



Perang Rusia-Ukraina Hari ke-792: Krisis Tentara, Pria Ukraina Dilarang Kabur ke Luar Negeri
Amerika Serikat (AS) diam-diam sudah mengirim rudal ATACMS ke Ukraina pada April ini.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan rudal jarak jauh ATACMS yang mampu mencapai sasaran sejauh 300 km telah tiba di Ukraina bulan ini, setelah Kongres AS telah mengesahkan paket bantuan baru untuk Ukraina bulan lalu.
"Senjata tersebut adalah bagian dari paket bantuan bulan Maret untuk Ukraina – bukan yang baru saja disetujui oleh Kongres dan ditandatangani oleh Joe Biden," kata Vedant Patel, juru bicara Departemen Luar Negeri, Rabu (24/4/2024).
“Kami tidak mengumumkan hal ini pada awalnya untuk menjaga keamanan operasional Ukraina atas permintaan mereka," lanjutnya, seperti dikutip dari Suspilne.
Ukraina Langsung Pakai Rudal ATACMS
Ukraina telah mulai menggunakan serangan jarak jauh ATACMS, dengan membom lapangan udara militer Rusia di Krimea pekan lalu dan pasukan Rusia di wilayah pendudukan lainnya dalam beberapa hari terakhir, kata dua pejabat AS kepada AP.
Salah satu dari mereka mengatakan pemerintahan Joe Biden sebelumnya memperingatkan Rusia jika mereka menggunakan rudal balistik jarak jauh di Ukraina, AS akan memberikan kemampuan yang sama kepada Ukraina.
Menlu Ukraina Puji AS atas Bantuan Militer
Menteri Luar Negeri Ukraina memuji politisi AS karena menyetujui paket bantuan militer senilai $61 miliar yang telah lama tertunda untuk Ukraina.
Namun, ia mengatakan sekutu Barat perlu menyadari bahwa era perdamaian di Eropa telah berakhir.
"Kyiv pasti akan membutuhkan lebih banyak bantuan untuk melawan Rusia," katanya.
Ukraina Berhenti Cetak Paspor untuk Warganya agar Tak Hindari Wajib Militer
Ukraina telah berhenti mengeluarkan paspor baru di kantor-kantor di luar negeri kepada beberapa warga negara laki-laki berusia militer.
Ini sebagai bagian dari langkah-langkah untuk mendorong mereka kembali ke negaranya di tengah kekurangan tenaga kerja di angkatan bersenjata.
Pengumuman tersebut disampaikan sehari setelah penangguhan layanan konsuler bagi pria berusia 18-60 tahun yang tinggal di luar negeri hingga undang-undang baru tentang mobilisasi diterapkan.
"Penangguhan paspor hanya berlaku untuk permohonan baru dan setiap permohonan yang diajukan sebelumnya akan dipenuhi," kata Kementerian Luar Negeri Ukraina, Rabu.
Paspor Ditangguhkan, Warga Ukraina Protes
Ratusan warga Ukraina berkerumun di luar kantor paspor di Warsawa, Polandia setelah Kementerian Luar Negeri Ukraina menangguhkan paspor mereka.
“Ini adalah perjuangan melawan orang-orang yang melarikan diri dari militer,” kata Maksym, seorang sopir truk berusia 38 tahun.
“Kami tidak ditanya atas dasar apa kami pergi ke luar negeri… Mengapa saya menjadi pengelak wajib militer jika saya pergi ke luar negeri secara sah?” lanjutnya.
Duta Besar Ukraina untuk Polandia, Vasyl Zvarych, mengatakan semua permohonan yang diajukan ke kantor konsuler Ukraina sebelum 23 April 2024 akan diproses secara lengkap dan dokumen paspor akan dikeluarkan untuk orang-orang tersebut.
Polandia akan Pulangkan Pria Ukraina Usia Wajib Militer yang Leha-leha di Negaranya
Polandia siap membantu Ukraina memulangkan pria-pria yang sudah memasuki usia wajib militer ke tanah air mereka.
“Saya pikir banyak orang Polandia yang marah ketika mereka melihat pemuda Ukraina di hotel dan kafe dan mendengar betapa besarnya upaya yang harus kami lakukan untuk membantu Ukraina,” kata Vladyslav Kosiniak-Kamish kepada Polsat News, tanpa memberikan rincian.
Anak-anak Ukraina Korban Perang Dirawat di Qatar
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengatakan sekelompok anak-anak Ukraina berada di Qatar untuk pemulihan medis, mental, dan sosial setelah Rusia mengklaim terjadi pertukaran anak-anak yang terlantar.
“Mereka semua sebelumnya telah dideportasi secara paksa ke Rusia, namun berkat upaya mediasi kami yang bersahabat dengan Qatar, mereka telah dibebaskan,” kata Zelensky, dikutip dari The Guardian.
Ia tidak menanggapi klaim Rusia bahwa 48 anak terlibat dalam pertukaran tersebut.
Komisaris hak anak Rusia, Maria Lvov a-Belova, yang dicari karena kejahatan perang oleh pengadilan pidana internasional , mengklaim Rusia menyerahkan 29 anak ke Ukraina dan 19 anak kembali ke Rusia.
Drone Ukraina Serang Fasilitas Minyak Rusia
Drone Ukraina menyerang fasilitas minyak di Rusia bagian barat, menurut laporan sumber pertahanan di Kyiv mengonfirmasi kemarin.
Para pejabat di Smolensk dan Lipetsk, wilayah barat Rusia, mengumumkan serangan tersebut dan menyalahkan drone Ukraina yang memicu kebakaran di lokasi energi.
"Serangan drone lainnya menargetkan wilayah Lipetsk lebih jauh ke selatan, yang merupakan lokasi pabrik metalurgi dan farmasi," kata gubernur Igor Artamonov.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Berita lain terkait Rusia dan Ukraina
Tag: #perang #rusia #ukraina #hari #krisis #tentara #pria #ukraina #dilarang #kabur #luar #negeri