Kepala Brigade Al Qassam Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
Ezzedine Al-Haddad, kepala Brigade Al Qassam tewas bersama anggota keluarganya dalam serangan Israel di Kota Gaza pada Jumat (15/5/2026).(OMAR AL-QATTAA)
18:00
16 Mei 2026

Kepala Brigade Al Qassam Tewas dalam Serangan Israel di Gaza

- Militer Israel mengonfirmasi kepala sayap militer Hamas Brigade Al Qassam, Ezzedine Al-Haddad tewas dalam serangan udara di Gaza pada Jumat (15/5/2026).

"IDF dan ISA mengumumkan bahwa kemarin, dalam serangan tepat sasaran di wilayah Kota Gaza, Ezzedine Al-Haddad telah dilenyapkan," kata militer, dikutip dari AFP, Sabtu (16/5/2026).

Pihak militer Israel menjelaskan, Haddad adalah salah satu komandan senior terakhir di sayap militer Hamas yang mengarahkan perencanaan dan serangan 7 Oktober.

"Sepanjang perang, Haddad terlibat dalam penahanan banyak sandera Israel di tawanan Hamas," ujar militer.

"Haddad mengelola sistem penyanderaan Hamas dan mengelilingi dirinya dengan sandera dalam upaya untuk mencegah eliminasinya," sambungnya.

Baca juga: Putra Pemimpin Hamas Tewas akibat Serangan Israel di Gaza

Hamas konfirmasi kematian Haddad

Dua pejabat Hamas juga mengatakan bahwa Haddad tewas dalam serangan Israel pada Jumat (15/5/2026).

"Komandan senior, Ezzedine Al-Haddad tewas dalam serangan Israel yang menargetkan sebuah apartemen dan kendaraan sipil di Kota Gaza kemarin," kata seorang pejabat senior Hamas. 

Seorang anggota sayap bersenjata Hamas secara terpisah juga mengonfirmasi kematiannya.

Baca juga: Hasil Pemilu Gaza Palestina, Fatah Dominan di Wilayah Penting

Televisi Israel menayangkan rekaman sebuah bangunan yang terbakar di Gaza dan melaporkan bahwa itu adalah lokasi Haddad menjadi sasaran serangan.

"Al-Haddad bertanggung jawab atas pembunuhan, penculikan, dan penganiayaan yang dilakukan terhadap ribuan warga sipil Israel dan tentara IDF," kata kantor menteri pertahanan.

"Dia menyandera para sandera kami dengan kejam, mengatur serangan terhadap pasukan kami, dan menolak untuk melaksanakan perjanjian yang diajukan oleh Presiden AS Donald Trump untuk pelucutan senjata Hamas dan demiliterisasi Jalur Gaza," lanjutnya.

Baca juga: Israel Serbu Armada Global Sumud Flotilla ke Gaza, 211 Aktivis Diculik

Pelanggaran gencatan senjata

Seorang pria berjalan di tengah reruntuhan bangunan yang hancur diserang Israel di permukiman Zahra, Nuseirat, tengah Jalur Gaza, pada 6 Februari 2026.AFP/EYAD BABA Seorang pria berjalan di tengah reruntuhan bangunan yang hancur diserang Israel di permukiman Zahra, Nuseirat, tengah Jalur Gaza, pada 6 Februari 2026.

Meskipun gencatan senjata telah disepakati pada Oktober, Gaza tetap dilanda kekerasan setiap hari karena serangan Israel terus berlanjut, dengan militer dan Hamas saling menuduh melanggar gencatan senjata.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, setidaknya 856 warga Palestina telah tewas sejak gencatan senjata dimulai.

Dalam periode yang sama, militer Israel mengatakan lima tentara telah tewas di Gaza.

Baca juga: Penderitaan Sunyi di Gaza, Anak-anak Tak Bisa Bicara karena Trauma Perang

Pejabat militer itu menuding Haddad secara terang-terangan melanggar gencatan senjata yang ada.

"Haddad adalah komandan militer paling senior di organisasi Hamas dan pemimpin senior Hamas terakhir yang tersisa di Jalur Gaza yang termasuk di antara para pemimpin pembantaian 7 Oktober," ujarnya.

Selama perang, Haddad berpindah-pindah antara berbagai lokasi persembunyian dan banyak terlibat dalam sistem penyanderaan Hamas di Jalur Gaza.

Tag:  #kepala #brigade #qassam #tewas #dalam #serangan #israel #gaza

KOMENTAR