Menilik Perahu Drone AS dalam Penyelamatan Kru Helikopter Apache di Selat Hormuz
Perahu drone yang digunakan Angkatan Laut Amerika Serikat dalam sebuah operasi penyelamatan kru helikopter Apache yang jatuh di dekat Selat Hormuz. (Saronic.com)
11:30
11 Juni 2026

Menilik Perahu Drone AS dalam Penyelamatan Kru Helikopter Apache di Selat Hormuz

Angkatan Laut Amerika Serikat menggunakan perahu tanpa awak atau perahu drone dalam sebuah operasi penyelamatan kru helikopter Apache yang jatuh di dekat Selat Hormuz.

Perahu milik perusahaan pertahanan Saronic ini dikendalikan secara jarak jauh sebagai bagian dari pengembangan armada otonom militer.

Unit yang terlibat dalam pengembangan dan operasi ini berada di bawah Task Force 59, unit pertama Angkatan Laut AS yang berfokus pada kecerdasan buatan dan sistem drone laut.

Baca juga: Iran Serang 2 Kapal di Selat Hormuz, Penutupan Jalur Pelayaran Mulai Diberlakukan

Misi ini menjadi salah satu pengujian langsung pertama kemampuan penyelamatan dari sistem kapal tanpa awak dalam situasi yang mendekati kondisi tempur.

Teknologi ini dirancang untuk mengurangi risiko terhadap personel militer dengan menggantikan peran manusia dalam operasi berbahaya.

Pengembangan armada kapal otonom

Perusahaan Saronic mengembangkan berbagai kapal tanpa awak yang digunakan dalam misi tersebut.

Salah satu yang digunakan adalah Corsair, perahu berukuran 24 kaki dengan kecepatan lebih dari 35 knot dan jangkauan lebih dari 1.000 mil laut.

Selain itu, Saronic juga memiliki dua platform utama lain, yakni Mirage dan Marauder.

Ketiga kapal tersebut berbahan bakar diesel dan dirancang untuk beroperasi secara otonom penuh, termasuk kemampuan memproses data secara mandiri.

Baca juga: Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz untuk Semua Kapal, AS Buka Suara

Adapun Saronic berkembang pesat dengan dukungan investasi besar dari sektor pertahanan. Perusahaan ini diketahui bernilai miliaran dollar dan mendapatkan pendanaan dari sejumlah investor besar di industri teknologi dan modal ventura.

Selain itu, Saronic juga telah menandatangani kontrak besar dengan Angkatan Laut AS dan tengah memperluas kapasitas produksi kapal tanpa awak di berbagai fasilitasnya.

CEO Saronic, Dino Mavrookas, yang merupakan mantan anggota Navy SEAL, menekankan bahwa teknologi ini bertujuan untuk mengurangi keterlibatan manusia dalam situasi berbahaya.

Ia mengatakan, “Kita tidak lagi seharusnya mengirim orang jika kita punya kesempatan untuk mengirim robot. Kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga keselamatan orang.”

Baca juga: Trump Sebut Iran Memohon Gencatan Senjata, Tehran Membantah

Tag:  #menilik #perahu #drone #dalam #penyelamatan #helikopter #apache #selat #hormuz

KOMENTAR