Bela Serangan ke Iran, Menhan AS: Kami Akan Bernegosiasi dengan Bom
- Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth telah mengonfirmasi bahwa pasukannya melancarkan serangan terhadap fasilitas-fasilitas penting di Iran.
Menurutnya, serangan tersebut sebagai bagian dari negosiasi yang sedang berlangsung untuk gencatan senjata permanen.
Pernyataan ini muncul saat ia meninggalkan markas Komando Pusat AS (Centcom) di Tampa, Florida pada Rabu (10/6/2026) yang mengawasi operasi militer di Timur Tengah dan sebagian Asia.
“Centcom (Komando Pusat AS) akan sibuk malam ini karena Presiden Trump mengatakan kita akan menyerang Iran dengan keras dan kita akan melakukannya,” ujarnya, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (10/6/2026).
Baca juga: Iran Serang 2 Kapal di Selat Hormuz, Penutupan Jalur Pelayaran Mulai Diberlakukan
"Bernegosiasi dengan bom"
Banyak pengamat politik menunjuk komentar Hegseth di Tampa sebagai tanda kembalinya "diplomasi kapal perang", yaitu penggunaan kekuatan militer untuk mencapai tujuan politik.
“Jika kita perlu bernegosiasi dengan bom, kita akan bernegosiasi dengan bom,” kata Hegseth.
Dalam mengumumkan putaran serangan kedua, Hegseth membantah bahwa AS berupaya untuk melanjutkan pertempuran skala penuh.
Baca juga: Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz untuk Semua Kapal, AS Buka Suara
Sebaliknya, ia menggambarkan serangan itu sebagai cara untuk memulai kembali negosiasi yang terhenti dengan Iran.
“Bukan karena kami ingin memulai kembali sesuatu yang tidak perlu kami mulai kembali,” ujarnya.
“Tetapi karena Departemen Perang siap menetapkan persyaratan untuk memastikan bahwa kami mendapatkan kesepakatan seperti yang diharapkan Presiden Donald Trump,” sambungnya.
Kedua pihak berbeda pendapat mengenai isu-isu seperti nasib program nuklir Iran dan apakah Iran akan menerima keringanan sanksi.
Baca juga: Trump Sebut Iran Memohon Gencatan Senjata, Tehran Membantah
Tak kesampingkan serang infrastruktur sipil
Baliho tentang Selat Hormuz bertuliskan Selamanya di Tangan Iran dipasang di depan patung Arash Sang Pemanah di Lapangan Vanak, Teheran, saat difoto pada 25 Mei 2026.
Trump telah berulang kali mengancam akan menyerang jembatan dan infrastruktur energi Iran.
Para wartawan menanyakan hal tersebut kepada Hegseth pada hRabu.
“Anda baru saja menyebutkan bahwa Anda berencana untuk menyerang mereka dan menghantam mereka dengan keras malam ini,” tanya seorang reporter.
“Jika responsnya adalah menyerang jembatan, infrastruktur listrik, bagaimana itu bukan kejahatan perang, yang berpotensi menargetkan infrastruktur sipil?” bunyi pertanyaan itu.
Hegseth menepis pertanyaan itu sebagai tidak jujur dan menuduh wartawan tersebut mencela motif militer AS.
Namun, ia tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa infrastruktur sipil akan menjadi sasaran.
Baca juga: Serangan AS ke Iran Berlanjut, Trump Tuduh Iran Permainkan Negosiasi
Titik balik pemerintahan Trump
Koresponden Al Jazeera, Alan Fisher, mencatat bahwa kata-kata tersebut menandai titik balik bagi pemerintahan Trump.
“Banyak orang akan berpendapat bahwa apa yang terjadi semalam tentu lebih dari sekadar jatuhnya helikopter,” kata Fisher.
“Sekarang, tampaknya kita telah beralih ke fase baru dari apa yang digambarkan kepada saya oleh seorang Republikan sebagai api perdamaian,” lanjutnya.
Ia menekankan, pemerintahan Trump tidak bersedia mengatakan bahwa gencatan senjata 8 April telah berakhir.
Namun, AS tampaknya berupaya menggunakan serangan militer sebagai alat tawar-menawar untuk menciptakan ruang diplomatik bagi kesepakatan yang diinginkan Donald Trump.
Tag: #bela #serangan #iran #menhan #kami #akan #bernegosiasi #dengan