dan penuh kasih sayang kepada mereka sambil menjaga jarak dengan keluarga.

2. Sering dibandingkan dengan saudaranya

Tidak ada yang membuat seorang anak mempertanyakan harga dirinya seperti terus-menerus diukur dibandingkan dengan orang lain. Dikarenakan hanya mereka harus lebih cerdas, lebih berbakat, lebih patuh selalu lebih.

Seiring berjalannya waktu, hal ini dapat menimbulkan rasa benci dan jarak emosional. Bersama keluarga, mereka mungkin merasa masih dihakimi, masih merasa kurang. Namun bersama teman, tidak ada persaingan hanya penerimaan. Jadi di situlah mereka merasa paling aman untuk membuka diri.

3. Bertanggung jawab terhadap kondisi keluarga

Beberapa anak tumbuh besar dengan dihibur oleh orang tua mereka serta yang lain tumbuh besar dengan menghibur orang tua mereka.

Mungkin mereka harus menenangkan kemarahan orang tua, menengahi konflik keluarga, atau bertindak sebagai sistem pendukung emosional bagi orang dewasa dalam hidup mereka. Alih-alih dirawat, mereka menjadi pengasuh.Ketika itu terjadi, kehangatan mulai terasa seperti tanggung jawab alih-alih sesuatu yang alami dan saling menguntungkan.

Di rumah, menunjukkan kebaikan mungkin mengingatkan mereka pada peran melelahkan yang mereka jalani saat masih kecil. Namun, bersama teman-teman, rasanya berbeda lebih ringan, lebih mudah, dan bebas dari kewajiban.

4. Sering diabaikan oleh keluarganya sejak kecil

Setiap anak ingin merasa perkataannya penting. Namun, beberapa anak tumbuh dalam keluarga yang selalu menyela, mengabaikan, atau mengabaikan ucapan mereka. Mungkin perasaan mereka dikesampingkan dengan berkata, “Kamu bereaksi berlebihan.” Atau pikiran mereka ditanggapi dengan, “Itu tidak penting sekarang.” Seiring berjalannya waktu, mereka belajar bahwa berbicara tidak akan mengubah apa pun jadi mereka berhenti mencoba.

Dengan teman, semuanya berbeda. Ada ruang bagi mereka untuk berbagi, untuk dipahami, untuk dihargai. Serta ketika Anda akhirnya menemukan orang yang mau mendengarkan , masuk akal untuk mencurahkan kehangatan Anda kepada mereka.

5. Jarang mendapatkan kasih sayang dari keluarga

Bila cinta terasa transaksional atau tidak aman, sulit untuk mengetahui cara memberikannya secara cuma-cuma. Sebagian orang tumbuh dengan pemikiran bahwa kedekatan hanya akan menimbulkan rasa sakit, jadi mereka menjaga jarak dengan keluarga.

Namun dengan sahabat, cinta terasa berbeda. Cinta diberikan tanpa tekanan, tanpa rasa takut. Serta bagi seseorang yang tidak pernah merasakannya saat tumbuh dewasa, masuk akal jika mereka akan mempertahankannya di mana pun mereka bisa menemukannya.

Editor: Setyo Adi Nugroho

Tag:  #alasan #seseorang #dapat #bersikap #baik #dengan #teman #namun #buruk #bersama #keluarga

KOMENTAR