Timur Tengah Membara, AS-Iran Saling Serang Dua Hari Berturut-turut
Baliho tentang Selat Hormuz bertuliskan Selamanya di Tangan Iran dipasang di depan patung Arash Sang Pemanah di Lapangan Vanak, Teheran, saat difoto pada 25 Mei 2026.(AFP/ATTA KENARE)
12:24
11 Juni 2026

Timur Tengah Membara, AS-Iran Saling Serang Dua Hari Berturut-turut

- Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan di seluruh Timur Tengah untuk hari kedua berturut-turut.

Hal ini semakin memperburuk gencatan senjata rapuh yang disepakati antara kedua negara pada April lalu.

Dikutip dari BBC, Kamis (11/6/2026), Komando Pusat AS (Centcom) mengatakan telah menyelesaikan serangkaian "serangan pertahanan diri" yang menargetkan situs militer, pengawasan, dan radar di Iran selatan.

Serangan itu terjadi beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump bersumpah bahwa pasukannya akan menyerang Iran dengan keras, karena Teheran terlalu lama untuk mencapai kesepakatan.

Baca juga: Menilik Perahu Drone AS dalam Penyelamatan Kru Helikopter Apache di Selat Hormuz

Iran serang aset militer AS

Sebagai respons, Iran melancarkan serangkaian serangan yang menargetkan aset militer AS di berbagai negara di kawasan tersebut.

Pangkalan militer AS di Bahrain dan Kuwait kembali menjadi sasaran serangan Iran untuk hari kedua berturut-turut.

Sementara, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeklaim telah menembakkan rudal balistik ke pusat komando AS di Yordania, menurut media pemerintah Iran.

Kementerian Dalam Negeri Bahrain menyatakan, sirene serangan udara mereka diaktifkan semalam, sementara Angkatan Darat Kuwait menyatakan bahwa sistem pertahanan anti-udara mereka mencegat target udara musuh.

Kuwait mengaku telah menutup sementara wilayah udaranya karena serangan Iran.

Baca juga: Sebut Misi Rahasia, Trump Klaim Kelabui Iran dan Angkut Minyak di Selat Hormuz

Selat Hormuz ditutup total

Dalam peningkatan ketegangan terbaru, IRGC juga mengatakan telah menyerang dua kapal tanker minyak yang melewati Selat Hormuz, meskipun belum ada konfirmasi langsung mengenai serangan tersebut.

Hal itu terjadi setelah media pemerintah Iran melaporkan penutupan total Selat Hormuz untuk semua jenis kapal. 

Namun, Centcom mengeklaim kapal-kapal komersial terus melintas masuk dan keluar dari Selat Hormuz.

Harga minyak naik tak lama setelah penutupan jalur pelayaran dan pengumuman serangan terhadap kapal-kapal tersebut.

Minyak mentah Brent, yang dianggap sebagai patokan global, naik menjadi sekitar 95 dollar AS per barel setelah mengalami kenaikan sekitar 2 persen.

Baca juga: Bela Serangan ke Iran, Menhan AS: Kami Akan Bernegosiasi dengan Bom

Peringatan Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berbicara kepada awak media di pesawat kepresidenan Air Force One, ketika terbang dari Pangkalan Gabungan Andrews di Maryland menuju Eau Claire di Wisconsin, Jumat (5/6/2026).AFP/SAUL LOEB Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berbicara kepada awak media di pesawat kepresidenan Air Force One, ketika terbang dari Pangkalan Gabungan Andrews di Maryland menuju Eau Claire di Wisconsin, Jumat (5/6/2026).

Beberapa jam sebelum AS melancarkan serangan terbarunya, Trump telah melempar peringatan untuk Iran. 

"Kami menyerang mereka dengan keras kemarin dan kami akan menyerang mereka dengan keras lagi hari ini," peringatan Trump beberapa jam sebelum serangan AS.

"Para pemimpin Iran terlalu lama bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan," tambahnya.

Menurutnya, Iran akan diserang lagi jika kesepakatan perdamaian tidak tercapai.

Sementara, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan, Iran telah diberi kesempatan untuk membuat kesepakatan tetapi tidak mengambilnya.

Karena itu, ia menyebut bom akan dijatuhkan di fasilitas-fasilitas penting di negara tersebut.

Baca juga: Iran Serang 2 Kapal di Selat Hormuz, Penutupan Jalur Pelayaran Mulai Diberlakukan

Iran tegaskan posisinya

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan, Iran akan tetap teguh menghadapi tekanan atau ancaman apa pun. 

Kementerian Luar Negeri Iran sebelumnya menuduh AS merusak proses diplomatik melalui pesan-pesan kontradiktif yang dikirimkannya.

Pada April, AS dan Iran menyepakati gencatan senjata yang awalnya dimaksudkan untuk berlangsung selama dua minggu. 

Kedua pihak sejak itu saling baku tembak secara sporadis, tanpa kembali ke permusuhan skala penuh.

Namun, upaya-upaya terbaru untuk menengahi negosiasi antara Washington dan Teheran telah terhenti dan serangan justru meningkat.

Minggu ini, sebuah helikopter AS ditembak jatuh dalam serangan yang dituduhkan kepada Iran. IRGC merespons dengan menargetkan pangkalan-pangkalan AS di seluruh Timur Tengah.

Tag:  #timur #tengah #membara #iran #saling #serang #hari #berturut #turut

KOMENTAR