Cerita Wasit Piala Dunia Ditolak Masuk AS, Dikira Teroris
Wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, kehilangan kesempatan bersejarah tampil di Piala Dunia 2026 setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat.(AFP/KENZO TRIBOUILLARD)
12:36
11 Juni 2026

Cerita Wasit Piala Dunia Ditolak Masuk AS, Dikira Teroris

Seorang wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, mengaku kecewa setelah otoritas Amerika Serikat menolak izin masuknya ke negara tersebut untuk memimpin pertandingan Piala Dunia.

Padahal, Artan merupakan salah satu dari 52 wasit yang dipilih untuk turnamen sepak bola dunia musim panas ini di Amerika Utara.

Artan menjadi salah satu dari tujuh wasit asal Afrika yang terpilih dan berpeluang menjadi orang Somalia pertama yang memimpin laga Piala Dunia. Namun, mimpinya pupus setelah ia ditahan otoritas AS setibanya di Bandara Internasional Miami.

Baca juga: Trump Buka Suara Usai Wasit Somalia Ditolak Masuk AS untuk Piala Dunia

Berbicara untuk pertama kalinya setelah ditolak masuk, Artan mengatakan kepada The New York Times bahwa menjadi wasit di Piala Dunia bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga simbol bagi rakyat Somalia.

“Saya sangat kecewa,” ujar Artan dalam wawancara melalui telepon dari Istanbul, kota tempat ia diterbangkan setelah ditolak masuk AS.

“Saya hanya seorang wasit yang berusaha meraih mimpi, mimpi terbesar dalam hidup saya, untuk datang ke Piala Dunia,” tambahnya.

Artan mengaku telah mempersiapkan diri selama empat tahun untuk Piala Dunia, termasuk mengikuti kursus FIFA di Qatar dan Uni Emirat Arab.

Ditahan 11 jam dan dipulangkan ke Istanbul

Pria berusia 34 tahun itu menceritakan perjalanan panjangnya menuju Amerika Serikat. Ia berangkat dari Nairobi, Kenya, tempat ia menunggu dokumen perjalanan sebelum terbang ke Istanbul dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Miami.

Ia tiba di Bandara Internasional Miami pada Sabtu (7/6/2026), lima hari sebelum pertandingan pertama turnamen dimulai.

Namun, petugas perbatasan AS menghentikannya dan membawanya ke sebuah ruangan kecil untuk menjalani pemeriksaan semalaman.

Artan mengatakan telah membawa seluruh dokumen yang diperlukan, termasuk visa, surat dari FIFA, serta bukti perjalanan kariernya selama lebih dari satu dekade sebagai wasit profesional.

“Saya memiliki dokumen yang benar dan semuanya. Saya memiliki visa yang sah,” kata Artan.

Ia juga menunjukkan dokumentasi dari FIFA serta foto-foto perjalanan kariernya. Menurut Artan, petugas perbatasan turut memeriksa informasi daring terkait rekam jejaknya, termasuk fakta bahwa ia dinobatkan sebagai wasit terbaik tahun 2025 oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika.

Dalam pemeriksaan, petugas juga menanyakan alasan kedatangannya ke AS serta kondisi politik di Somalia, negara yang selama lebih dari satu dekade berupaya membangun stabilitas pemerintahan.

Pemeriksaan tersebut berlangsung sekitar 11 jam. Setelah itu, Artan dipindahkan ke ruang tahanan terpisah selama beberapa jam sebelum akhirnya dipulangkan dengan pesawat kembali ke Istanbul.

Ia mengatakan, para petugas tidak memberikan alasan jelas atas penolakan masuk tersebut.

Namun, Artan menduga keputusan tersebut berkaitan dengan negaranya.

“Saya pikir mereka memiliki masalah dengan negara saya,” katanya.

Sementara itu, Badan Perlindungan Bea Cukai dan Perbatasan AS (CBP) menyatakan bahwa keputusan penolakan dibuat berdasarkan pemeriksaan kasus per kasus.

“Pelancong tersebut menjalani pemeriksaan tambahan, yang merupakan bagian rutin dari proses pemeriksaan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan ketika petugas perlu memverifikasi informasi atau menentukan kelayakan masuk,” kata CBP dalam pernyataannya.

“Setelah pemeriksaan, pelancong tersebut, seorang wasit Piala Dunia FIFA, dinyatakan tidak dapat diterima karena kekhawatiran terkait pemeriksaan latar belakang dan ditolak masuk.”

Miliki nama yang sama dengan anggota Al Shabab

Keputusan otoritas AS tersebut memicu kritik dari sejumlah pejabat sepak bola dan tokoh politik, termasuk Hillary Clinton.

Namun, Andrew Giuliani, kepala Gugus Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia FIFA 2026, membela keputusan tersebut.

Baca juga: AS Tuduh Wasit Somalia Terkait Organisasi Teroris, Gagalkan Tampil di Piala Dunia

“Kami juga ingin memastikan bahwa kami tidak akan membiarkan turnamen sepak bola menjadi kesempatan bagi teroris yang berpotensi masuk ke negara ini atau siapa pun yang benar-benar berbicara dengan mereka,” ujar Giuliani kepada BBC.

Berdasarkan penelusuran daftar sanksi Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan AS, nama Artan disebut memiliki kemiripan dengan seseorang yang teridentifikasi memiliki hubungan dengan kelompok militan Somalia, Al Shabab, yang telah dikenai sanksi oleh pemerintah AS.

Melissa Chavin, pengacara imigrasi yang berbasis di London, mengatakan bahwa kemiripan nama tersebut kemungkinan memicu pemeriksaan tambahan terhadap kemungkinan hubungan dengan Al Shabab.

Artan mengaku petugas perbatasan berulang kali menanyakan apakah dirinya pernah bertemu anggota kelompok tersebut.

“Saya menjawab bahwa saya tidak tahu apa pun tentang Al Shabab dan saya hanyalah seorang wasit sepak bola yang menjalankan pekerjaan saya,” katanya.

Adapun kelompok Al Shabab masih menguasai sejumlah wilayah di Somalia dan telah lama melakukan pemberontakan terhadap pemerintah.

Hubungan AS dan Somalia sendiri mengalami ketegangan dalam beberapa tahun terakhir. Pada Desember lalu, Presiden Donald Trump sempat melontarkan kritik keras terhadap imigran Somalia dan menyebut Somalia “bahkan bukan sebuah negara”.

Meski demikian, Pentagon tetap bekerja sama dengan pemerintah Somalia dalam melakukan sejumlah serangan udara terhadap kelompok militan di negara tersebut.

FIFA coret Artan dari Piala Dunia

FIFA mengonfirmasi bahwa Artan tidak akan dapat memimpin pertandingan di Piala Dunia kali ini. Organisasi sepak bola dunia itu menyebut pihaknya tidak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah.

“FIFA tidak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah, termasuk keputusan pemberian visa, dan telah diberi tahu oleh pihak berwenang bahwa status Tuan Artan tidak akan berubah untuk saat ini,” kata FIFA dalam pernyataannya.

Belum jelas mengapa Artan tidak dialihkan untuk memimpin pertandingan di Meksiko atau Kanada, dua negara lain yang juga menjadi tuan rumah Piala Dunia.

Selain Somalia, beberapa negara peserta Piala Dunia juga menghadapi kendala perjalanan ke AS.

Pekan lalu, anggota tim sepak bola Iran mendapat visa masuk setelah ketidakpastian selama berbulan-bulan akibat perang AS-Israel dengan Iran. Namun, lebih dari selusin staf pendukung tim tersebut tetap ditolak masuk.

Baca juga: Jatah Tiket Fans Iran di Piala Dunia Diduga Dicabut AS, Teheran Murka

Tag:  #cerita #wasit #piala #dunia #ditolak #masuk #dikira #teroris

KOMENTAR