



Meski Dibayangi Sanksi AS-UE, Ekspor Minyak Iran Malah Capai Level Tertinggi dalam 6 Tahun Terakhir
Rekor penjualan minyak Iran dilaporkan bahkan ketika negara ini dibayangi ancaman sanksi tambahan dari negara-negara Barat sebagai tanggapan atas serangan Teheran terhadap Israel pada Sabtu (13/4/2024) kemarin.
Tercatat, Iran menjual rata-rata 1,56 juta barel per hari selama tiga bulan pertama di tahun ini.
Dan hampir semuanya (dijual) ke Tiongkok.
"Ini merupakan level tertinggi sejak kuartal ketiga tahun 2018," menurut perusahaan data Vortexa.
Keberhasilan Iran dalam mengekspor minyak mentahnya menggarisbawahi kesulitan yang dihadapi Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) ketika mereka berusaha untuk meningkatkan tekanan terhadap Teheran.
“Iran telah menguasai seni menghindari sanksi,” kata Kepala Layanan Resiko Geopolitik di Rapidan Energy Group AS, Fernando Ferreira.
“Jika pemerintahan (Presiden Joe) Biden benar-benar ingin memberikan dampak, mereka harus mengalihkan fokusnya ke Tiongkok," jelasnya.
Lalu, apa saja sanksi yang telah dijatuhkan terhadap Iran menyusul agresinya di TImur Tengah?
Sanksi AS terhadap Iran
Pada Kamis (18/4/2024), Amerika mengumumkan sanksi baru terhadap Iran buntut eskalasi terhadap Israel pada Sabtu (13/4/2024) kemarin.
Sanksi dari AS menargetkan produksi kendaraan udara tak berawak (UAV) atau drone.
Departemen Keuangan AS mengatakan, tindakan tersebut menargetkan 16 individu dan dua entitas yang memungkinkan produksi UAV Iran, termasuk jenis mesin yang menggerakkan UAV varian Shahed Iran.
Senjata-senjata ini diklaim digunakan dalam serangan 13 April.
Dikutip dari Reuters, lima perusahaan di berbagai yurisdiksi yang menyediakan bahan komponen untuk produksi baja kepada Perusahaan Baja Khuzestan (KSC) Iran, salah satu produsen baja terbesar di Iran, atau membeli produk baja jadi KSC juga dijatuhi sanksi.
Tiga anak perusahaan produsen mobil Iran, Bahman Group, yang dikatakan mendukung Korps Garda Revolusi Islam Iran, juga menjadi sasaran, dilansir The Guardian.
Gedung Putih juga sedang mengupayakan sanksi atau hukuman untuk memukul ekonomi Iran.
Meski pembatasan ekspor minyak dapat memukul perekonomian Iran, akan tetapi apabila sanksi ini diberlakukan dalam jangka waktu yang lama maka pasar global akan mengalami lonjakan harga minyak mentah.
Sanksi Uni Eropa terhadap Iran
Sementara itu, para pemimpin Uni Eropa (UE) juga sepakat untuk meningkatkan sanksi terhadap Iran.
Hampir sama seperti AS, sanksi Uni Eropa juga menargetkan drone dan rudal Iran.
“(UE) akan mengambil tindakan pembatasan lebih lanjut terhadap Iran, terutama terkait kendaraan udara tak berawak dan rudal," demikian pengumuman Uni Eropa, Kamis (18/4/2024), dikutip dari The Guardian.
Sebenarnya, sejauh ini Uni Eropa sudah menerapkan serangkaian sanksi terhadap Iran, termasuk pembatasan perdagangan, larangan perjalanan, dan pembekuan aset.
Beberapa dari sanksi ini dijatuhkan sebagai respons terhadap pelanggaran hak asasi manusia di Teheran – termasuk setelah kematian Mahsa Amini pada tahun 2022 di tangan polisi moral Iran – dan tindakan keras yang kejam terhadap pengunjuk rasa.
Baru-baru ini, blok tersebut membentuk rezim baru yang melarang ekspor komponen penting yang digunakan untuk memproduksi drone mematikan, yang juga dikenal sebagai kendaraan udara tak berawak (UAV), ke Uni Eropa, yang kemudian dijual ke Moskow untuk mendukung upaya perangnya di Ukraina, dikutip dari Euronews.
Inggris juga menjatuhkan sanksi yang menargetkan beberapa organisasi militer Iran, individu, dan entitas yang terlibat dalam industri UAV dan rudal balistik Iran.
(Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)
Tag: #meski #dibayangi #sanksi #ekspor #minyak #iran #malah #capai #level #tertinggi #dalam #tahun #terakhir