Israel Kurangi Pasukan di Gaza Selatan, Sisakan Satu Brigade
Tentara pendudukan Israel (IDF) di Jalur Gaza. Pada Minggu (7/4/2024), Pasukan IDF dilaporkan menarik hampir semua pasukannya dari Gaza Selatan dan hanya menyisakan satu batalyon dari Brigade Nahal. 
18:00
8 April 2024

Israel Kurangi Pasukan di Gaza Selatan, Sisakan Satu Brigade

- Pihak militer Israel mengurangi jumlah tentaranya di Gaza selatan dengan menyisakan satu brigade, Minggu (7/4/2024).

Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Letkol Peter Lerner, mengatakan bahwa ini merupakan tahap lain dalam upaya perang.

"Ini adalah tahap lain dalam upaya perang," tuturnya dilansir BBC International.

Namun, pengurangan pasukan itu ditafsirkan sebagai tindakan taktis, bukan sebagai tanda bahwa perang akan segera berakhir.

Sementara itu, pada hari Minggu kemarin, Israel dan Hamas mengatakan telah mengirim delegasi ke Kairo untuk bergabung dalam perundingan terbaru soal gencatan senjata.

Sudah enam bulan sejak situasi Gaza memanas pada 7 Oktober 2023 silam.

Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas menyebut lebih dari 33 ribu penduduk Palestina--yang sebagian besar adalah masyarakat sipil--tewas akibat serangan yang dilancarkan oleh Israel.

Letkol Lerner: Perang Belum Berakhir

Letkol Lerner mengatakan pasukan Israel akan dirotasi karena militer telah menyelesaikan misinya di jalur selatan Gaza, Khan Younis.

Khan Younis telah dibombardir Israel selama berbulan-bulan, dan sebagian besar kota dan sekitarnya hancur.

"Perang belum berakhir. Perang hanya bisa berakhir ketika mereka [sandera] pulang dan ketika Hamas sudah tiada."

"Ini adalah penurunan kekuatan, tetapi masih ada lebih banyak operasi yang perlu dilakukan. Rafah jelas merupakan benteng pertahanan. Kita perlu membongkar kemampuan Hamas di mana pun mereka berada," tuturnya.

Negosiasi Gencatan Senjata di Mesir

Kemarin, Hamas bersama Kepala Intelijen Mesir Abbas Kamel menggelar negosiasi perjanjian gencatan senjata Jalur Gaza di Kairo.

Selain dihadiri pimpinan Mesir, lembaga penyiaran swasta Al-Qahera News mengungkap bahwa perundingan gencatan senjata kali ini juga turut diikuti oleh Direktur Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) William Burns serta kepala Mossad Israel David Barnea.

Sama seperti negosiasi sebelumnya, perundingan putaran ini sengaja digelar untuk menyatukan pandangan berbagai pihak guna mencapai kemajuan yang besar dalam merealisasikan gencatan senjata sementara hingga pembebasan sandera atau tawanan selama Idulfitri.

"Tujuan utamanya saat ini, adalah mencapai gencatan senjata selama enam pekan," kata sumber politik Palestina.

Negosiasi gencatan senjata Gaza ini bukan pertama kalinya digelar Israel dan Palestina.

Keduanya diketahui telah melangsungkan beberapa kali negosiasi dengan bantuan perantara Mesir dan Qatar, akan tetapi pembicaraan berakhir buntu.

Hingga akhirnya pejabat pemerintah AS mengatakan bahwa Presiden Joe Biden baru-baru mengirim dua surat khusus kepada Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi dan Emir Qatar Tamim bin Hamad Al-Thani terkait dengan percepatan negosiasi gencatan senjata di Gaza.

Belum ada komentar langsung dari Kairo atau Doha terkait hasil dari negosiasi tersebut.

Namun, dilansir Arab News, semua pihak menunjukkan fleksibilitas terkait kesepakatan gencatan senjata kemanusiaan sementara selama beberapa hari saat Idulfitri.

“Semua pihak menunjukkan fleksibilitas dalam kemungkinan menyelesaikan perjanjian parsial dengan gencatan senjata kemanusiaan sementara selama beberapa hari pada Idulfitri, di luar kerangka perundingan perjanjian utama,” kata sumber Mesir.

Apabila gencatan senjata benar-benar direalisasikan, maka ini akan menjadi yang kedua kalinya terjadi di Gaza.

Sebagai informasi, gencatan senjata sementara antara Israel dan Hamas terakhir kali disepakati pada akhir November tahun lalu.

Kendati gencatan senjata hanya disepakati selama lima hari, tetapi ratusan tawanan perang bisa kembali bebas.

Dengan rincian Hamas membebaskan 78 sandera, sementara Israel melepas 180 tahanan asal Palestina.

(Tribunnews.com/Deni/Namira Yunia)

Editor: Febri Prasetyo

Tag:  #israel #kurangi #pasukan #gaza #selatan #sisakan #satu #brigade

KOMENTAR