



Israel Diguncang 9.500 Roket Sejak 7 Oktober, Walikota Sderot Serukan Pemusnahan Total Gaza
Anadolu melaporkan, Alon Davidi menyebut, pemusnahan lingkungan-lingkungan warga Palestina di Jalur Gaza mesti dilakukan secara otomatis.
“Jika mereka meluncurkan roket dari wilayah tertentu, seluruh lingkungan harus musnah,” kata Alon Davidi kepada Radio Angkatan Darat kemarin, Selasa (16/1/2024).
“Seluruh wilayah harus dimusnahkan, dan kita harus bekerja secara sistematis,” tambahnya.
Pada Senin, pihak berwenang Israel mengatakan kalau sembilan roket telah ditembakkan dari Gaza menuju Sderot, dan lima di antaranya telah dicegat, menurut Channel 7 Israel.
Pasukan pendudukan Israel pekan lalu mengatakan, sejak 7 Oktober, ada sekitar 9.500 roket, peluru dan serangan drone yang diluncurkan ke wilayah Israel dari Jalur Gaza, Lebanon, Suriah dan Yaman.
Segera setelah serangan lintas batas Hamas pada tanggal 7 Oktober, Israel mengevakuasi 60 persen penduduk Sderot.
Namun, Davidi meminta pemerintah Israel untuk mengevakuasi seluruh warga karena perang, lapor media berbahasa Ibrani.

Tanah Pendudukan Sderot
Sderot dibangun di atas reruntuhan desa Najd di Palestina.
Desa tersebut dibersihkan secara etnis dari penduduk Palestina pada tanggal 13 Mei 1948 oleh pasukan Zionis, tiga hari sebelum negara Israel mendeklarasikan “kemerdekaan”.
Lebih dari 400 petani Palestina dan keluarga mereka diusir dari tanah mereka dan “direlokasi” sebagai pengungsi di Gaza, yang berjarak kurang dari satu mil jauhnya dari titik terdekatnya.
Selama serangan militer Israel tahun 2014 terhadap warga Palestina di Jalur Gaza, dilaporkan bahwa warga Israel berkumpul di Sderot untuk menyaksikan dan bersorak saat bom jatuh di daerah kantong tersebut.
(oln/anadolu/memo/*)
Tag: #israel #diguncang #9500 #roket #sejak #oktober #walikota #sderot #serukan #pemusnahan #total #gaza