



Intel Kiev: Lebih Mudah Rebut Krimea Dibanding Donbass
Kepala Direktorat Intelijen Utama Kementerian Pertahanan Ukraina, Kyrylo Bodanov mengatakan dari Krimea musuh dapat diusir melalui dua titik masuk utama ke semenanjung.
Mengutip Forbes Ukraina, Ukrinform mengabarkan bahwa tadinya Rusia mengklaim bahwa Krimea tak tertembus.
Namun hal itu dianggap salah oleh Budanov.
Buktinya sejumlah serangan Ukraina telah dilakukan Kiev dan menyebabkan banyak korban, beberapa diantaranya adalah penenggelaman kapal perang dan kapal selam Rusia yang diyakini menewaskan puluhan awaknya.
Dari sudut pandang militer, merebut kembali Krimea akan jauh lebih mudah daripada Donbas karena musuh dapat diusir melalui dua titik masuk utama ke semenanjung.
Bahkan jembatan Kerch sempat terputus karena dihajar oleh rudal Storm Shadow buatan Inggris.
Kyrylo Budanov, kepala Direktorat Intelijen Utama Kementerian Pertahanan Ukraina, mengatakan hal ini saat menjawab pertanyaan dari lulusan Sekolah Ekonomi Kyiv, Ukrinform melaporkan, mengutip Forbes Ukraina.
"Masalah penaklukan kembali adalah operasi garis depan kami. Dan itu saja, Krimea terisolasi," kata Budanov.
Budanov menambahkan, Krimea ditaklukkan beberapa kali selama berbagai konflik militer, dan negara-negara yang berusaha menguasai semenanjung biasanya mencapai tujuan ini.
Menurut Budanov, masalah utama setiap agresor yang pasukannya berada di Krimea adalah ketidakmampuan mempertahankan Tanah Genting Perekop, yang hilangnya tanah tersebut segera menyebabkan runtuhnya pertahanan dengan cepat.
Krimea diambil alih oleh Rusia pada 2014 lalu dalam sebuah operasi militer, dan kini saat perang terbuka Ukraina-Rusia, Kiev menjadi sering menyerang wilayah itu.
Sementara di Donbass atau Ukraina bagian timur, Rusia juga terus mendesak pasukan Ukraina mundur ke arah barat. Dengan dibatasi oleh daratan, wilayah tersebut dianggap sulit untuk mengusir para pasukannya Vladimir Putin.
Tag: #intel #kiev #lebih #mudah #rebut #krimea #dibanding #donbass